Breaking News

Rawan Kecelakaan dan Gelap

Warga Minta Jalan Laksamana Malahayati Diperlebar dan Pasang Lampu Penerang

Warga Minta Jalan Laksamana Malahayati Diperlebar dan Pasang Lampu Penerang
Ruas Jalan Laksamana Malahayati, Kawasan Kahju, Aceh Besar (Foto: Saiful Haris Arahas/MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik
Sumber
Saiful Haris Arahas/Reporter Aceh Besar

Jantho | Masyarakat Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar mengeluhkan semerautnya Jalan Laksamana Malahayati, jalan lintas penghubung Kota Banda Aceh menuju Krueng Raya.

Alasannya,  badan jalan tampak kecil dan membutuhkan pelebaran, apalagi kendaraan yang melintasi semakin padat. Termasuk roda empat berukuran besar.

Azhari, warga setempat mengaku, banyak pengendara yang mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas jalan ini. Bahkan, kurangnya penerangan di malam hari mengakibatkan pengendara mengalami kecelakaan seperti menabrak hewan yang berkeliaran di sepanjang jalan.

"Jalan ka deuh ubeut dan oh malam hana lampu jalan, meunyoe kon reubah karena ta poek leumoe, reubah sebab ta poek becak hana lampu (ruas jalan tampak sempit dan tidak ada lampu penerangan yang memadai di malam hari, kalau bukan karena kecelakaan menabrak lembu, ya menabrak becak karena ada lampu," katanya, Kamis.

20200312-ibrahim

Ketua Fraksi Partai Demokrat, DPR Aceh HT.Ibrahim (Foto: Ist)

Ia mengatakan, sempitnya ruas jalan diperparah dengan semakin maraknya bangunan-bangunan liar berbentuk kios yang didirikan di pinggir jalan. Akibatnya, ruas jalan terlihat sempit dan tidak memiliki lagi berem.

"Mulai ta troen dari titi Krueng Cut sampe an troeh u keu Penjara Kajhu ka punoh dum bak bineh jalan kede-kede kios, dan nyan le ateuh berem jalan (mulai melewati jembatan Krueng Cut sampai ke depan Lembaga Pemasyarakatan Kajhu sudah penuh di pinggir jalan kios-kios, dan banyak diatas berem jalan),” jelas dia.

Itu sebabnya, Azhari meminta Pemerintah Aceh segera memperlebar ruas jalan tersebut, mengingat Jalan Laksamana Malahayati merupakan status jalan provinsi.

Amatan media ini, mulai melewati jalan dua jalur dari arah jembatan Krueng Cut hingga LP Kajhu,  ada 124 bangunan liar yang berdiri sepanjang kiri dan kanan jalan.

Nilawati, warga Kecamatan Mesjid Raya mengaku, dirinya pernah mengalami kecelakaan pada malam hari di jalan itu, karena menabrak lembu yang tidur di atas jalan.

"Kita gak nyangka kalau ada lembu tidur di jalan, saya lagi pulang dari Kota Banda Aceh dengan sepeda motor lumayan cepat. Tiba di depan perumahan Cadek ada lembu tidur di atas jalan. Saya gak sempat ngerem lagi dan menabrak lembu," katanya.

Nila berharap, kejadian yang dialaminya itu tidak terulang dan terjadi kepada pengendara lainnya. Makanya, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun Pemerintah Aceh, dapat segera memasang lampu jalan.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Fraksi Demokrat DPR Aceh, H. T. Ibrahim mengatakan, dirinya sudah banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait semerautnya jalan tersebut. Ia mengaku, soal kios-kios yang berjejeran di pinggir jalan yang didirikan warga setempat, ada yang disewakan untuk warga pendatang.

"Di satu sisi mereka mencari rezeki, baik itu menjual minyak eceran, minuman dan buah-buahan dan sayur-sayuran. Tapi, mereka ini kan sudah salah cara, berdagang di atas berem jalan, dan saat ada kendaraan yang parkir sudah di atas badan jalan," katanya.

Ia meminta kepada Pemerintah Aceh Besar melalui dinas terkait untuk dapat segera menertibkan pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir jalan tersebut.

"Apalagi mereka mendirikan kios-kios di atas tanah Negara. Lebih lucu lagi, ada beberapa toko saya perhatikan, jaraknya hanya 4 meter dari jalan raya. Tapi dibangun lagi bangunan tambahan di depannya sehingga tinggal sisa 2 meter lagi dari jalan," katanya.

Terkait pelebaran jalan, Ibrahim menjelaskan bahwa statusnya jalan itu bukan  menjadi kewajiban provinsi, tapi dibangun dari anggaran APBN. "Kalau jembatan Krueng Cut yang dua jalur itu dibangun dari dana APBN. Saya juga akan mengusulkan untuk pelebaran Jalan Laksamana Malahayati dana APBN," katanya.

Ibrahim menyebutkan, Jalan Laksamana Malahayati sudah seharusnya segera diperlebar. Alasannya, jalan tersebut merupakan lintasan kendaraan roda empat berukuran besar. Ditambah dengan padatnya arus lalu lintas masyarakat setempat.

"Mulai dari mobil tanki minyak, truk kontainer, dumtruck, semuanya melewati jalan ini setiap hari," katanya. Memang, daerah Krueng Raya sudah ada beberapa pabrik industri. Seperti, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Ladong, pengepakan PT. Semen Padang, Pelabuhan Malahayati dibawah otoritas PT. Pelindo.

Ada juga Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), dan Mobile Power Plant (MPP) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Aceh dibawah operasi PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB).

Selain itu, jalan ini juga yang ramai dilalui masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, menuju beberapa tempat wisata seperti Pantai Ujoeng Batee, Ujoeng Kareung, pemandian air panas Ie Suum, Pasir Putih Lhok Mee, dan menuju Kota Sigli melalui  Laweung.***

Komentar

Loading...