Dibalik Kematian Hakim Jamaluddin

Zuraida Oh Zuraida

Zuraida Oh Zuraida
Zuraida Hanum (Foto: detik.com)
Sumber
Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO

NAMA Zuraida Hanum, istri almarhum Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara seketika jadi buah bibir dan viral di media pers dan sosial. Ini bukan karena kecantikan dan tutur katanya yang lemah lembut.

Sebaliknya, diduga dia justeru sebagai otak dibalik pembunuhan sang suami, Jamaluddin.

Ini sejalan dengan keberhasilan tim penyidik Polresta Medan dan Polda Sumatera Utara, mengungkap kasus tersebut.

Itu sebabnya, berbagai isu liar dan kabar miring berhembus, terkait motif dibalik peristiwa tadi. Dugaan sementara, Zuraida tega menghabisi ayah dari putrinya ini, karena terlibat cinta segitiga.

Akibatnya, muncul cek cok dalam rumah tangga yang berakhir dengan niat dari Jamaluddin untuk menceraikan istri keduanya ini.

Tapi, kisah ini tak segampang yang dibayangkan. Sebab, ada harta gono gini milik almarhum Jamaluddin yang ditaksir mencapai Rp 40 miliar lebih.

Lepas dari benar atau tidaknya penyebab tadi sehingga Zuraida Hanum kalap mata dan tega menghabisi Jamaluddin. Tentu lebih arif jika kita menunggu penyidikan akhir dari polisi.

Dari jejak digital yang ada, sosok Zuraida Hanum (ZH) memang terkesan seperti perempuan dan istri biasa. Sebagai istri seorang hakim, dia pun tak ragu mengunggah berbagai aktivitasnya di media sosial seperti facebook.

Mulai dari arisan, pengajian hingga meninjau proyek dan pelesiran ke luar negeri. Bahkan, dari berbagai foto selvi yang dia unggah, terlihat betapa harmonisnya pasangan ini.

Bahkan, saat kematian Jamaluddin, ZH sempat pingsan berulangkali. Dia pun mengaku akan melaksanakan ibadah umrah bersama sang suami.

Namun siapa nyana, dibalik berbagai kesan positif tersebut, tersimpan niat tak elok. Ceritanya, persis serial telenovela di televisi. Dugaan cinta segi tiga yang merenggut nyawa suaminya.

Kini, walau nama Zuraida Hanum hanya dua suka kata, tapi membuka dan mengungkap tiga atau empat bahkan lima fakta dan cerita.

Dalam kamus nama-nama perempuan Islami. Zuraida memiliki arti atau makna "pandai, fasih berbicara. Sementara Hanum; lembah lembut. Kedua kata ini berasal dari Bahasa Arab.

Berbeda dengan primbon berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini tidak mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa.

Namun dengan menghitung tiap huruf. Misal, tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tadi.

Zuraida memiliki arti; (3) spiritual, mistik, kepercayaan pada roh, (21) kebijaksanaan, penciptaan dan kegaiban, (700) kekuatan, (90) kesesatan dan kedukaan, (5) kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan. Nama ini diramalkan memiliki nilai negatif 80 persen.

Sementara Hanum mengandung (9) kesedihan dan kekurang-sempurnaan, (18) kekejaman, (200) sifat ragu-ragu, (70) bersemangat, berpengetahuan dan keindahan. Nama ini diramalkan memiliki nilai positif 25 persen.

Tentu, ini hanya sebatas ramalan dan belum teruji kebenarannya. Karena itu jangan dibawa ke hati, apalagi perasaan.

Begitupun, kisah seorang istri membunuh suaminya adalah fakta. Terlepas dari motif dan latar belakang yang ada.

Idealnya, seorang istri menjadi wanita dengan penuh cinta dan selalu mendampingi suami. Tapi, beberapa hubungan memang tidak berjalan bahagia seperti yang diharapkan. Entah berlandaskan dendam atau pun cemburu, posisinya malah berubah menjadi pembunuh suami mereka.

Ada beberapa kasus yang membuktikan kekejaman istri terhadap suaminya sendiri dan berakhir dengan pembunuhan berencana.

Katherine Knight, seorang perempuan di Australia menjadi wanita pertama yang dihukum penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, karena membunuh suaminya Jhon Charles Thomas.

Dia tega menyerang, membunuh dan mengubah jasad suaminya menjadi makanan makan malam untuk anak-anaknya.

Sebelum membunuh suaminya, Katherine sempat mengiris leher anjing yang masih berumur 8 minggu di depan suaminya.

Hubungan mereka memanas karena John Charles Thomas muncul ke publik bersamaan dengan kasus kekerasan dan penganiayaan yang diajukan pada Katherine.

Katherine diketahui menusuk suaminya 37 kali dengan pisau daging sebelum menguliti John Carles dan menggantung kulitnya di dapur rumah mereka di tahun 2000.

Katherine kemudian memutilasi dan memasak tubuh suaminya sendiri bersama sayuran dan saus serta disajikan sebagai menu makan malam kepada anak-anaknya.

Beruntung, polisi menemukan makan malam yang mengerikan itu sebelum anak Katherine sampai di rumah, Katherine langsung ditangkap karana kasus pembunuhan yang ia lakukan.

Tahun 2005, Stacey Castor (41) dengan tega telah membunuh suami pertamanya, David Castor dan menyembunyikan jasadnya selama 4 hari, yang kemudian merekayasa kematian suaminya sebagai bunuh diri.

Namun, polisi menemukan etilen glikol ditubuh David sehingga muncul kecurigaan yang mengarah pada Stacey.

Kasus Stacey kemudian membawa polisi untuk melakukan penyelidikan kematian suami pertamanya, Micheal Wallace yang meninggal tahun 2000. Diduga akibat serangan jantung.

Namun, analisis kimia menunjukkan bahwa tubuhnya memiliki kandungan etilen glikol. Ini melemparkan kecurigaan pada Stacey, tapi Stacey malah membuat alibi dan menunjuk kesalahan pada putrinya.

Stacey mengatur bukti untuk menunjuk jari pada putrinya sendiri, Ashley.

Stacey menuduh putrinya yang masih remaja membunuh ayah dan ayah tirinya, meski faktanya Ashley masih berusia 11 tahun ketika Michael meningal.

Bahkan, Stacey sempat ingin membunuh Ashley. Pada tahun 2007, Ashley Wallace dirawat di rumah sakit karena overdosis pil resep dan vodka. Tapi ia masih bisa diselamatkan dan mampu bersaksi untuk kasus ibunya tahun 2009.

Stacey dihukum 25 tahun atas kasus pembunuhan David Castor dan percobaan pembunuhan terhadap Ashley Wallace.

Katya Kharitovonova (36), dipenjara selama dua tahun karena telah menggigit kemaluan suaminya, Mikhail, 40 tahun.

Ia juga melukai sahabatnya sekaligus selingkuhan suaminya, Liza Dmitriyeva (33). Katya marah besar setelah mengetahui suaminya berselingkuh dan berhubungan badan dengan sahabat terbaiknya.

Kejadian ini berlangsung saat Katya mengundang Liza untuk makan malam bersama suaminya. Setelah makan, ketiganya menonton film bersama. Saat menonton film, Katya tertidur, tapi betapa terkejutnya dia saat bangun dan menemukan suaminya tak berpakaian tidur dengan sahabatnya.

Katya yang marah langsung mengambil lampu meja dan memukulkannya pada kepala Liza. Katya juga menggigit ‘aset’ suaminya hingga hampir putus.

Liza menderita gegar otak parah sedangkan suaminya harus benar-benar dirawat instensif.

Ada lagi, pasangan Richard Batista menikah dengan Dawnel Batista tahun 1990 lalu.

Setelah menikah, baru diketahui jika Dawnel mengalami gagal ginjal. Dawnel melakukan dua transplantasi ginjal namun gagal. Melihat kondisi itu, suami Dawnel memutuskan untuk menjadi pendonor ginjal bagi istrinya. Untungnya ginjal Richard cocok digunakan sebagai pendonor.

Dawnel selamat namun tidak dengan pernikahan mereka, yang kemudian hanya berlangsung selama 4 tahun.

Dengan kesempatan hidup yang didapat dari suaminya, Dawnel kembali ke sekolah untuk mendapatkan gelar masternya.

Ternyata Dawnel malah memakai kesempatanya untuk berselingkuh. Richard patah hati dan memutuskan untuk bercerai dengan Dawnel. Richard akhirnya menuntut bayaran sebesar USD 1,5 juta untuk membayar ginjal yang pernah ia donorkan pada Dawnel.

Ada lag, seorang wanita ditahan polisi setelah mengaku dirinya telah menggunakan lasagna beku untuk menganiaya suaminya.

Amanda Trott dijadikan tersangka setelah polisi mengatakan ia menyerang suaminya dengan makanan beku saat keduanya bertengkar.

Suaminya mengklaim bahwa Amanda Trott telah menampar di wajahnya beberapa kali dan melemparkan lasagna beku padanya. Ia lalu memukul di kepalanya.

IInsiden ini kemudian dilaporkan pada polisi oleh tetangganya yang mendengar keributan dan mengkhawatirkan anak-anak Amanda. Amanda Trott akhirnya mengaku memukul dan menyerang suaminya.

Lantas, bagaimana dengan fakta dan peran Zuraida Hanum sebagai otak pembunuhan Jamaluddin?

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto ketika itu sempat mengeluarkan pernyataan bahwa, diduga Jamaluddin korban pembunuhan orang dekat.

"Dugaan sementara orangnya tidak jauh (orang dekat korban)," ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat itu.

Kedua, dari hasil otopsi, ada bekas luka yang mencurigakan di leher Jamaluddin.

"Ada di leher (luka mencurigakan), tapi kami belum tahu luka apa. Kami tetap tunggu hasil (penyelidikan). Nanti akan disampaikan (hasil autopsi), mungkin besok disampaikan," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan kepada wartawan, Minggu, 1 Desember 2019.

Ketiga, Zuraida Hanum mengaku kepada polisi ada menerima teror sebelum Jamaluddin meninggal dunia.

"Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal, diduga ditabrak menggunakan mobil," ungkap Zuraida ketika itu. Ternyata, ini hanya karangan belaka.

Keempat, sebelum tewas kabarnya Jalamuddin menjemput teman di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kepada penyidik, Zuraida mengaku Jamaluddin tidak pernah mengeluh atau bercerita tentang kegiatan kerjanya.

Ia juga tidak pernah menceritakan apakah mengalami teror atau ancaman akibat pekerjaan atau sejenisnya.

Begitupun, anggota keluarga korban sangat yakin bahwa Jamaluddin adalah korban pembunuhan. Karena itu, mereka terus mendesak kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku terduga pembunuh Jamaluddin.

"Kami berharap polisi bergerak cepat agar bisa menangkap pelaku secepatnya, kami yakin polisi pasti bisa menangkap pelakunya," ujar Faridin, keponakan Jamaluddin di Nagan Raya, Sabtu, 30 November 2019.

Hasilnya, setelah 40 hari bekerja, polisi berhasil mengungkap tabir pelaku pembunuhan Jamaluddin.

Otaknya justeru sang istri, Zuraida Hanum (41) bersama dua eksekutor yaitu; JP (Jefri Pratama,42), dan RF (Reza Fahlevi, 29). Diduga, JP adalah pria selingkuhan Zuraida.

Nah, dari informasi sementara, Zuraida merasa diselingkuhi dan berniat ingin membunuh suaminya. Bahkan Zuraida meminta salah seorang rekannya untuk membunuh Jamaluddin, tapi orang itu tidak bersedia.

Lalu, pada akhir 2018, dia berkenalan dengan Jefri Pratama (42) karena anak mereka satu sekolah. Karena sering bertemu, Zuraida sering curhat kepada Jefri. Seringnya curhat membuat benih asmara muncul di antara mereka.

Saat curhat itu, Zuraida juga mengungkapkan hendak membunuh Jamaluddin. Dan, pada 25 November 2019, Zuraida serta Jefri bertemu di salah satu kedai kopi untuk merencanakan pembunuhan tersebut.

"Selanjutnya merencanakan pembunuhan korban dan JP memberitahukan ke RF serta sepakat memberikan duit senilai Rp 2 juta ke RF," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Rabu, 8 Januari 2020 di Medan. (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...