Walau Sudah Disahkan DPRA Lama, Ada Harapan RAPBA 2020 Dibahas Ulang

Walau Sudah Disahkan DPRA Lama, Ada Harapan RAPBA 2020 Dibahas Ulang
Pengesahan APBA 2020.
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sepertinya, ada keingginan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Periode 2019-2024 yang dilantik akhir September 2019, agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2020 Rp 17,279 triliun yang disahkan, anggota DPRA periode 2014-2019 pada Rabu (25/09/2019), dibahas ulang.

Usulan bahas ulang itu mulai diwacanakan kembali, terutama anggota DPR Aceh wajah baru.

Sebut saja Irpannusir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Melalui sambungan telpon, mantan Ketua Pemuda Aceh Selatan (PAS) ini yakin, ramai anggota DPRA Periode 2019-2024 tidak setuju RAPBA 2020 disahkan oleh anggota DPRA periode sebelumnya.

“Pastilah mayoritas yang baru berharap dibahas oleh yang baru,” kata Irpannusir, Senin (28/10/2019).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil 9) ini punya alasan agar RAPBA 2020 dibahas ulang. Salah satunya menyangkut fungsi pengawasan dari wakil rakyat itu sendiri.

Memang, setelah wakil rakyat tadi mengucap sumpah, 81 anggota DPRA berkewajiban menjalankan fungsi yang melekat pada wakil rakyat tersebut yaitu; pengawasan, anggaran dan legislasi.

“Karena kedepan menyangkut pengawasan, tentu akan efektif yang kita ketahui itu pula yang akan kita awasi,” ujarnya.

Irpannusir mengaku, meski RAPBA 2020 sudah dibahas anggota DPRA periode lalu. Menurutnya masih ada peluang untuk dibahas kembali meskipun tidak semuanya.

Begitupun, itu tergantung dari anggota DPRA sendiri. “Tergantung kawan-kawan. Semua bersepakat yakin ada celah untuk dibahas walau pun tidak 100 persen atau mulai dari nol,” katanya.

Anggota DPRA dari PNA, M Rizal Falevi Kirani berharap serupa, jika ada paripurna kembali ia mengaku akan lakukan protes terhadap RAPBA 2020. “Kalau ada paripurna lagi tetap proteslah,” kata mantan aktivis SIRA ini, Senin (28/10/2019).

Namun yang jadi soal, menurut M. Rizal Falevi Kirani, RAPBA 2020 sudah dibahas DPRA periode lama. Itulah sebabnya anggota DPRA yang baru dilantik tidak melakukan pembahasan RAPBA 2020.

“Sama kami tidak ada lagi pembahasan, karena sudah selesai dibahas anggota DPRA periode lalu. Sudah dibalap semua, kita tidak ada pembahasan apapun lagi,” sebutnya.

Sedangkan Dalimi, Wakil Ketua DPRA dari Partai Demokrat yang diminta konfirmasi mengatakan. RAPBA 2020 sudah selesai dibahas pada September 2019 lalu. Itu sebabnya, tidak ada persoalan lagi dengan anggota DPRA baru. “Nggak ada masalah,” sebut Dalimi, Senin (28/10/2019).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil II) ini mengaku. DPR Aceh Periode 2019-2024 sedang membahas Tata Tertib (Tatib). Ia juga mengaku deadline pembahasan tatib sampai 15 November 2019.

“Belum tuntas karena hari ini pembahasan tatib,” jelas Dalimi menjawab konfirmasi media ini terkait perkembangan pembentukan alat kelengkapan dewan di DPR Aceh.***

Komentar

Loading...