Uang Kotor Man City dan PSG Tak Cukup Beli Gelar Liga Champions

Uang Kotor Man City dan PSG Tak Cukup Beli Gelar Liga Champions
Bayern Munchen sindir PSG dan Man City soal gelar Liga Champions. (Foto: AP/Lluis Gene)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnnindonesia.com

Jakarta | Presiden Kehormatan Bayern Munchen, Uli Hoeness, menyerang PSG dan Manchester City soal dana berlimpah yang tak kunjung menghasilkan gelar Liga Champions.
Hoeness menyindir PSG dan Man City yang memiliki sumber dana besar namun belum mampu mendatangkan gelar prestisius Si Kuping Besar.

"Uang kotor mereka, itu tidak cukup," kata Hoeness dalam podcast yang dikutip Marca, menyasar kepada penyandang dana yang berasal dari Qatar dan Emirat.

Pada beberapa kesempatan, Hoeness juga tak segan menyindir langsung presiden PSG Nasser al-Khelaifi.

"Saya tak tahu apakah dia benar-benar mencintai sepak bola. Namun, perbedaan besar antara dia dan saya? Saya bekerja keras untuk mendapatkan uang saya sementara dia menerimanya sebagai hadiah," tutur Hoeness.

Hoeness melanjutkan, PSG dan Man City sangat mudah membeli pemain bintang. Mereka bisa mendapat pemain manapun dengan uang yang dimiliki. Namun, sejauh ini kedua klub tersebut belum mampu meraih trofi Liga Champions.

"Sejauh ini kedua klub tersebut belum memenangkan Liga Champions. Tidak pernah sama sekali. Mereka akan kalah lagi dari kami," kata Hoeness mengacu final Liga Champions di mana Bayern sukses menaklukkan PSG di Lisbon.

Hoeness dianggap sebagai arsitek kekuatan ekonomi Bayern. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai direktur olahraga dan kemudian sebagai presiden klub.

Dalam diskusi tentang bagaimana keuangan Bayern Munchen selalu berada di atas klub Jerman lainnya, Hoeness mengutarakan keuangan Bavaria dihasilkan dari sepak bola bukan berasal dari investor asing.

"Apa yang terjadi di Paris adalah rencana untuk satu tahun. Ini bukan budaya saya. Saya melihat sesuatu dari paradigma yang berbeda, yakni sudut pandang ekonomi. Saya tidak akan menggelontorkan uang sekaligus hanya demi pujian satu dua tahun dan setelahnya tenggelam banjir," ujar mantan pemain Bayern tersebut.***

Komentar

Loading...