Usaha Sauna Najwa, Cara Idram Peduli Sesama

Usaha Sauna Najwa, Cara Idram Peduli Sesama
Penulis
Rubrik

Aceh Besar | Idram (50) warga Desa Lambiheu, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar memiliki sebuah usaha sauna.

Lokasinya di halaman samping rumahnya. Tempat sauna tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit dan usaha keluarga itu, dinamakan Najwa Sauna.

Salah satu pengunjung, Sandi (50) mengaku, ia sudah menikmati mandi sauna sejak awal dibangun.

Hingga saat ini, ia masih rutin memanfaatkan sauna itu. Bahkan ia mengaku sangat bermanfaat untuk kesehatan. “Alhamdulillah saya tidak pernah sakit. Dulu berat badan saya 127 kg sekarang sudah jadi 96 kg,” ungkapnya saat dijumpai, Rabu 30 Oktober 2019.

Ia melanjutkan, kerabatnya Yusmadi yang dulu memiliki masalah dengan pita suara sehingga tidak bisa berbicara, namun sekarang sudah bisa berbicara. “Sekarang tidak henti-henti dia ngomong,” sambung dia sambil ketawa.

Lain lagi dengan Yuni (60), wanita yang sudah memiliki cucu, ini mengaku sering sakit kepala.

Namun, sejak mandi sauna, pusingnya hilang. “Kalau sudah ke sini, kepala saya segar kembali. Tapi nggak sanggup lama dalam bilik, panas,” katanya saat ditemui di bilik pemandian.

Nah, kisah pendirian usaha sauna itu, bermula dari penyakit asam urat yang diderita Idram semenjak tahun 2013.

Bahkan, penyakit itu hampir membuatnya lumpuh. Hal tersebut, membuat dia berobat di kampung yaitu Aceh Utara. Di sana, didapati bilik sauna yang dimiliki sepupunya.

Idram mengaku, setelah mendapatkan pengobatan dikampung dan setiap hari mandi sauna, penyakit asam urat sembuh total. Hal yang sama juga dikatakan dokter, setelah dia memeriksanya.

“Waktu itu rajin mandi  di sauna milik adik sepupunya. Beberapa kali mencoba, ia merasa penyakitnya berkurang. Ia minta resep rempah itu dan membawanya pulang,” ceritanya, Rabu, 30 Oktober 2019.

Dari pengalaman itu, lantas dia membuat bilik\ruangan sauna di rumah.

Niatnya untuk menyehatkan badan. Namun ada beberapa warga yang berdatangan ingin mencoba kesegaran sauna itu, Idram pun mengizinkan.  “Saya hanya ingin masyarakat disini sehat juga seperti saya,” ungkap pria itu.

Seiring berjalan waktu dan ramainya warga yang berdatangan membuatnya membuka sauna untuk umum.

Pada Maret tahun 2014  lalu misal, ia menerima bantuan dari mahasiswa Unsyiah, sehingga dapat membangun dua ruang pemandian.

Ia menyebut, sudah banyak orang yang merasakan manfaat dari ruangan bersuhu 40-45 derajat celsius ini. Berbagai penyakit pun seperti asam urat, lumpuh, darah manis dan lain sebagainya dapat disembuhkan di sini,” kata ayah yang memiliki tiga anak itu.

Berbeda dengan pemandian sauna lainnya, Idram tak pernah mematok harga kepada penyunjung. Bahkan jika tak ada uang pun dapat menikmati. Ia hanya menyidiakan celegan yang terbuat dari kayu untuk dapat diberikan sedekah seikhlasnya oleh para pengunjung.

“Bukan tempat usaha, hanya untuk menyehatkan badan, jadi tidak dipatok harga,” katanya.

Idram menceritakan, banyak pengunjung yang datang ke sauna dari mulai warga kampung, warga luar, polisi, dan para penjabat. “Ya mereka biasa datang, katanya biar hilang pegel-pegel. Kalau mereka datang uang banyak dikasih,” jelasnya sambil tertawa.

Biasanya kalau ada pengunjung, uang yang ia peroleh sekitar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per hari. “Kadang-kadang tidak ada juga,” lanjut bapak enam orang anak ini.

Pak Bram mengaku, uang tersebut digunakan untuk membeli ramuan sauna, obat tradisional dan juga kayu bakar. Setiap pekan ia merogoh kocek Rp600 ribu untuk membeli alat-alat tersebut.

Sehingga hanya sedikit keuntungan yang ia peroleh dari tempat itu.

Kendati demikian, uang tidak membuat keikhlasan di hatinya luntur. Ia terus menebar manfaat untuk orang yang membutuhkannya.

“Kalau saya kedepankan uang, dari dulu sudah saya tutup usaha ini. Namun uang yang sedikit itu dapat membiayai anak saya sampai sarjana,” kata Idram bangga.

Najwa Sauna buka hari Senin hingga Sabtu dari pukul 13.00 WIB, hingga jelang tiba waktu Salat Magrib. Namun pria kelahiran Aceh Utara ini, mulai beraktifitas sejak pukul 11.00 WIB.

Ia mengawali aktivitasnya di dapur sauna; membakar kayu dan merebus berbagai rempah-rempahan.

Sekitar dua jam ramuan dimasak dalam dua wadah khusus di atas tungku api. “Airnya mendidih, uapnya dialirkan lewat pipa ke bilik sauna,” kata Idram.

Idram menyebutkan, selain sauna para pengunjung juga disuguhkan minuman tradisional 44 jenis rempah.

Ramuan yang ditemukannya saat menderita asam urat akut. “Asam urat saya parah sampai tak bisa berjalan tahun 2013,” ujarnya.

Sayangnya, usaha yang telah lama dibagunkan itu, kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Bayangkan, bangunan bilik sauna masih seadanya yaitu terbuat dari anyaman rumbia.

“Banyak yang datang katanya mau bikin proposal, tapi sampai saat ini tidak ada kabar,” ungkapnya.

Nah, meski ada pengakuan bisa menyembuhkan penyakit, yakinlah bahwa itu hanya perantara yang menyembuhkan segala penyakit hanya Allah SWT.***

Komentar

Loading...