Untuk Bayar Pajak, Banyak Pengusaha di Aceh Tidak Jujur Lapor Harta Kekayaan 

Untuk Bayar Pajak, Banyak Pengusaha di Aceh Tidak Jujur Lapor Harta Kekayaan 
(Azhari Usman/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Meski telah mengikuti Tax Amnesti (pengampunan pajak- TA). Ternyata, banyak pengusaha dan badan usaha di Aceh, tidak jujur melaporkan jumlah harta yang akan dikenakan pajak. "Maka, kita buka kembali program pengampunan pajak. Namun, besaran tarif sudah lebih tinggi," jelas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Ahmad Djamhari pada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Senin, (27/11/17).

Sebut Ahmad, besaran tarif yang dikenakan, sesuai dengan revisi kedua Peraturan Menteri (Permen) Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016 tentang, pelaksanaan program pengampunan pajak, dengan ditetapkannya PMK Nomor 165/PMK.03/2017. Untuk orang pribadi yang berpenghasilan diatas Rp 632 juta per tahun, akan dikenakan tarif 12,5 persen dari nilai dasar pajak. Sementara, untuk badan hukum dikenakan tarif 25 persen. Sedangkan untuk pribadi umum dikenakan tarif 30 persen. 

Selanjutnya, kata Ahmad, prosedur yang disebut pengungkapan aset secara sukarela dengan Final (PAS- Final) ini, memberikan kesempatan pada seluruh wajib pajak, yang memiliki harta, namun belum dilaporkan dalam SPT tahunan, untuk melaporkan sendiri aset dengan membayar pajak penghasilan. "Kalau tidak bayar juga, maka kita akan  keluarkan Surat Pemeriksaan (SP). Kalau kita sudah keluarkan SP, maka akan dikenakan saksi 200 persen, dari nilai harta, dikali dengan tarif dasar pajak,  dikali dengan 200 persen, itu akan sangat berat," ungkap Ahmad.

Itu sebabnya, ia menghimbau seluruh wajib pajak di Aceh, memanfaatkan peluang ini, sehingga tidak menjadi penemuan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh. "Tahun ini kita diberi target sebesar Rp 5,4 triliun. Namun, hingga kini baru terkumpul Rp 3 triliun lebih. Kita berharap, semua pemegang SPT untuk taat bayar pajak. Memang selama ini, kita lebih banyak terima pajak dari  Anggaran Pemerintah Belanja Aceh (APBA)," sebut Ahmad didampingi dua stafnya Jailani dan Nirmala Rustini.***

Komentar

Loading...