Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Atasi Limbah dan Sampah

Walikota Minta Kecamatan Sediakan TPS dan Gampong Miliki Angkutan Sampah

Walikota Minta Kecamatan Sediakan TPS dan Gampong Miliki Angkutan Sampah
Rapat Musrembang RKPK tahun 2022, Selasa (16/3).

Lhokseumawe | Untuk mengatasi keluhan sampah berceceran dan gangguan limbah asap pembakaran sampah. Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya meminta setiap kecamatan harus menyediakan lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Selain itu,  tiap gampong miliki armada pengangkut sampah.

Itu diungkapkan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya dalam rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah (Musrembang RKPK) Kota Lhokseumawe tahun 2022, di Aula Lantai Tiga Kantor Walikota, Selasa kemarin.

Kata dia, selama ini dirinya mengetahui adanya keluhan soal sampah yang berserak disembarang tempat atau tidak dibuang pada tempat yang telah disediakan.

Kondisi ini terjadi hampir setiap kecamatan dan banyak sampah yang menumpuk serta tercecer ditempat umum hingga membuat pemandangan menjadi tak indah serta menebar bau tak sedap.

Termasuk adanya keluhan warga yang terganggu dengan limbah asap hasil pembakaran berbagai jenis sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Alue Liem Kecamatan Muara Dua.

Walikota menilai, keluhan sampah ini terjadi bukan hanya karena kesalahan atau kurangnya kesadaran masyarakat semata, tapi karena kesalahan pemerintah yang tidak menyediakan tempat sampah yang layak.

“Persoalan keluhan sampah ini, menurut saya tidak sepenuhnya karena kesalahan masyarakat. Tapi karena pemerintah yang tidak menyediakan tempat sampah yang benar. Jadi warga membuang sampah sembarang karena tidak tersedia tempat buangan sampah yang mudah dijangkau,” ujarnya.

Walikota mengaku, untuk mengatasi masalah tersebut, maka pemerintah perlu melakukan pengadaan TPS di setiap kecamatan dan desa. Termasuk harus memiliki armada pengangkut sampah seperti kendaraan tiga roda yang memiliki bak penampungan mini.

Sehingga dengan memiliki TPS di kecamatan dan angkutan sampah di tiap gampong, maka persoalan tumpukan sampah dapat diatasi agar tidak berserak atau tercecer sembarangan ditempat.

Secara otomatis juga tidak akan ada lagi aroma bau tak sedap yang menyengat dihidung.

Usai menggelar rapat Musrembang RKPK tahun 2022, Selasa (16/3), Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya menyerahkan cinderamata kepada Kajari Lhokseumawe Mukhlis dan Kapolres Lhokseumawe AkBP Eko Hartanto di kantor walikota setempat.

Bahkan bila hal itu sudah direalisasikan, tapi sampah masih juga berserak maka baru dapat dinilai bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

Sedangkan soal limbah asap hasil pembakaran sampah yang telah menganggu kenyamanan warga lingkungan TPA Gampong Alue Liem, dapat diatasi dengan cara menghentikan pembakaran sampah.

Karena itu, nantinyatersedia TPS di setiap kecamatan, maka TPA dapat dialih fungsikan menjadi tempat pengolahan daur ulang sampah tanpa perlu melakukan pembakaran.

Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe Salahuddin mengatakan kegiatan Musrembang tersebut sengaja digelar dengan tujuan menyusun perencanaan pembangunan untuk tahun 2022.

Perencanaan itu sendiri dapat diketahui setelah menjaring informasi dan aspirasi dari seluruh stokholder yang hadir dalam rapat tersebut.

Dalam kegiatan itu, semua ikut membahas persoalan paling dominan di Kota Lhokseumawe yaitu masalah limbah dan sampah yang dikeluhkan masyarakat.

Salahuddin mengaku, sesuai hasil Musrembang tadi, pihaknya akan menindaklanjuti perintah Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya agar setiap gampong dapat melakukan pengadaan kendaraan motor jenis roda tiga.

Kendaraan itu, akan difungsikan untuk mengangkut sampah yang ada dilingkungan masyarakat desanya yang akan dibuang ke TPS yang tersedia ditiap kecamatan.

Selanjutnya, untuk mencegah pencemaran udara berupa asap hasil pembakaran sampah di TPA Desa Alue Liem, maka untuk tahun 2022 mendatang pemerintah akan mencari lahan baru untuk dibebaskan menjadi lokasi TPA baru.

Sedangkan TPA di Desa Alue Lim akan berubah menjadi tempat pengolahan lombah dan daur ulang sampah agar hasilnya dapat menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat

Seiring dengan itu juga, di setiap Kecamatan akan melakukan pembebasan lahan seluas 3 kali 3 meter untuk dijadikan sebagai TPS yang menyediakan konteiner penampung sampah.

“Untuk tahun 2022 mendatang, kita akan mencari lokasi baru yang jauh dari pemukiman penduduk sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun kita belum tahu dimana lokasi yang tepat, tapi nanti akan ditentukan lagi dalam rapat,” paparnya.

Salahuddin berharap hasil Musrembang dapat teralisasi di tahun 2022 mendatang agar dapat mengatasi masalah keluhan limbah asap dan sampah.***

Komentar

Loading...