Wali Kota Banda Aceh Serahkan 499 Sertifikat Tanah Untuk Warga

Wali Kota Banda Aceh Serahkan 499 Sertifikat Tanah Untuk Warga
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Aceh, Saiful dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Suria Bakti menyerahkan 499 sertifikat tanah untuk warga Kota Banda Aceh di Meunasah Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Selasa (15/1/2019).

Sertifikat tanah diserahkan secara simbolis kepada tujuh orang warga dari berbagai Gampong di Banda Aceh, yakni Linda Fauziah, Usman Fauzi dan Ernawati dari Gampong Ceurih. Kemudian diserahkan juga kepada Buchari (Pango Deah), Mahmudi (Gampong Ilie), Mukhifuddin (Gampong Doy) dan Kurniawati (Ie Masen).

Acara itu turut disaksikan Kabid Pertanahan Kanwil BPN Aceh, Zuriat, Camat Ulee Kareng, Rizal Abdillah dan Muspika Ulee Kareng, seperti unsur Koramil dan Polsek, Keuchik Ceurih, Mustafa dan sejumlah Keuchik dalam Kecamatan Ulee Kareng serta masyarakat setempat.

Wali Kota menyampaikan, program pembagian sertikat tanah ini merupakan program pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional. Dia meng-apresiasi Kanwil BPN Aceh dan Kantor Pertanahan Banda Aceh yang dinilai memiliki kepedulian tinggi untuk masyarakat kota.

“Banyak tanah milik warga yang belum memiliki sertifikat. BPN telah bekerja keras untuk masyarakat kota. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kota,” kata Aminullah.

Aminullah juga meminta warga, keuchik dan aparatur Gampong serta Camat mendukung program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sedang gencar gencarnya dilakukan pemerintah. Masyarakat diharapkan mendukung program PTSL ini agar semakin banyak tanah warga yang segera tercatat untuk diberikan sertifikat.

“Pemko Banda Aceh mendukung BPN untuk menyukseskan program ini. Sesuai dengan target, yakni tahun 2025 seluruh bidang tanah tercatat dan mendapatkan sertifikat. Kepada warga yang telah mendapatkan sertifikat tanahnya, untuk menyimpan dengan baik ditempat yang aman karena sertifikat tersebut merupakan barang berharga,"  harap Mantan Direktur Utama BPD Aceh itu.

Kakanwil BPN Aceh, Saiful menyampaikan, hingga saat ini, lebih dari 50 persen tanah di Banda Aceh sudah tercatat dan telah dikeluarkan sertifikat. Pencapaian ini melebihi rata rata Provinsi Aceh yang realisasinya masih berada di angka 40 persen. Untuk Banda Aceh sendiri diperkirakan akan tuntas hingga delapan tahun ke depan.

“Namun kita akan terus bekerja keras karena targetnya selesai tahun 2025. Pengurusan pendaftaran mendapatkan sertifikat tanah ini masyarakat, tidak dipungut biaya apapun, kecuali untuk kebutuhan pra sertifikat, seperti pemasangan patok batas, materai, surat menyurat. Dan, biaya ketika masyarakat sendiri tidak bisa hadir dan disuruh pada yang mewakili. Namun biaya itu tidak boleh lebih dari aturan SKB tiga menteri, dan penggunaannya harus disebutkan untuk apa saja,”ungkapnya.***

Komentar

Loading...