Warga Beutong Ateuh Masih Kepung Camp Pekerja PT EMM, Jalur Nagan-Takengon Lumpuh

Warga Beutong Ateuh Masih Kepung Camp Pekerja PT EMM, Jalur Nagan-Takengon Lumpuh
Warga Beutong Ateuh masih memblokir jalan (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Aksi masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh masih berlanjut. Hingga Jumat (12/4/2019), warga setempat masih mengepung camp pekerja PT Emas Mineral Murni (EMM) untuk menagih komitmen pihak karyawan, angkat kaki dan membongkar barak dalam kurun waktu 24 jam.

Akibatnya, jalan lintas penghubung Nagan Raya-Takengon, Kabupaten Aceh Tengah lumpuh total, karena ratusan warga memblokir jalur tersebut, persis  di Desa Alue Baro, daerah setempat sejak Kamis (11/4/2019) malam kemarin.

Sebagian warga lainnya juga memblokir jalur di jembatan penghubung utama, di Desa Blang Puuk. Bukan hanya orang dewasa, para siswa asal Beutong Ateh Benggalang yang masih berseragam sekolah juga berbondong-bondong ikut dalam aksi yang berlangsung hingga saat ini.

Di sana, tidak ada pengawalan aparat kepolisian, hanya Prajurit TNI Kodim 0116/ Nagan Raya yang bersiaga untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi tindakan melawan hukum yang dilakukan masyarakat.

Tokoh masyarakat setempat, Malim Diwa kepada dihadapan massa mengatakan. Dalam jangka waktu 24 jam atau pada pukul 15.00 WIB nanti, jika karyawan tidak angkat kaki maka masyarakat akan menyegel dan menguasai camp perkerja.

"Kita tidak bisa mengguruduk langsung ke dalam camp, sebab ada kekhawatiran terdapat bahan explorasi seperti kimia yang dapat menimbulkan dampak atau efek membahayakan masyarakat banyak," kata Malim kepada warga.

Informasi lainnya, pihak perusahaan berencana untuk melakukan pembongkaran camp mereka sendiri tanpa melibatkan warga, sehingga masyarakat Beutong Ateuh tak perlu mengotori tangan mereka untuk membongkar barak.***

Komentar

Loading...