Ulama Kharismatik Minta Aceh Sepakat Waspadai Upaya Pemekaran Provinsi ALA-ABAS

Ulama Kharismatik Minta Aceh Sepakat Waspadai Upaya Pemekaran Provinsi ALA-ABAS
Tengku H Muhammad Amin Mahmud atau akrab disapa Abu Tumin
Penulis
Rubrik
Sumber
medanbisnisdaily.com

Medan | Ulama kharismatik asal Aceh, Tengku H Muhammad Amin Mahmud meminta seluruh masyarakat Aceh, baik yang ada di Provinsi Aceh maupun yang ada di perantauan, termasuk yang ada di Sumatera Utara, untuk mewaspadai upaya sekelompok pihak yang terus mengupayakan dan memerjuangkan berdirinya Provinsi Aceh Leuser Antara dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ALA0ABAS).
Upaya pemekaran -atau disebut ulama kharismatik itu sebagai upaya pemisahan-akan melemahkan kekhusyukan Aceh sebagai provinsi yang berbasiskan dan menerapkan Syariat Islam.

Hal itu dikatakan ulama kharismatik Tengku H Muhammad Amin Mahmud atau yang akrab disapa dengan panggilan Abu Tumin kepada sejumlah wartawan di Hotel Grand Jamee Medan, Kamis (30/3).

Abu Tumin sendiri dikenal memiliki dan mengelola Dayah Almadinatuddiniah Babussalam, Blang Blahdeh, Bireuen, dengan santri putra dan putri sebanyak 2.000 orang. Saat itu Abu Tumin didampingi Tengku HM Daud Hasbi atau Abi Daud dari Dayah (Pondok Pesantren) Jeumala Amal, Lhong Putu, Pidie Jaya.

Juga hadir para pengurus DPP Aceh Sepakat seperti Suriadin Noernikmat (ketua), Mahyani Muhamad (sekretaris), Soewardi Yoesoef (bendahara), H Mansoer Amin (ketua panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara), dan lainnya.

"Saya ingin memberikan masukan, sekarang ada pihak-pihak yang ingin, bahkan berusaha, untuk menjadikan pemekaran Provinsi di Aceh. Ini kan bukan rahasia lagi di mana Aceh akan dijadikan tiga provinsi, yakni Provinsi ALA dan Provinsi ABAS serta Provinsi Aceh sebagai provinsi induk. Saya rasa itu adalah gagasan yang untuk memecahbelahkan Aceh. Itu menurut saya," ujar Abu Tumin.

Menurut Abu Tumin, ide pemekaran tersebut sama sekali tidak menguntungkan Aceh. Karena itu ia menghimbau seluruh warga keturunan Aceh yang ada di pulau Sumatera, termasuk di Provinsi Sumatera Utara, Provinsi DKI Jakarta, bahkan yang ada di Kerajaan Malaysia, untuk tidak memberikan dukungan terhadap ide dan upaya pemekaran provinsi tersebut.

"Ini saya bicara dari hati ke hati," ujar Abu Tumin.

Tengku HM Daud Hasbi ikut mengingatkan, Aceh itu kuat karena bersatu. Kalau ada upaya pemekaran maka itu akan membuat Aceh mengecil dan melemah dan membuat Syariat Islam sulit dilaksanakan dengan baik.

"Aceh kuat dan hebat kalau masih dalam satu provinsi, kalau tidak lagi ya tidak hebat, dan Syariat Islam tidak bisa diterapkan secara penuh lagi," ujar Abi Daud.
Puji Aceh Sepakat

Sementara itu saat disinggung mengenai DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara yang dipimpin Suriadin Noernikmat, Abu Tumin memberikan pujian.

Ia melihat kepemimpinan Suriadin Noernikmat begitu tulus dalam membesarkan organisasi Aceh Sepakat serta memerhatikan warga keturunan Aceh di Provinsi Sumatera Utara, baik dari sisi ekonomi maupun keagamaan.

Kata Abu Tumin, pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara yang kepanitiaannya diketuai H Mansoer Amin dan belangsung selama tiga hari berturut-turut serta dihadiri tak kurang dari 3.000 warga keturunan Aceh, adalah bukti keberhasilan kepemimpinan dan kerendahhatian Suriadin Nurnikmat.

Ia juga berharap Suriadin Nurnikmat serta seluruh pengurus DPP Aceh Sepakat terus memperkuat basis keagamaan warga keturunan Aceh dengan menggelar pengajian di setiap mesjid yang dikelola DPP Aceh Sepakat, membangun relasi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Abu Tumin juga meminta Aceh Sepakat untuk semakin memerkuat hubungan dengan Komunitas Masyarakat Aceh-Malaysia yang dipimpin Muhamad Dato H Mansoer Bin Usman dan Setia Usaha (Sekretaris) H Muhamad Nassir Bin H Ismail, serta dengan warga keturunan Aceh yang ada di Jakarta yang tergabung dalam organisasi yang disebut dengan nama Iskandar Muda. ***

Komentar

Loading...