Yusri: Ijazah Mahasiswa Almuslim Berakibat Fatal Jika Ditandatangani Amiruddin!

Yusri: Ijazah Mahasiswa Almuslim Berakibat Fatal Jika Ditandatangani Amiruddin!
Ketua Umum YPMA, Yusri, S.Sos.
Penulis
Rubrik

Bireuen | Agar tak dikatakan serakah oleh masyarakat Kabupaten Bireuen, ada baiknya Dr. H. Amiruddin Idris, SE. M.Si, melepas salah satu jabatannya. Tetap memimpin Universitas Almuslim atau memilih menjadi anggota DPRA.

Saran ini diutarakan Yayasan Pemimpin Muda Aceh (YPMA) Wilayah Bireuen terkait rangkap jabatan Amiruddin Idris.

Itu sebabnya, YPMA Wilayah Bireuen meminta Rektor Universitas Almuslim mengundurkan diri dari jabatannya.

Itu sejalan dengan dilantiknya Amiruddin sebagai anggota DPRA Fraksi PPP Periode 2019-2024.

Ketua Umum YPMA, Yusri, S.sos, Senin, 23 Desember 2019 kepada media ini mengaku kecewa dengan sikap Amiruddin.

“Kenapa seorang pendidik terkenal melanggar aturan hukum yang berlaku di negara hukum sendiri. Karena ini bukan negara preman atau juga bukan dunia mafia pendidikan, melainkan negara hukum, maka harus mengikuti aturan hukum yang berlaku sebagai warga negara yang baik,” sebut Yusri.

Sambung Yusri, jika memang takut melepaskan kursi rektor, maka jangan menjadi anggota DPRA.

Sebaliknya bila ingin menjadi wakil rakyat sudah seharusnya meninggalkan kursi rektor tersebut.

Terangnya, seorang pendidik level Amiruddin Idris, harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Terutama bagi mahasiswa, bukan malah memberikan contoh yang buruk.

"Saya sebagai Alumni Universitas Almuslim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ikut kecewa dengan sikap serakah rektor. Jika pun terus dipaksakan untuk memimpin Almuslim dengan dalih sudah mengundurkan diri enam bulan yang lalu, maka akan berakibat fatal juga kepada Ijazah yang ditandatanggani rektor yang sudah dilantik sebagai anggota DPRA, dan bisa saja ijazah tidak bisa difungsikan mahasiswa jika di kemudian hari ada yang menggugat hal tersebut," tutur Yusri.***

Komentar

Loading...