Breaking News

Penyerang Polisi Diciduk Saat Melaut

ZF Mengaku tak Suka Petugas Larang Permainan Game

ZF Mengaku tak Suka Petugas Larang Permainan Game
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto berdialog dengan ZF (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Pelan tapi pasti, polisi jajaran Polres Lhokseumawe akhirnya berhasil menangkap ZF (26), warga  Gampong Geulumpang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, saat akan melaut, Senin, 25 Januari 2021.

ZF merupakan terduga pelaku penyerangan seorang polisi saat akan mensosialisasikan qanun gampong melarang anak-anak dibawah umur bermain Wifi diatas jam 21.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Yoga Panji Prasetya menyampaikan informasi ini pada konfrensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres setempat.

Sebelumnya, ZF menyerang seorang anggota polisi, Jumat (8/1/2021) sekira pukul 22.00 WIB, persis di depan satu warung di gampong itu.

Ketika itu, ZF mengamuk sambil membawa satu pedang panjang dan menyerang petugas gabungan dari Babinsa TNI, Polsek Meurah Mulia, Geusyik Geulumpang Tuddin serta aparatur desa lainnya.

Karena ada penyerangan akhirnya petugas membubarkan diri dan kocar-kacir, menyelamatkan diri mengingat. Sebab, pelaku mengamuk dengan membabi-buta. 

Sialnya, satu oknum polisi yaitu, Aipda Saragih terjatuh  hingga mendapatkan serangan dari pelaku yang menggunakan pedang. Termasuk menghancurkan mobil patroli.

Selanjutnya, pelaku kembali menganiaya korban yang sudah tidak berdaya sampai merampas satu unit telpon seluler.

Usai peristiwa tadi, polisi melakukan pengejaran  dan pelaku meninggalkan pedangnya, namun berlalu atau raib tanpa diketahui keberadaannya.

“Pelaku menyerang korban sambil berteriak, kubunuh kau beberapa kali. Lalu pergi menakuti yang lain hingga kembali lagi untuk menganiaya korban. Hingga korban mengalami luka memar di bagian perut kanan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Yoga Panji Prasetya.

Berikutnya, hampir satu pekan lebih pelaku menghilang. Namun,  tak membuat jajaran penyidik Kapolres Lhokseumawe patah arang.

“Karena anggota terus bekerja maksimal, akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di kawasan Gampong Ule Lam Pulo, Kecamatan Kuta Alam, Kabupaten Aceh Besar,” sebut Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto.

Ternyata, ZF bekerja dengan melaut di perairan Gampong Ule Lam Pulo hingga akhirnya dengan sigap petugas meringkus pelaku yang baru saja pulang melaut tanpa, bisa melakukan perlawanan.

20210125-serang-polisi2

Foto: Din Pasee

Pelaku ZF dihadirkan dalam konfrensi pers dengan menggunakan seragam tahanan dan tangan diborgol. 

Kapolres sempat berdialog dengan pelaku dan bertanya tentang alasan menyerang petugas gabungan dengan pedangnya.

Pelaku ZF menjawab, dirinya tidak suka dengan petugas gabungan yang mengekang kebebasan anak-anak bermain internet hingga larut malam.

Itu sebabnya kata ZF, dia menyerang petugas yang membubarkan permainan game dengan pedang yang dilepas dari sarungnya.

ZF juga mengaku, dirinya adalah pemakai narkoba hingga sering loss control dan bertindak brutal.

Mendengar jawaban tersebut, Kapolres memerintahkan anggota Satnarkoba untuk melakukan pemeriksaan lanjutan atau tes urine.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 1e, ke 2e subs Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI no 12 Tahun 1951 sub Pasal 351 KUHpidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan 10 tahun atas kepemilikan senjata tajam.***

Komentar

Loading...