Hadapi Wabah Corona di Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh: Patuhi Protokol Kesehatan dan Terus Panjatkan Doa Tolak Bala

Wali Kota Banda Aceh: Patuhi Protokol Kesehatan dan Terus Panjatkan Doa Tolak Bala
Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM bersama ulama Aceh, Sabtu, 8 Juli 2017 lalu (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)
Penulis
Sumber
Humas Pemko Banda Aceh

Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengakui, meredanya penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Banda Aceh khususnya dan Aceh umumnya, tak lepas dari kerjasama berbagai pihak. Selain itu, karena kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.

"Dan yang paling utama, karena masjid-masjid, dayah, meunasah, dan tempat ibadah umat muslim lainnya maupun di rumah-rumah terus melantunkan doa dan zikir bersama kepada Allah SWT," jelas dia.

Menurut Aminullah Usman, doa tulak bala atau tolak bala (begitu masyarakat Aceh sering menyebutnya), selalu dibacakan saat shalat wajib lima waktu. Termasuk ketika shalat taraweh dan witir pada bulan ramadhan lalu.

Tujuannya, memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala penyakit bahaya termasuk virus yang sangat mematikan saat ini.

Sebelumnya atau 23 Maret 2020, Wali Kota Banda Aceh telah mengumumkan imbauan kepada seluruh masyarakat di kota ini dan meminta untuk memperbanyak ibadah di rumah masing-masing dan tempat peribadatan

“Beristighfar kepada Allah, bersalawat kepada Rasulullah setelah shalat. Kemudian bacalah surat Yasin dan surat Al-Isra ayat 81,” kata Aminullah menjelaskan isi imbauan. Sikap berserah diri kepada Allah ini, dimaksudkan agar penyebaran virus mematikan ini tidak terjadi di Banda Aceh dan bumi Serambi Makkah secara umum.

20200528-ulama2

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin menggelar coffee morning bersama para ulama dari lima negara di pendopo wali kota, Rabu, 27 Desember 2017 (Foto: Humas Pemko Banda Aceh).

Doa ini, katanya, merujuk kepada saran ulama-ulama (MPU). Selain doa tersebut, hampir di setiap masjid yang ada di Banda Aceh pun terdengar membacakan qunut nazilah pada saat waktu salat fardhu.

Aminullah mengungkapkan salah-satu faktor penyebab Banda Aceh dan Aceh pada umumnya minim angka positif Covid-19 adalah masyarakat yang terus berdoa dan patuh pada ulama.

“Mayoritas penduduk di sini adalah muslim. Kami percaya dengan berdoa dan berzikir maka Allah jauhkan kami dari segala wabah penyakit,” ucap Aminullah, Kamis 28 Mei 2020 di Pendopo Wali Kota, Banda Aceh.

Sinergitas antara pemerintah, peran ulama, tokoh-tokoh dan masyarakat yang patuh ini merupakan wujud dari suksesnya Banda Aceh dalam penanganan Covid-19, sebutnya.

Di samping terus berdoa, Aminullah juga meminta masyarakat tetap waspada dan terus melaksanakan protokol kesehatan yang ada.

“Tidak bisa kita pungkiri virus ini akan datang kapan saja. Tetap jaga jarak, gunakan masker dan cucilah tangan usai beraktivitas. Ini semata bentuk ikhtiar kita dalam mencegah corona,” kata Aminullah.

Ia pun mengharapkan, Aceh yang merupakan daerah berlaku syariat Islam terus dilindungi Allah SWT.***

Komentar

Loading...