Sebelum Ditetapkan dan Dicap ‘Pengkianat’

Wakil Ketua KPA/PA Abu Razak: Sebaiknya Abu Doto Kembali ke PA

Wakil Ketua KPA/PA Abu Razak: Sebaiknya Abu Doto Kembali ke PA
Wakil Ketua KPA/PA Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak
Penulis
Rubrik
Banda Aceh | Wakil Ketua Dewan Pimpinan Aceh-Partai Aceh (DPA-PA) Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak mengajak mantan Tuha Peut dr. H. Zaini Abdullah (Abu Doto) untuk kembali ke Partai Aceh (PA). Himbauan Abu Razak agar mereka yang telah keluar dari PA untuk kembali rumah dasar Partai Aceh. Tapi syarat, sebelum Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan pasangan calon, Senin (24/10/2016) mendatang.

Ajakan itu, disampaikan Abu Razak di posko pemenangan bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf-TA. Khalid, Lampriet, Banda Aceh, Selasa (11/10/2016). Kata Abu Razak, Abu Doto beserta beberapa pengurus PA lain yang maju jalur perseorangan, sah mengundurkan diri. Kecuali Partai Aceh membuat surat keberatan  ke KIP. “DPA-PA sudah menerima dan haknya sebagai seseorang warga negara, walaupun Abu Doto orang tua kami dan meninggalkan anak-anak begitu saja, kami sudah terbiasa,” ujar Abu Razak yang didampingi jurubicara Partai Aceh, Adi Laweung, Selasa.

Begitupun, selaku anak, Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Abu Razak ini tetap menghimbau dan mengajak Abu Doto untuk kembali ke barisan Partai Aceh. “Kita lihat dari kondisi dia, sisi kesehatan, dan masalah KTP yang belum cukup. Jadi masih banyak pintu untuk mundur dari bakal calon. Jika itu dia lakukan, kami masih menerima dia untuk kembali, tetapi sebelum masa penetepan calon diputuskan, tanggal 24  Oktober 2016. Diakui atau tidak oleh Abu Doto, kesehatannya terganggu. Karena itu, kami berharap sebelum masa penetapan Calon Gubernur, pulang dan kembalilah  bersama barisan (jamaah) Partai Aceh yang telah dia tinggalkan sendiri,” ujar Abu Razak.

Menurut Abu Razak, walau surat pengunduran diri Abu Doto sebagai Tuha Peut Partai Aceh yang telah dikirim suratnya tanggal 12 Juni 2016 lalu, namun bila Abu Doto kembali ke PA sebelum penetapan calon, pihaknya  masih membuka pintu untuk membicarakan kembalinya Abu Doto. “Selaku anak kami menghimbau kepada orang tua kami, masalah Tuha Peut bisa saja, kita rapatkan dulu. Ada prosesnya, tetapi peluangnya lebih besar. Jadi mungkin saja, Mualem pun terbuka menerima mereka berdua (dr. Zaini Abdullah-Zakaria Saman). Mari sama-sama kita menangkan Mualem seperti ZIKIR dulu. Saya menghimbau agar Abu Doto tidak menyesal dikemudian hari,” jelas Abu Razak.

Mantan GAM eks Libya itu tak membantah bahwa pengorbanan Abu Doto dalam garis perjuangan sangat besar. “Sejujurnya, pengorbanan Abu Doto dalam perjuangn tinggi sekali, mulai tahun 1976 hingga tercapainy perdamaian.  Dia di pengasingan ke Eropa, kemudian dia kembali ke sini (Aceh) dan kita tunjuk jadi orang nomor satu di Aceh. Itu sejarah bagi Abu Doto, karena itu, dimasa akhir hidupnya, kita berharap jangan sampai dia dicap sebagai pengkhianat, karena meninggalkan perjuangan dan jamaah ketika sudah berkuasa. Tulis itu,” tegas Abu Razak, Selasa (11/10/2016). Kata Abu Razak, mungkin sebagai manusia tentu ada khilaf, karena itu Abu Razak mengajak Abu Doto untuk kembali ke Partai Aceh dan memenangkan Muzakir Manaf. “Mungkin dia khilaf, karena itu kembali dalam barisan perjuangan. Semua saya himbau, termasuk Adnan Beuransyah, Roni Ahmad (Abu Syiek) dan Nek Tu," harap Abu Razak.

Abu Razak mengaku masih ingat dengan pesan Zakaria Saman bahwa, jika Partai Aceh bersatu, maka tetap kuat. Namun, yang terjadi justru Apa Karya keluar dari Partai Aceh. “Misalnya dulu Apa Karya berpesan pada kami, kita harus  bersatu padu untuk bisa kuat. Kenapa hari ini dia turun dari mobil PA, jadi tanda tanya juga, kalau kami yang muda-muda ini khilaf itu mungkin wajar, tetapi sekarang justru yang muda-muda siap menarik  orang tua untuk kembali,” sebut Abu Razak.

Kenapa Abu Razak tetap berharap dan mengajak Abu Doto kembali ke PA? Alasan Abu Razak, kalau sudah ditetapkan sebagai pasangan calon, nanti akan susah Abu Doto jika ingin kembali ke PA. Sebaliknya sekarang masih ada peluang besar bagi Abu Doto. Keyakinan Abu Razak sangat mendasar. Sebab, dalam surat pengunduran dirinya menyebutkan bahwa Abu Doto masih ingkin kembali ke Partai Aceh. “Tetap berharap sebelum  masa penetapan, kalau setelah itu susah. Dari sisi kesehatan dia itu nampak, bukan kita doakan tetapi kelihatan dia sakit. Kenyataan, dari segi umur, KTPnya saya dengar belum cukup juga, jadi saya kira kerjaan berat lagi, yang penting jangan sampai dicap pengkhianat, tulis itu,” katanya.

Abu Razak mengakui bahwa ajakan untuk kembali ke PA sudah sering mereka sampaikan ke Abu Doto, tapi tetap saja maju, seakan-akan Abu Doto didesak untuk maju oleh keluarga dan orang-orang di sekelilingnya, terutama mereka yang tidak tersentuh dengan perjuangan. "Kami sudah duduk dan berpesan,  Abu Doto jangan tinggalkan Partai Aceh. Abu Doto jadi Gubernur karena Partai Aceh, tetapi dia tetap memilih jalur independen. Pesan ini sudah beberapa kali kami sampaikan. Abu Doto kita gabung satu perahu, kalau mau kita lanjut atau biarkan yang muda yang pegang, yaitu Mualem, apalagi Abu Doto sudah lanjut usia, tetapi dia tetap mau lanjut. Katanya masyarakat Aceh yang minta dia naik lagi, mungkin keluarga dia yang suruh naik, jadi terserah saja. Kita dari segi usia, umurnya sudah 76 tahun sudah layak untuk istirahat, jadi penasehat, kalau mau pulang ke Swedia lihat anak dan cucu, silahkan. Kami akan fasilitasi. Tetapi, kalau dia ditinggalkan kami dan masju melalui jalur independent juga, ya silahkan saja. Itu hak seseorang," tegas Abu Razak.***

Komentar

Loading...