Pesta Ultah di Tengah Zona Merah Covid-19

Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya: Itu Acara Keluarga

Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya: Itu Acara Keluarga
Pesta Ultah putra Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya (Foto: Ist)

Lhokseumawe | Di tengah ancaman Covid-19, masyarakat Kota Lhokseumawe, dihebohkan dengan viralnya video Walikota Suadi Yahya beserta keluarga, mengelar pesta ulang tahun (Ultah) anaknya, tanpa mengunakan masker.

Entah bagaimana pula, acara ultah di salah satu cafe di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, bisa beredar luas di media sosial.

Akibatnya, Wali Kota Lhokseumawe  Suadi Yahya menerima kecaman dari warga dan mahasiswa.

Maklum, sebelumnya Suadi Yahya paling bersemangat mengeluarkan surat instruksi cegah Covid-19.

Bahkan, dia kerap bersikap berang terhadap pedagang kecil dan cafe yang tidak pakai masker dan jaga jarak alias tak sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Dia juga sempat mencabut izin usaha sejumlah tempat usaha dan cafe, yang  dinilai melanggar instruksinya. Termasuk berang saat melihat kegiatan kumpulan massa, resepsi pernikahan dan lainnya.

Nyatanya, ketegasan itu tak berlaku bagi keluarganya. Lihat saja pada rekaman video yang kini viral di media sosial tersebut.

Walikota Suadi Yahya,  sedang merayakan pesta ulang tahun anaknya, tanpa mengikuti protokol Covid,-19. Padahal, jumlah orang yang hadir lebih dua orang, walau itu diakui hanya keluarganya sendiri.

Ketua BEM Hukum Unimal, Muhammad Fadli menilai.  Dia dan para mahasiswa sudah melihat tayangan video pesta ultah putra Walikota Lhokseumawe dan keluarga itu.

Kata Muhammad Fadli, mereka larut dalam kebahagiaan dan terkesan lupa dengan wabah yang mematikan ini.

Dalam Pesta yang digelar, Kamis (4/6/2020) malam itu, tampak seluruhnya tak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Rekaman  dalam video ini penuh aksi bersukaria. Ironisnya,  putra-putra Suadi Yahya, memamerkan hadiah uang yang sangat fantastis. Nilainya, Rp100 ribu dan Rp50 ribu, yang disambung bagai tali, ditarik dalam bentuk roll gulungan yang bundar.

Fadli menilai, pesta pora Walikota Suadi Yahya dan keluarganya ini, terasa sangat menyakiti hati masyarakat yang sedang terjepit ekonomi karena imbas Covid-19.

“Walikota menunjukkan moralitasnya sebagai pemimpin yang semakin terdegradasi. Dia mengelar ultah anaknya di tengah status Lhokseumawe masuk zona merah. Selain itu,  pesta ini dilaksanakan di tengah rakyat terhimpit ekonomi," kritik Fadli.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri Walikota Lhokseumawe sendiri, yang sebelumnya ngetol merazia dan menindak pedagang kecil.

Apalagi, setelah Pemerintah Aceh mengeluarkan Surat Edaran, Plt Gubernur Aceh Nomor: 440/7810 untuk Bupati/Walikota terkait penerapan masyarakat produktif dan aman Corona Virus Diaease 2019 (Covid-19), pada kriteria Zona Merah dan Zona Hijau di Aceh yang diterbitan, 2 Juni 2020.

Isinya tertulis, Kota Lhokseumawe termasuk dalam Zona Merah sehingga perlu memperketat protokoler tentang pencegahan Covid-19.

Namun, pada periode kedua menjadi Walikota, Suadi Yahya justeru mempertontonkan contoh buruk pada publik.

Fadli menyebut, kemeriahan pesta orang nomor satu di daerah yang pernah disebut petro dolar itu secara vulgar, menunjukkan adanya kasta yang membedakan antara kelas bawah dan kelas atas pada publik.

"Jika dia membuat syukuran bersama anak yatim dan fakir miskin, mungkin kami masih dapat memahaminya," ujar Muhammad Fadli.

Atas dugaan pelanggaran itu, Fadli dan para mahasiswa meminta Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, bertindak tegas. Alasanya, Walikota Suadi Yahya sendiri yang membuat pesta tanpa melaksanakan protokoler pencegahan Covid-19.

"Hukum jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Jika ada alasan lain sehingga jajaran Polres Lhokseumawe tak memprosesnya, sampaikan secara terbuka kepada rakyat," tegas Muhammad Fadli.

Menurut dia, Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya, telah mengangkangi maklumat Kapolri, instruksi Presiden, dan peraturan perundang-undangan lainnya tentang pencegahan Covid-19

Kapolri pernah menyampaikan azas hukum dalam maklumatnya; salus populi suprema lex exto. Artinya, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

"Kami ingin bukti, apakah Pak Kapolres menjalankan perintah Presiden dan Kapolri atau tidak, terkait pesta ultah anak Walikota," ujar Fadli.

Lantas, apa kata Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya? Usai rapat tertutup di lantai tiga Kantor Walikota setempat, kepada media pers dia  menyampaikan klarifikasi soal video viral itu.

Dia membenarkan fakta dalam video tadi adalah dirinya dan keluarga yang sedang merayakan pesta di tempat tertutup.

Namun Suadi menjelaskan, kegiatan itu bersifat pribadi dan tidak ada orang lain kecuali keluarga.

Suadi juga mengaku sebelum pesta dimulai, dirinya sudah melakukan SOP cegah Covid-19 dan melarang orang luar bergabung.

“Itu cuma acara saya dengan keluarga. Kalau pakai masker harus ditempat umum. Acara itu juga ada disiapkan petugas cegah Covid-19,” ujarnya. Benarkah?***

Komentar

Loading...