Waduh! Semua Galian C di Simeulue Belum Ada Izin

Waduh! Semua Galian C di Simeulue Belum Ada Izin
Kegiatan tambang ilegal di Simeulue. Foto: Fabri/kba.one

Simeulue | "Setahu saya, hingga saat ini di Kabupaten Simeulue belum satu pun ada perusahaan yang memiliki izin, terkait kegiatan penambangan galian C". Begitu ungkap Asmanuddin, Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMT2PTSP) Kabupaten Simeulue, Rabu, 06/11/2019.

Menurut dia, sejumlah perusahaan di Simeulue yang bergerak di bidang pertambangan. Masuk katagori bahan galian industri golongan C berupa, tanah, pasir, batu, granit, marmer, serta lainnya yang telah lama beroperasi. Namun hingga kini belum mengantongi izin dari dinas perizinan provinsi maupun daerah.

Bahkan katanya, ada perusahaan yang belum ada izin namun melakukan penggalian yang diduga masuk ke area hutan lindung. Termasuk melakukan pencemaran lingkungan. Sehingga, diduga berdampak merugikan masyarakat setempat.

"Mereka melakukan penggalian di wilayah Desa Putra Jaya, Kecamatan Simeulue Tengah, Simeulue. Menurut dugaan saya masuk mereka melakukan penambangan di areal hutan lindung," ucap Asmanuddin.

Dikatakan, saat ini ada sejumlah perusahaan yang sedang melakukan proses pembuatan izin galian C. Namun semua itu butuh waktu serta mendapat pemantauan langsung dari Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD). Nantinya akan mengeluarkan rekomendasi terkait kelayakan lokasi dan tata ruang daerah.

"Setelah mendapat rekomendasi dari TKPRD, barulah selanjutnya membuat izin ke dinas perizinan Provinsi Aceh," jelasnya.

Berikut sejumlah perusahaan yang beroperasi di Simeulue dan diduga belum memiliki izin galian C. PT. Bahtera Agung, PT. Hananan, PT. Armada, PT. ALS, dan ada beberapa perusahaan lainnya.***

Komentar

Loading...