Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Ormas/OKP Gelar Demontrasi di Gedung DPR Aceh

UU Cipta Kerja Dinilai Hanya Jalan Keuntungan Pengusaha

UU Cipta Kerja Dinilai Hanya Jalan Keuntungan Pengusaha
Demo Ormas/OKP di Gedung DPR Aceh (Foto: M. Yusrizal I MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Jumat, 9 Oktober 2020 kembali didatangi para demonstran, yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Senin, 5 Oktober 2020.

Usai demonstrasi mahasiswa di bawah perhimpunan BEM se-Aceh. Hari ini, beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), kembali menggelar aksi serupa di lokasi yang sama. Gedung DPR Aceh.

Aksi ini mengusung tema "UU Cipta Kerja, DPR/Pemerintah Fasilitasi Korporasi dan Oligarki".

Para orator menyebut, penguasa di Indonesia kebanyakan berlatarbelakang pengusaha. Sehingga, disahkannya Omnibus Law merupakan jalan untuk meraup keuntungan bagi para investor (pengusaha).

20201009-adri1

Foto: M. Yusrizal I MODUSACEH.CO

Karena itu, massa meminta dan mendesak Plt. Gubernur Aceh, DPR Aceh serta fraksi yang ada di DPR Aceh kompak mengeluarkan rekomendasi tertulis. Isinya menolak pemberlakuan Omnibus Law.

Setelah lama berorasi di luar pagar, para demonstran ditemui Fuardi (Fraksi PAN) dan Zainal A (Fraksi PKS). Lalu, massa diizinkan masuk ke halaman Gedung DPR Aceh, menyampaikan 14 butir sikap terhadap UU Cipta Kerja.

Fuardi menyebut, DPR Aceh akan segera menyurati Presiden Ir. H. Joko Widodo, DPR RI, serta perwakilan Aceh di DPR RI, menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh agar UU Cipta Kerja dibatalkan.

"Tugas DPR Aceh adalah menampung aspirasi. Kami akan menyurati Presiden dan DPR RI, selambat-lambatnya, Senin mendatang,” sebut Fuardi.

Di lain hal, ia meminta para jurnalis untuk memberitakan gejolak masyarakat Aceh, menolak UU Cipta Kerja, sebagai upaya pesan kepada pemerintah pusat.

Fuardi juga menyampaikan permohonan maaf Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, lantaran tidak bisa menjumpai massa. Kabarnya Dahlan masih dalam kondisi sakit.

Massa menyebut akan terus mengawal kebijakan DPR Aceh terkait 14 butir sikap yang telah diserahterimakan kepada DPR Aceh sore tadi. Dan mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian dan berjalan dengan tertib dan damai. Tampak, aksi demo ditutup 16.50 WIB dengan doa bersama dan salawat kepada Rasulullah, Muhammad SAW.***

Komentar

Loading...