MODUSACEH.CO, X-File (Bagian I)

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk. Husaini A.Wahab: Mawardi Ali Pembohong dan Munafik!

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk. Husaini A.Wahab: Mawardi Ali Pembohong dan Munafik!
Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Wawancara, Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO, Muhammad Saleh bersama Wakil Bupati Aceh Tgk Husaini A. Wahab atau akrab disapa Waled Husaini, hingga kini masih menjadi buah bibir di Kabupaten Aceh Besar khususnya dan Aceh umumnya.

Ini tak hanya terkait isi wawancara atau pernyataan Waled Husaini yang dinilai "berani" dan apa adanya. Tapi, peredaran versi cetak (Tabloid MODUS ACEH) edisi 21 dan 22, Oktober-November 2019, juga lenyap di pasaran (agen dan loper).

Akibatnya, banyak pihak yang tak kebagian dan penasaran. Diduga, edisi cetak tadi telah diborong oleh orang yang mengaku dari tim Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Entah itu sebabnya, hingga Rabu, 6 November 2019, redaksi media ini terus mendapat pesan dan permintaan agar wawancara tadi diwartakan kembali. Nah, atas permintaan pembaca setia itulah, kami mengambil kebijakan redaksi untuk mempublikasi kembali melalui MODUSACEH.CO. Berikut penuturannya yang kami sajikan dalam tiga bagian.

MODUSACEH.CO | Telpon seluler saya berdering kuat pukul 12.17 WIB, Rabu, 16 Oktober 2019. Dari tampilan layar muncul nama Tgk. Husaini A. Wahab atau akrab disapa Waled Husaini. Dia Wakil Bupati, mendampinggi Mawardi Ali, Bupati Kabupaten Aceh Besar Periode 2017-2022.

“Assalamu’alaikum. Lon ka trep hana meurumpok sagai ngon droneh, setelah PORA 2018. Pu na wate siat taduk, ba’da shalat zhuhur ta jeb kupsi di D. Energy Cafe, Lamsayun. Lon dari Jantho langsung keunan. (Assalamu’alaikum. Saya sudah lama tidak bertemu Anda, setelah PORA 2018. Anda punya waktu sejenak, setelah shalat zhuhur kita ngopi bersama di D. Energy Cafe Lamsayun. Saya dari Jantho langsung ke sana),” ajak Waled.

Mendapat kehormatan itu, saya pun langsung mengamininya. “Get Waled, Insya Allah, poh dua lon ka trok keunan. (Baik Waled, Insya Allah pukul dua saya tiba di sana),” balas saya.

Usai shalat dan makan siang, saya pun meluncur ke tempat tujuan. Rupanya, Waled sudah lebih dulu tiba. “Siat beh, lon duk ngon gob siat (Sebentar ya, saya duduk dengan orang lain sebentar),” kata Waled minta waktu.

Lima menit kemudian, Waled pun berpindah meja. Ya, walau saya bukan seorang santri, apalagi alumi Dayah Ruhul Fata, Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, tempat Waled Husaini menanamkan ajaran tauhid, aqidah dan syariah pada ribuan putri dan putri Aceh. Namun, hubungan saya dengan Waled Husaini memang sudah lama terjalin.

“Ta pajoh empek empek saboh pingan dua jet (Kita makan empek empek satu piring berdua mau),” tawar Waled. “Lon sami'na wa atha'na (saya dengar dan ikut saja) Waled,” ucap saya sambil senyum.

Nah, dari sanalah awal cerita bergulir, tentang kisah dan “nasib” haru birunya sebagai Wakil Bupati Aceh Besar tanpa peran dan “kehormatan”. “Mawardi Ali itu pembohong dan pemimpin munafik,” kata Waled dengan suara tinggi.

“Kenapa Waled kelihatan begitu serius dan marah,” balas saya bertanya. “Saya pikir dia berubah. Ternyata semakin menjadi-jadi. Saya akan berjihad, melawan kezaliman dia kepada rakyat Aceh Besar. Saya bertanggungjawab dengan apa yang akan saya ucapkan,” balas Waled kembali.

Puncak kemarahan ini rupanya yang keduakali. Sebelumnya, Minggu, 28 Juli 2019, Waled Husaini juga mengkritik kepemimpinan Mawardi Ali sebagai mitranya (baca: Dibalik Imbauan Mawardi Ali. Waled Husaini: Saya Tidak Tahu Karena tak Diajak!).

Dia mengaku tak dilibatkan dalam berbagai kebijakan, usai memenangkan konstestasi Pilkada 2017. Begitupun, media ini tak berhasil melakukan konfirmasi kepada Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, terkait berbagai pengakuan Waled Husaini. Sebab, sejak pemberitaan beberapa waktu lalu, Mawardi Ali memblokir semua pesan dan sambungan dari wartawan media ini.

“Kami tidak berani berikan Bang, kalau tidak ada perintah dari Pak Bupati,” begitu ungkap seorang staf di Bagian Humas Setda Aceh Besar, saat redaksi media ini meminta nomor telpon seluler Mawardi Ali, Jumat beberapa pekan lalu.

 

Baik, apa yang ingin Waled sampaikan?

Saya mau cerita dari awal tentang bagaimana proses sehingga saya mendampinggi Mawardi Ali. Saya diajak Mawardi dan pimpinan PNA, PAN serta PDA, sebagai Wakil Bupati Aceh Besar, mendampingi Mawardi. Jadi, bukan saya yang minta dan merenggek-renggek.

Kapan dan apa reaksi Waled ketika itu?

Tahun 2016. Biasa saja dan kurang serius. Lalu, Mawardi dan Ketua Tim Pemenangan Mukhlis (Ketua PAN Aceh Besar) mendatangi Abon di Dayah. Ada juga Firdaus (PBB) dan dari PDA. Mereka meminta saya mendampingi Mawardi.

Apa jawaban Abon saat itu?

Abon tanya, apakah ajakan ini serius? Kalau memang serius lanjutkan, jika tidak jangan. Dan, apakah bisa kerjasama dan bersama-sama adik saya? Jangan setelah berhasil adik saya dijadikan sebagai pemotong pita. Kalau ini terjadi, lebih baik kembali pesantren atau dayah. Dia banyak pekerjaan serta tanggungjawab di sini. (Wajah Waled mulai serius. Lalu dia memesan segelas jus dan sepiring empek empek).

Apa jawaban Mawardi?

Tidak Abon. Saya dan Waled akan jalan bersama dan bekerjasama untuk kemajuan ummat dan rakyat Aceh Besar. Menegakkan dan menjalankan syariat Islam di Aceh Besar. Jika kami terpilih sebagai Bupati  dan Wakil Bupati, kami sama-sama bekerja.

Lalu?

Jawaban Abon saat itu, kalau memang begitu, do’a dari saya. Saya berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan terpilih. Kalau niat yang baik untuk membangun Aceh Besar dan agama (Sorot mata Waled berkaca, ada kesan dia mengenang pesan Abon)

Faktanya?

Saat kampanye, di atas panggung memang benar. Komitmen dan janji itu disampaikan Mawarli Ali berulang-ulang kepada rakyat dan tim pemenangan. Dia sebut, jika terpilih semua urusan agama, pesantren, dayah dan Baitul Mal dibawah pengawasan Waled.

Saya juga sampaikan, Mawardi Ali sudah sangat berpengalaman dalam politik, karena itu urusan pemerintahan akan dikelola langsung, secara bersamaan. Termasuk peningkatan bidang agama. Terutama merekrut anak-anak pesantren dan dayah.

Hasilnya?

Ternyata, diawal perjalanan sudah ada tanda-tanda dia mau tinggalkan saya. (Waled terdiam sejenak. Lalu, diambil sebatang rokok dan menyulutnya).

Sikap Waled?

Saya pikir ini biasa, euforia di awal kekuasaan dan tidak ada apa-apa, siapa tahu nanti berubah. Nyatanya, hingga sekarang tak berubah. Dia pembohong dan munafik! (Suara Waled tinggi, ada ungkapan emosi yang dia ingin lepaskan).

Ada yang sebut, Waled kurang koordinasi dengan Mawardi?

Itu bohong! Saya sering koordinasi dengan dia. Bahkan, Sekda pernah datang ke rumah saya dan bilang. Jika Waled ingin sampaikan sesuatu, biar saya sampaikan pada Pak Bupati. Saya sudah cukup bersabar dua tahun.

Ada hasil?

Tidak, sama sekali tidak. Akhirnya saya sampaikan dan tanya kepada Mawardi tentang apa tugas dan wewenang saya. Ini terkait mutasi beberapa kepala dinas hasil tes. Contohnya Dinas Kesehatan. Saya sarankan, karena dinas ini langsung menyentuh rakyat. Jika dia kurang berkenan, maka carilah orang yang cocok. Jangan digantung seperti ini. Tidak baik untuk pelayanan masyarakat. Kalau begini, membuat mereka bekerja setengah hati, kalau bisa kita buka yang lain. Itu saran saya saat itu (Waled tenang kembali, dia mengambil beberapa potong empek empek dan menikmatinya).

Hasilnya?

Ternyata sudah satu tahun lebih dan sampai hari ini masih Plt. Padahal, saat itu ada tiga nama calon. Ternyata, ketiganya tidak dilantik juga. Lalu, pegawai dan staf Dinas Kesehatan datang kepada saya dan bertanya, kenapa masih Plt Waled? Saya mau jawab apa?

Hanya itu?

Tidak juga. Didampinggi Zul Bintang (adik H. Rusli Bintang), saya datang ke rumah Mawardi. Dia sengaja saya bawa sebagai saksi dan saya bertanya: Pak Bupati, sebenarnya kerja dan tugas saya apa? Kalau begini terus, lebih baik saya masukkan baju dalam tas dan kembali ke pesantren, karena masih banyak kerja di sana.

Apa jawab Mawardi?

Oh tidak Waled. Kita kerja sama-sama. Apa yang bagus kata Waled, kita lanjutkan saja. Manis sekali ucapannya saat itu.

Berjalankah?

Tidak, ternyata bohong semua dan munafik! (Jawab spontan Waled).***

Komentar

Loading...