Siswa SMP Negeri 14 Banda Aceh Produksi Hand Sanitizer Berbahan Cuka

Yang Kreatif Saat Pandemi

Yang Kreatif Saat Pandemi
Syarifah Narkis S.Ag bersama Najwa Rizqi Amanda, Andini Prastiwi, Izzan Hausan Hawari, Zafran, M Deryansyah Putra, Duta rahman, dan Raja Satya Wirajaksana (Foto: Umar Hakim I MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh Umar Hakim

Tujuh siswa SMP Negeri 14, Kota Banda Aceh berhasil ciptakan Hand Sanitizer bermerek; HASAN SIKULA-14. Bahan pokoknya dari cuka sebagai penganti alkohol. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengaku bangga. Berikut laporan reporter MODUSACEH.CO, Umar Hakim untuk Liputan Rehat.

Berbeda dengan banyak siswa yang menghabiskan waktu di rumah, ketika wabah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Najwa Rizqi Amanda, Andini Prastiwi, Izzan Hausan Hawari, Zafran, M Deryansyah Putra, Duta rahman, dan Raja Satya Wirajaksana, justeru memutar otak, melahirkan satu produksi yang bermanfaat.

Ya, siswa SMP Negeri 14 Banda Aceh ini berhasil menciptakan Hand Sanitizer berbahan cuka. Mereka menamakan; HASAN SIKULA-14.

20200615-siswa-14a

Najwa Rizqi Amanda (Foto: Umar Hakim I MODUSACEH.CO)

Berbeda dengan produk serupa dari bahan alkohol. HASAN SIKULA-14, ternyata tak kalah berkualitas dengan produk lainnya.

Maka wajar bila Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengaku bangga.

"Alhamdulillah, kita bisa melaunching hand sanitizer ciptaan siswa SMPN 14 ini. Tentu saya sangat bangga atas inovasi anak-anak kita. Sebagai pelaris, saya sudah pesan Rp10 juta untuk kita bagi-bagikan ke masyarakat kota," ungkap Aminullah pada media ini, Senin sore di Banda Aceh.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari bimbingan guru pada sekolah tersebut yaitu, Nurnaila S.Pd, Muliza M.Pd dan Soraya Hasni M.Pd serta seorang dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof. Dr. Musri Musman M.Sc.

Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Banda Aceh, Syarifah Narkis S.Ag mengaku. Gagasan atau ide dari proses pembuatan HASAN SIKULA-14,  sudah ada sejak awal Maret 2020 lalu.

Tak mau buang waktu, pihaknya mendiskusikan ide tersebut dengan Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh. Hasilnya, datang dukungan penuh dengan menghadirkan tenaga ahli dari Unsyiah Banda Aceh.

"Kita awali dengan workshop, setelah itu kami membuat satu produk bernama: HASAN SIKULA-14," kata Syarifah pada media ini, Senin siang, di Banda Aceh.

Namun sebut Syarifah, pihaknya tidak membuat produk Hand Sanitizer untuk bisnis. Sebaliknya, hanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Karena seperti yang kita tahu Hand Sanitizer sudah langka dan mahal," ujarnya.

Syarifah mengungkap, Najwa dan kawan-kawan sempat mengalami berapa kendala saat proses meracik formula Hand Sanitizer tadi. Menurutnya, walau proses pembuatan terbilang cepat dan mudah. Namun, pihaknya sempat mengalami kendala saat proses pengembangan.

"Kami juga melakukan riset dan beberapakali uji coba sehingga lahirlah Hand Sanitizer ini," kata Syarifah, sambil menunjukkan produk siswanya itu.

20200615-siswa-14b

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meninjau langsung karya tujuh siswa SMP Negeri 14 Banda Aceh (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)

Menurut Syarifah, pemilihan cuka sebagai bahan pokok Hand Sanitizer, karena memiliki asam asetat yang dapat berfungsi untuk membasmi virus dan juga bakteri.

Menariknya, Hand Sanitizer HASAN SIKULA-14, memiliki beberapa varian aroma seperti, wangi sereh, strawberry, wangi zara (aroma parfum) dan beberapa varian aroma lainnya yang sedang dalam uji coba.

Syarifah mengaku bangga dengan siswanya yang berhasil membuat produk HASAN SIKULA-14. Maklum, saat pandemi Covid-19 saat ini, Hand Sanitizer memang sangat langka untuk didapatkan. Jika pun ada, harganya tidak murah.

Selain itu, Hand Sanitizer di pasaran rata-rata mengandung alkohol dan tidak cocok dipakai untuk jangka waktu lama karena bisa membahayakan kulit sang pemakai.

"Ini satu terobosan sangat bagus bagi para siswa yang bisa membuat Hand Sanitizer seperti ini," ungkapnya.

Karena itu wajar bila Syarifah mengapresiasikan siswanya tadi, yang berhasil membuat produk tersebut dengan memberikan reward (penghargaan) khusus.

"Kami akan berikan reward terutama nilai UN. Kami akan memberikan nilai tambahan kepada mereka dan sertifikat atau beasiswa.Tujuannya, agar siswa lain bisa termotivasi untuk membuat program seperti ini," jelas Syarifah.

Selain itu, sebagai Kepala sekolah SMP Negeri 14, Syarifah berterimakasih kepada Walikota Banda Aceh Aminullah Usman serta jajaran, yang sudah membeli produk HASAN SIKULA-14.

Menurutnya, saat lauching pihaknya melakukan demo dan presentasi di depan Walikota. Hasilnya, membuat Walikota tertarik dan langsung memesan Hand Sanitizer secara pribadi untuk dibagi kepada masyarakat Kota Banda Aceh.

"Mudah-mudahan, lahirnya produk ini bisa bermanfaat kepada masyarakat dan memotivasi siswa serta sekolah yang lain untuk melakukan hal serupa," harap Syarifah.

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman juga ikut membeli produk buatan siswa SMP Negeri 14 Banda Aceh ini. Ia memesan produk tersebut dengan harga Rp10 juta.

Aminullah mengaku, telah melihat secara langsung proses pembuatan Hand Sanitizer alami ini. Dia bangga serta memberikan apresiasi kepada Najwa dan kawan-kawan.

Selain itu, Walikota menilai, Hand Sanitizer ciptaan para siswa SMP Negeri 14 yang dipimpin Syarifah Nargis tersebut, sangat aman untuk digunakan, karena menggunakan bahan dasar cuka.

"Bahannya sangat aman digunakan siapa pun, bahkan untuk anak-anak juga aman, tidak mengandung alkohol dan bisa dibuat dalam berbagai aroma. Juga wangi di tangan," kata Aminullah.

Dia berharap inovasi yang ditunjukkan siswa SMP 14 ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi dan sekolah lain di Banda Aceh. Selain itu, produk lainnya juga bermanfaat bagi masyarakat. Semoga.***

Komentar

Loading...