Unimal Berlakukan Scan Barcode PeduliLingdungi Untuk Masuk Area Kampus

Unimal Berlakukan Scan Barcode PeduliLingdungi Untuk Masuk Area Kampus
Rektor Universitas Malikussaleh melakukan scan barcode dengan aplikasi PeduliLindungi di Kampus Pascasarjana Unimal. (Foto: instagram/Herman Fitra)
Penulis
Rubrik
Sumber
Taufiq Hidayatullah Reporter Lhokseumawe/Aceh Utara

Lhokseumawe | Universitas Malikussaleh memberlakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi untuk memasuki ruang perkuliahan dan ruangan lainnya di lokasi kampus. 

Pemberlakuan itu menyusul telah dikeluarkannya barcode aplikasi tersebut untuk Universitas Malikussaleh dari Kemdikbudristek melalui Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Sebelumnya, setiap rektor perguruan tinggi dan direktur Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi sudah disurati oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi, melalui Surat Nomor 6135/E2/PB.03.00/2021 tertanggal 16 Oktober 2021 tentang Pendaftaran Aplikasi PeduliLindungi.

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof Dr Herman Fitra mengatakan kepada MODUSACEH.CO, Kamis (18/11/2021), bahwa pemberlakuan scan barcode itu untuk memasuki area kampus unimal yang sudah diberlakukan mulai 16 November 2021.

“Pemberlakuan scan barcode pada aplikasi Pedulilindungi tersebut dilaksanakan sebagai upaya preventif penyebarluasan kasus Covid-19 di kampus, sekaligus juga untuk mengejar kekebalan komunitas (herd immunity)," katanya.

Rektor juga menyebutkan bahwa penggunaan dan pemasangan barcode scan PeduliLindungi itu juga sejalan dengan permintaan dari Satgas Covid-19 Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, sebagai ikhtiar menjaga penularan covid19 di kampus Unimal.

Selanjutnya, Rektor meminta agar semua sivitas akademika (dosen dan mahasiswa), tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat umum untuk segera mengunduh aplikasi PeduliLindungi agar bisa memasuki area Unimal.

"Untuk mahasiswa dan masyarakat biasa yang tidak mempunyai android sebagai persyaratan menginstal aplikasi Pedulilindungi, maka dapat menunjukan kartu vaksin," kata Rektor Unimal 

Selain itu, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek, nantinya akan melakukan pemantauan dan evaluasi bagi perguruan tinggi yang melaksanakan pembelajaran sudah melakukan perkuliahan tatap muka.

“Bagi yang memang tidak bisa divaksin karena sakit ataupun sebagai penyintas, silahkan membawa surat keterangan dari dokter spesialis,” tutur Rektor Unimal.***

Komentar

Loading...