Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar

Usai Suntik Covid-19, Dua Nakes Alami Efek Vaksin

Usai Suntik Covid-19, Dua Nakes Alami Efek Vaksin
Ilustrasi vaksinasi. Foto: liputan6.com
Rubrik

Banda Aceh | Dua tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, dikabarkan sempat mengalami gangguan kesehatan setelah menjalani suntik Covid-19, Kamis, 11 Februari 2021.

Sebelumnya, seorang dokter spesialis juga dikabarnya mengalami gangguan serupa hingga dirawat di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, satu orang Nakes yang mengalami gangguan kesehatan tadi berasal dari Pukesmas Banda Raya, Kota Banda Aceh, sementara satu pasien vaksin tenaga kesehatan dari Pukesmas Kuta Malaka, Kabupaten Aceh besar.

Kedua terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh untuk mendapat perawatan intensif.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh Dr Fuziati, Sp.Rad. melalui Wakil Direktur Pelayanan dr. Ihsan, Sp.M. kepada media ini Kamis, 11/2/2021 membenarkan adanya kejadian tersebut.

Katanya, sejak Rabu kemarin, pihaknya ada menerima dua pasien yang bergejala pasca vaksin. Mereka adalah, AD (51), Tenaga Kesehatan Pukesmas Banda Raya Banda Aceh dan RPS (29), Tenaga Kesehatan Pukesmas Kuta Malaka Aceh Besar.

"Pasien AD saat tiba di IGD RSUD Meuraxa dalam keadaan sulit bernafas dan kesadaran sedikit berubah tapi ”bukan koma”. Mungkin ada penyempitan akibat pembengkakan di saluran nafas, kemudian kami bantu dengan alat pernafasan," kata dr. Ihsan, Sp.M.

Ihsan menambakan, saat ini tim dokter sedang mencari penyakit lain, sebab dari pernyataan keluarga memang tidak jelas AD menderita penyakit tertentu. "Menurut anaknya, ibunya itu kadang sesak kalau pulang kerja karena kecapekan dan sering cek darah," ungkap anaknya tadi.

"Kita terus cari tahu sebenarnya AD sakit apa, sehingga mungkin ada sesuatu penyakit yang menyebabkan keluhan setelah divaksin," jelas Ihsan.

Menurut Ihsan, ada banyak yang seharusnya tidak boleh divaksin seperti kanker, darah tinggi, darah manis (DM) yang berat, alergi berat, jantung dan penyakit lainnya.

Tentunya, saat discreening mereka lebih tahu, namun kondisi AD sudah membaik dan alat bantu juga sudah dilepas.

Mengenai RPS, Ihsan menjelaskan. Pasien ini mengalami ganguan mag kronis seperti timbul gejala pening, mual usai disuntik. Namun hari ini juga sudah membaik dan mungkin besok sudah dibolehkan tim dokter untuk pulang.

Sementara itu dr. Riza Mulyadi, Sp.An. (Specialis Anestesi) yang menangani langsung ketika AD masuk IGD mengatakan, pasien dalam kesadaraan menurun bukan koma.

Saat itu memang dia kejang-kejang. Menurut keluarganya, pasien punya riwayat kejang. Tap, bisa jadi juga karena ketakutan saat disuntik. "Pasien dibawa ke sini dari rumah. Artinya telah melalui tahap observasi pasca suntik vaksin dan keadaanya mulai membaik," tutup dr. Riza Mulyadi.

 Sebelumnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor: 2/INSTR/2021, tentang vaksinasi Covid-19 bagi seluruh ASN, tenaga kesehatan dan tenaga kontrak di lingkup Pemerintah Aceh. Mereka  wajib divaksin.

Bagi yang menolak untuk vaksin akan dikenakan sanksi yang tegas hingga pemecatan sesuai peraturan pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Karena itu, pasca terbit Intruksi Gubernur Aceh ini, Pemerintah Aceh gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19. Terutama untuk tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan untuk menangani Covid-19.

Kebijakan ini tentu tidak berjalan mulus dan ada saja yang jadi kendala, baik yang menolak divaksin  dan ada gejala pasca disuntik vaksin seperti yang dialami dua pasien vaksin tenaga kesehatan tadi.***

 

Komentar

Loading...