Tak Hadir Silaturrahmi KAHMI Banda Aceh Bersama Parpol

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman Mohon Maaf

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman Mohon Maaf
google.com
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Walikota Banda Aceh H. Aminnullah Usman SE, Ak, MM menyesalkan dan meminta maaf, atas ketidakhadirannya pada acara Silaturrahmi Pimpinan Partai Politik Nasional dan Lokal yang dilaksanakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Banda Aceh, Kamis (14/12/2017) di Gedung C, Kantor Walikota Banda Aceh.

“Memang sejak awal kami sudah menyatakan hadir dan bertemu dengan pimpinan parpol se-Kota Banda Aceh. Bahkan, saya sudah mempersiapkan materi tentang pentingnya; sinergitas parpol, untuk mendukung pembangunan, menuju Banda Aceh Kota Gemilang,” kata Aminullah.

Namun, tanpa disengaja, waktu dan di hari yang sama, ada acara penyerahan DIPA dari Pemerintah Aceh kepada pemerintah kabupaten dan kota, yang diserahkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, sehingga waktu yang telah kami jadwalkan menjadi bertabrakan. “Atas kejadian yang tidak disengaja ini, saya mohon maaf kepada pimpinan parpol dan MD-KAHMI Banda Aceh. Ini memang diluar dugaan kita semua,” ucap Aminullah.

Selanjutnya, dia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan silaturrahmi bersama pimpinan partai politik se-Kota Banda Aceh dengan tema, Silaturrahmi Untuk bersinergi: Mengawal Pembangunan Kota Banda Aceh yang diinisiasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Banda Aceh.

“Sekali lagi, kami sadar acara itu penting sebagai masukan dari kawan-kawan parpol. Karena itu, sejak awal saya sudah berencana untuk hadir langsung pada acara tersebut dan tidak mewakilkan kepada siapapun. Namun, karena pada waktu bersamaan harus mengikuti penyerahan DIPA TA 2018 dari Gubernur Aceh sampai sore hari, maka dengan sangat menyesal saya tidak dapat hadir ke acara ini,” jelas Aminullah.

Dia berharap, pada waktu dan kesempatan serupa lainnya di masa datang, dapat menghadiri dan berdiskusi bersama jajaran KAHMI Banda Aceh. “KAHMI adalah potensi dan bagian strategis dari elemen bangsa dan negeri ini, termasuk Kota Banda Aceh. Karena itu, kami tetap membutuhkan pemikiran dan masukan-masukan positif demi kemajuan pembangunan Kota Banda Aceh yang Gemilang dalam bingkai syariah.

 “Saya berharap, kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan secara berkala. Saya yakin, sebab dalam KAHMI banyak potensi yang bisa kita maksimalkan, dengan berbagai latar belakang keahlian dan profesi, terutama dalam menyamakan persepsi membangun Kota Banda Aceh yang lebih baik,” ajak Aminullah.***

Komentar

Loading...