Usai Shalat Tarawih, 13 Unit Rumah di Batuphat Timur Ludes Terbakar

Usai Shalat Tarawih, 13 Unit Rumah di Batuphat Timur Ludes Terbakar
Kebakaran besar yang menghanguskan sebanyak 13 unit rumah di Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu. (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Warga Kota Lhokseumawe sempat panik akibat peristiwa kebakaran besar yang menghanguskan 13 unit rumah di Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Jumat, (23/4/2021) malam, peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 22.40 WIB di daerah yang padat perumahan penduduk. 

Kobaran api begitu cepat membesar dan menjalar dari rumah ke rumah, karena bangunannya terbuat dari bahan yang mudah terbakar. 

Salah seorang warga Desa Batuphat Timur, Rusli mengatakan, nyala api kebakaran yang melanda Desa Batuphat Timur itu dapat terlihat dari kejauhan dari Kecamatan Banda Sakti. 

Kebakaran itu semakin membesar dan menjalar luas, karena bangunan rumah warga semi permanen dan berbentuk kopel. 

Kondisi kebakaran semakin mengundang kepanikan warga lantaran disusul padamnya listrik seketika dan membuat pemandangan menjadi gelap. Sebaliknya menjadi terang karena dbesarnya kobaran api yang melumat rumah warga. 

Sedangkan para korban kebakaran tampak bergegas cepat, menyelamatkan diri dan keluarga serta berusaha menyelamatkan harta benda.

Kebakaran besar yang menghanguskan sebanyak 13 unit rumah di Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu. (Foto: Din Pasee)

Sementara armada pemadam kebakaran juga tampak melaju cepat ke lokasi kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk ini.

Bahkan Polres Lhokseumawe juga mengerahkan satu unit water Cannon untuk membantu penyiraman air, memadamkan kobaran api yang telah menghanguskan sekitar 13 unit rumah warga. 

Ketika itu, armada pemadam kebakaran sempat terkendala ketika memasuki jalur sempit menuju lokasi kebakaran.

Berkat perjuangan keras petugas armada kebakaran dari PT. PIM, PT. Arun dan Kota Lhokseumawe api berhasil dipadamkan sekira pukul 00.00 WIB. 

Ketua Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe Samsul Bahri mengaku, pihaknya sedang mendata jumlah korban kebakaran yang baru tercatat 48 jiwa.

Namun, karena saat itu sudah larut malam, maka pihaknya sepakat dengan aparatur Desa Batuphat Timur untuk mengungsikan sementara para korban ke rumah geusyik atau kepala desa setempat.

Selanjutnya, akan mempersiapkan tenda darurat dan kebutuhan panik lainnya. 

“Sementara data lain terus kami lengkapi dan para korban sementara diungsikan ke rumah geusyik. Besok baru akan ditangani dengan benar untuk membantu kebutuhan masa panik para korban kebakaran,” ujarnya tadi malam.

Komandan Regu (Danru) A Damkar Kota Lhokseumawe Safwan Bani menyebut, untuk sementara, menurut data awal dari warga, diduga sumber api berasal dari arus pendek salah satu rumah.

Sehingga percikan arus pendek menyala menjadi api yang membakar bahan yang mudah terbakar hingga api berkobar dan menyala dengan besar serta menjalar ke rumah-rumah warga. 

“Kami berhasil memadamkan kebakaran, setelah hampir dua jam berjuang melakukan penyiraman api. Kendala kita ketika memasuki lokasi kebakaran harus melalui jalur lorong yang sempit,” tuturnya.***

Komentar

Loading...