Breaking News

WHO 'Ngamuk' Euro 2020 Bikin Corona Meledak, Ini Faktanya

WHO 'Ngamuk' Euro 2020 Bikin Corona Meledak, Ini Faktanya
Para pemain dan suporter Inggris merayakan kemenangan di akhir pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2020 antara Inggris dan Jerman di Stadion Wembley, Inggris, Selasa 29 Juni 2021. (Justin Tallis, Pool Photo via AP)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa para penonton laga sepakbola Piala Eropa (Euro) 2020 telah membuat angka penularan Covid-19 naik cukup signifikan. Kerumunan orang di stadion sepak bola dan di pub dan bar di kota tuan rumah mendorong peningkatan infeksi virus.

"Akan ada gelombang baru di kawasan Eropa WHO kecuali kita tetap disiplin," tegas Diirektur badan PBB Eropa Hans Kluge pada Kamis (1/7/2021), dikutip dari AFP.

"Saya harap tidak, tapi ini tidak bisa dikecualikan."

WHO mempersoalkan bagaimana para penonton yang datang dari banyak negara diizinkan berbondong-bondong ke beberapa stadion tuan rumah laga tanpa protokol kesehatan yang ketat.

"Kita perlu melihat lebih dari sekadar stadion ... Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan?" kata petugas darurat senior WHO, Catherine Smallwood, kepada wartawan.

"Peristiwa kecil terus-menerus inilah yang mendorong penyebaran virus."

Vaksinasi di Eropa menurut Our World in Data per 30 Juni 2021 adalah 506.208.143 dosis. Artinya dari 100 orang, rata-rata 67,61 orang sudah menerima vaksin.

Perkembangan ini membuat negara-negara tuan rumah (ada 11 negara) membuka pintu bagi suporter untuk masuk ke stadion. Bahkan Hungaria sudah memperbolehkan stadion diisi dalam kapasitas penuh.

Lalu apa saja fakta-fakta mengenai hubungan antara kenaikan angka Covid-19 dan pertandingan laga Piala Eropa ini? Berikut sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia.

Para penonton meninggalkan stadion Wembley setelah pertandingan babak 16 besar Euro 2020 antara Inggris dan Jerman di zona penggemar 4TheFans di luar Stadion Wembley, di London, Selasa 29 Juni 2021. (Zac Goodwin/PA via AP)

1. Kenaikan Kasus dari Laga Euro 2020

Beberapa negara mulai melaporkan lonjakkan kasus yang cukup signifikan pasca kerumunan penonton Euro 2020, salah satunya Finlandia. Negeri Eropa Utara itu menemukan ratusan kasus infeksi harian baru dari para suporter bola yang baru saja pulang dari St Petersburg, Rusia, usai menyaksikan secara langsung laga babak penyisihan grup Piala Eropa antara Finlandia melawan Belgia pada 21 Juni lalu.

Pejabat kesehatan Finlandia mengatakan angka itu kemungkinan akan bertambah dalam beberapa hari mendatang. Prediksi ini dibuat berdasarkan data yang menyatakan bahwa ada 4.500-6.000 fans negeri itu menonton laga langsung ke negeri Kremlin.

"Melihat pembagian usia mereka, jelas belum banyak dari mereka yang mendapatkan dua dosis vaksin," kata Kepala Keamanan Institut Kesehatan Finlandia, Mika Salmien pada Selasa (29/6/2021).

Lebih lanjut, otoritas Finlandia mengatakan awal pekan ini bahwa mereka melacak beberapa infeksi ke restoran bergaya aula bir Jerman di St. Petersburg.

Selain Finlandia, Skotlandia juga mengalami hal yang sama. Bagian dari Britania Raya itu mengumumkan ada 1.991 kasus infeksi Covid-19 yang berhubungan dengan laga Euro 2020 yang berlangsung antara 11 hingga 28 Juni 2021.

Tak hanya kedua negara itu, Denmark melaporkan 29 infeksi terkait dengan tiga pertandingan grup yang digelar di ibukota negara itu, Kopenhagen.

Secara keseluruhan, WHO melaporkan total pasien positif corona di wilayah Eropa per 1 Juli 2021 adalah 55.994.496 orang. Bertambah 75.420 orang dibandingkan hari sebelumnya, tertinggi sejak 16 Mei 2021.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 64.352 orang per hari. Lebih banyak ketimbang rerata seminggu sebelumnya yakni 51.644 orang per hari.

2. Respon UEFA

Organisasi sepakbola Eropa UEFA mengatakan mereka mengakui bahwa infeksi Covid-19 mungkin tidak bisa dilepaskan dari kebijakan mereka yang mengizinkan pertandingan dengan penonton.

"Tidak dapat sepenuhnya dikecualikan bahwa acara dan pertemuan pada akhirnya dapat menyebabkan beberapa peningkatan lokal dalam jumlah kasus," ujar penasehat medis UEFA Daniel Koch.

Meski begitu, mereka menjawab bahwa pemberian izin ini telah menerapkan langkah-langkah yang sesuai dengan yang diterapkan oleh tuan rumah laga.

"Ini tidak hanya berlaku untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga untuk segala jenis situasi yang sekarang diizinkan sebagai bagian dari langkah-langkah pelonggaran yang diputuskan."

Lebih lanjut, pihaknya tidak berpikir bahwa kejadian kerumunan itu dapat membuat gelombang infeksi yang parah mengingat kampanye vaksinasi yang berjalan.

"Kampanye vaksinasi intensif yang telah diluncurkan di seluruh Eropa dan kontrol perbatasan akan membantu memastikan bahwa tidak ada gelombang besar baru yang akan dimulai di Eropa."

3. Respon Pemimpin Eropa

Sementara itu beberapa pemimpin negara-negara Eropa telah menyuarakan keprihatinannya mengenai kerumunan penonton ini. Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer yang sebelumnya menyebut keputusan badan sepak bola Eropa UEFA untuk mengizinkan kerumunan besar di Euro 2020 "sama sekali tidak bertanggung jawab".

"Saya tidak bisa menjelaskan mengapa UEFA tidak masuk akal ... Saya menduga itu karena komersialisme," ujarnya.

Sementara itu Perdana Menteri (PM) Finlandia Sanna Marin memerintahkan seluruh suporter negaranya yang pulang dari Rusia usai menonton laga Euro 2020 untuk di tes sesaat setelah memasuki negara itu. Hal ini terjadi setelah negara itu melaporkan lonjakkan kasus Covid-19 pasca pertandingan sepakbola Finlandia melawan Belgia pada 21 Juni lalu di St Petersburg.

4. Kelanjutan pertandingan Euro 2020

Baik Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Italia Mario Draghi mempertanyakan rencana UEFA untuk menggelar tiga pertandingan terakhir turnamen di London. Mereka sangat khawatir mengingat Inggris juga sedang mengalami lonjakkan infeksi yang tinggi pasca varian Delta yang masuk ke negara itu.

Namun UEFA mengatakan bahwa sisa pertandingan Euro 2020 akan berjalan sesuai dengan jadwal pertandingan seperti yang direncanakan.

"Langkah-langkah mitigasi yang diterapkan di setiap tempat tuan rumah Euro 2020 sepenuhnya selaras dengan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan masyarakat setempat yang kompeten," ujar badan sepakbola Eropa itu

"Keputusan akhir sehubungan dengan jumlah penggemar yang menghadiri pertandingan dan persyaratan masuk ke salah satu negara tuan rumah dan stadion tuan rumah berada di bawah tanggung jawab otoritas lokal yang kompeten, dan UEFA secara ketat mengikuti tindakan tersebut".***

Komentar

Loading...