Penyebaran Virus Covid-19 Kian Meresahkan

Warga Lambung Lakukan Lockdown Gampong

Warga Lambung Lakukan Lockdown Gampong
Warga Lambung lakukan lockdown lokal, melindungi warganya dari kedatangan warga dari gampong sekitar (Foto: Ist)

Banda Aceh | Kekhawatiran warga terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) akhirnya memuncak.

Lihat saja keputusan yang dilakukan perangkat gampong dan warga Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Kini, mereka memberlakukan sistem lockdown lokal, melindungi warganya dari kedatangan warga dari gampong sekitar. Keputusan ini diambil, setelah dinyatakan dua warga Lampaseh Kota, Banda Aceh, positif terinfeksi virus corona.

Keuchik Gampong Lambung, Yasir menyebutkan, lockdown lokal yang dilakukan warganya, merupakan hasil kesepakatan bersama, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Itu sebabnya, penutupan tersebut dilakukan, untuk membatasi pendatang luar yang masuk ke wilayah Gampong Lambung. “Setelah dinyatakan dua warga Lampaseh Kota positif corona, warga Gampong Lambung mulai was-was, dan mengambil sikap untuk menutup gampong sementara waktu,” kata Yasir, Sabtu petang.

20200328-lambung3

Keuchik Gampong Lambung, Yasir (Foto: Ist)

Pantauan media ini, Gampong Lambung telah membentuk Tim Pengamanan Covid-19 versi penduduk setempat. Ini terlihat dengan cara menutup pintu gerbang gampong dengan portal penutup jalan.

Warga juga mendirikan tenda dan posko di depan pintu gerbang. “Jadi, setiap pendatang yang bukan warga Gampong Lambung, tidak diizinkan masuk untuk sementara waktu. Apalagi jika tamu itu berasal dari zona atau wilayah kasus sebaran virus corona. Ini kita lakukan agar mereka tidak membawa virus masuk ke Gampong Lambung,” jelasnya.

Yasir juga mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran Instruksi Keuchik Gampong Lambung.

Warga juga dilarang berinteraksi dan beraktivitas di luar gampong jika tidak ada keperluan atau kepentingan mendesak.

“Surat instruksi ini sudah kita edarkan ke seluruh rumah warga Gampong Lambung. Kita minta jika tidak ada kepentingan yang mendesak jangan ke luar rumah. Para orang tua juga melakukan pengawasan dan melarang anak-anak jangan berkeliaran di luar rumah,” jelasnya.

Diketahui, di Gampong Lambung sendiri tercatat ada 3 orang warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Yasir mengatakan, 3 warganya itu memiliki riwayat baru pulang dari daerah pandemi Covid-19, yaitu Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” katanya.

Keuchik Gampong Lambung juga menginstruksikan kepada para pedagang, pengusaha, dan pemilik tempat usaha seperti cafe, warung kopi, resto untuk tidak membuat keramaian.

Ia juga meminta agar warga Gampong Lambung, tidak menggelar berbagai acara, seperti syukuran, pesta perkawinan, dan acara yang mengundang keramaian lainnya.

20200328-lambung

Foto: Ist

Berdasarkan data terbaru Covid-19 Aceh, hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020, dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, menyatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 479 orang.

Sedangkan untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 39 orang. Adapun yang sudah dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 4 orang.

Dari jumlah itu, 2 orang meninggal dunia, satu diantaranya belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19, karena belum didapatkan hasil swap specimen dari Balitbangkes Jakarta.

Adapun  jumlah ODP di Kota Banda Aceh hingga saat ini dinyatakan sebanyak 75 orang. Sedangkan PDP sebanyak 38 orang, dan yang telah dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 2 orang.***

Komentar

Loading...