Terkait Kasus HIV/AIDS Dialami Lelaki Seks Lelaki di Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman: Banyak Pendatang, Saya Khawatir Survei Itu!

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman: Banyak Pendatang, Saya Khawatir Survei Itu!
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan, warga Aceh sudah 854 orang lebih terkena HIV/AIDS.

Penyakit mematikan ini didominasi dan ditularkan oleh pasangannya dan perilaku seks bebas. Untuk kasus 2018-2019 misalnya, dominan terjadi pada Lelaki Seks Lelaki.

Adapun, daerah yang paling tinggi penderita HIV yaitu, Aceh Utara dengan jumlah 105 kasus. Disusul Banda Aceh sebanyak (89 kasus), Aceh Tamiang (83 kasus) dan Bireuen (72 kasus).

Menanggapi kondisi miris ini, membuat Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman prihatin. Namun, dia mrngaku belum melihat secara langsung hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh.

Itu disampaikannya, saat dikonfirmasi seusai menghadiri acara Rapat Paripurna DPRK Banda Aceh, Jl. Teuku Moh. Daud Beureueh Nomor 5, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Selasa, 26 November 2019.

“Saya belum melihat hasil surveinya, mana hasilnya saya belum melihat. Kapan mereka survei dan dimana mereka survei kita, tidak tahu,” ungkapnya.

Menurut dia, Kota Banda Aceh merupakan daerah yang banyak ditinggali para pendatang. Sehingga belum tentu yang di survei itu merupakan warga Kota Banda Aceh asli.

“Namun jika itu pun benar, tentu kita tahu bahwa Banda Aceh merupakan kota dengan berbagai kalangan hadir di sini. Mungkin hanya orang datang ke dokter dan mengatakan seperti itu,” kata Aminullah.

Terlepas dari kasus tersebut, Wali Kota Banda Aceh menghimbau warga kota ini untuk meningkatkan dan menguatkan  bidang keagamaan dan pendidikan keluarga.

“Seandainya benar, berarti perlu adanya peningkatan atau penguatan bidang keimanan dan keluarga,” jelas Aminullah Usman.

Dia mengaku ragu terhadap kebenaran survei Lelaki Seks Lelaki di Kota Banda Aceh.

“Namun disisi lain, kita juga tidak tahu siapa orangnya. Saya juga khawatir terhadap survei itu. Karena yang mereka survei, apakah penderita dan apa mareka mau mengakui apa enggak," ungkapnya bernada bertanya.***

Komentar

Loading...