Breaking News

Wamen ESDM Janji Atasi Krisis Listrik di Aceh

Wamen ESDM Janji Atasi Krisis Listrik di Aceh
Penulis
Rubrik
Sumber
mediaindonesia.com

Masalah pasokan listrik masih menghantui sebagian wilayah Indonesia. Bahkan, pasokan listrik di Aceh masih tergantung dari Sumatra Utara.

Oleh karena itu, merampungkan sejumlah pembangkit listrik alternatif menjadi solusi mengatasi dan menyinari seluruh pelosok Aceh.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, di Banda Aceh, Sabtu (8/4) mengatakan semua wilayah yang mengalami krisis listrik akan diatasi bertahap. Begitu juga di Aceh. Bahkan, pihaknya telah merencanakan penambahan daya guna memenuhi kebutuhan listrik di Aceh.

"Kami berusaha dan juga telah berkoordinasi dengan PLN ke depan, akan memperbaiki dan menjadi prioritas kami dalam penambahan-penambahan daya listrik. Begitu dengan proyek pembangkit listrik 35000 MW, juga ada penambahkan pembangkit listrik baru dan akan mengcukupi kebutuhan listrik Aceh beberapa tahun ke depan," kata Arcandra usai menghadiri Orasi Ilmiah, di Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unsyiah, di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (8/4).

Ia menjelaskan, perlu waktu untuk merampungkan pembangunan pembangkit listrik yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan listrik di Aceh.

"Kan tidak bisa bangun listrik hari ini, perlu waktu dan rencananya sudah ada. Intinya penambahan beban di Aceh menjadi salah satu prioritas," sebutnya.

Meski demikian, krisis listrik di Aceh telah menjadi permasalahan krusial yang terus dirasakan masyarakat Aceh. Bahkan, klaim PLN yang telah menyelesaikan permasalahan listrik tidak berbukti. Pasalnya dalam sepekan ini kondisi listrik padam di Aceh terus terjadi.

"Mungkin ada pembangkit listrik yang rusak, jadi yang dilakukan PLN ialah perbaikan dan melakukan penambahan daya. Namun, ternyata yang lain mati. Nah, ini akan kita kembalikan dulu ke posisi awal sehingga listriknya bisa berfungsi dulu dan akan direncanakan penambahkan perbaikan transmisi," ujarnya.

Lebih jauh, Arcandra mengatakan penambahan daya listrik telah ditentukan dengan membangun pembangkit listrik baru di kabupaten kota di Aceh, ialah PLTA Takengon, 84 MW, PLTMG Lhokseumawe 250 MW, PLTU 3 dan PLTU 4 200 MW di Nagan Raya, PLTP Jaboi, Sabang 80 MW dan PLTH Krueng Raya, Aceh Besar 50 MW serta akan terinterkoneksi sampai ke Lampung.

"Dengan pembangunan itu, semoga dayanya melebihi kebutuhan listrik yang ada di Aceh. Kami terus berupaya, dalam beberapa tahun ke depan sesuai planing begitu juga interkoneksinya sampai ke Lampung," paparnya.

Wamen ESDM menegaskan, Aceh tidak ketergantungan listrik dari Sumatra Utara. Namun, lebih kepada mengoptimalkan grid interconnection dalam pembangian daya di Sumatra bagian utara.

"Jadi, jika ada kelebihan di Aceh akan disuplai ke Medan dan begitu juga sebaliknya. Karena itu harus dilakukan dalam listrik modern, sistem interkoneksi dianggap lebih efisien guna mengatasi permasalahan listrik. Sekali lagi bukan ketergantungan," tegasnya.

Arcandra menambahkan, energi berkeadilan akan diterapkan di Indonesia. Dimana akan terus menyinari pelosok tanah air dengan memenuhi kebutuhan listrik.

"Energi berkeadilan. Itu yang kami inginkan, adil. Salah satunya program desa-desa tanpa listrik telah dialirkan listrik dan BBM satu harga, semuanya seluruh Indonesia harganya satu. Inilah program kita berkeadilan, jadi tidak ada cerita satu daerah lebih dari yang lain," lanjutnya.*

(Baca : Gubernur: Pembangian Listrik Aceh Diatur Medan).

 

Komentar

Loading...