Breaking News

FGD Penyusunan Master Plant dan RKT Pengembangan Potensi Ekonomi Dalam Kawasan Hutan

Upaya Tingkatkan Ekonomi Rakyat dan Tenaga Kerja

Upaya Tingkatkan Ekonomi Rakyat dan Tenaga Kerja
Pelaksanaan FGD (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kontributor Bener Meriah

Bener Meriah | Bupati Kabupaten Bener Meriah, Abuya Tgk. H. Sarkawi, wakilli Sekdakab setempat Drs. Haili Yoga, M.Si membuka acara Fokus Group Discussion (FGD), Penyusunan Master Plan dan RKT Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam Kawasan Hutan, Kamis kemarin.

FGD ini dihadirri angota DPRK Benar Meriah, Kepala Dinas KLHK Aceh dan KPH Wilayah III, Biro Perekonomian, Stasiun 1 Pertanian Banda Aceh, Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan , Dinas Parawisata, RPH, BKPH, Koperasi PSAM dan KPH II serta Forkopimcam Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah.

Kontributor MODUSACEH.CO di Bener Meriah melaporkan. Sekda Bener Meriah Drs. Haili Yoga,M.Si menyampaikan. Rencana Aksi Penyusunan Master Plan Pengembangan Potensi, merupakan pengembangan dari potensi ekonomi daerah yang dalam Kawasan Hutan.

Ini menjadi penting untuk dilakukan, guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja sehingga dapat berkontribusi langsung melalui PSDH. Atau Bagi Hasil Pemerintah Provinsi Aceh dan Kabupaten Bener Meriah. Tujuannya, meningkat kan PAD.

Itu sebabnya, FGD ini dilakukan untuk mendapatkan masukan, baik dari SKPA Provinsi Aceh atau yang mewakili maupun perangkat daerah Kabupaten Bener Meriah, saat penyusunan Master Plan dan RKT pengembangan potensi ekonomi daerah.

Itu dilakukan, setelah pasca penandatangan Kerjasama Koperasi Produsen Agri Mitra Mandiri (PSAM) dan KPH Wilayah III, Nomor :522/41/I/2020 Nomor: 001/KPSAM/BM/2020, dengan luas lahan 4272,3 hektar.

Selain itu, FGD kali ini dilakukan, juga terkait dengan pelaku usaha. “Mengingat merekalah yang selama ini memanfaatkan potensi-potensi di daerah untuk bisa dihasilkan menjadi produk daerah, yang dampaknya nanti pada pengembangan ekonomi,” kata Haili.

Masih kata Haili. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, tentu ada keterlibatan, baik dari Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi dan Pemda melalui perangkat daerahnya. Termasuk pelaku usaha dan swasta secara bersama-sama melakukan identifikasi potensi yang perlu dikembangkan’’.

20200214-fgd1

Karena itu, perlu adanya koordinasi baik internal maupun eksternal, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan wawasan dàn sumber daya manusia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program serta kebijakan tersebut.

Sekretaris Komisi B DPRK Bener Meriah Yuzmuha mengatakan. Setidaknya ada 2500 kepala keluarga (KK) yang  tertampung dalam program ini dan dapat menyerap tenaga kerja sarjana S1 dan S2 pada tahun 2021.

Dia juga menyampaikan, masalah ini juga sudah disampaikan kepada Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, 10 Februari 2020 lalu. “Ada kesepakatan dengan Ketua DPRA Dahlan jamaluddin dan Wakil Ketua DPRA Hendra Budian. Hasil FGD hari ini yang akan di tuangkan dalam RKT dan Mastet Plan dan akan dipersentasikan kembali pada Pemerintahan Aceh untuk mensinergikan proyeksi lima tahun mendatang,” kata Yuzmuha.

Ketua Koperasi PSAM Muhammad Hanafi menyampaikan, pada FGD itu muncul berbagai ide dan gagasan serta analisis data dari berbagai stekholder,  baik Pemerintah Aceh maupun pemerintah Kabupaten Bener Meriah, yang akan di tuangkan dalam RKU dan RKT. Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyusun Master Plan.***

Komentar

Loading...