"Operasi Senyap" Jaringan Narkoba Aceh-Thailand

"Operasi Senyap" Jaringan Narkoba Aceh-Thailand
Pelaku pemasuk narkoba di Kota Lhokseumawe. (Antara Foto)
Rubrik

MODUSACEH.CO | Berada di bibir pantai, Gampong (desa) Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, memang tak ada sekat.

Searah mata memandang, tatapan lepas ke arah Selat Malaka. Entah itu sebabnya, warga di sana yang mayoritas sebagai nelayan, dapat melaut dengan leluasa.

Begitupun, tak hanya tangkapan ikan yang mereka bawa ke daratan. Tapi, ada barang ikutan lain yang lebih "mengiurkan" yaitu narkotika jenis sabu-sabu.

Diduga, selama ini barang haram itu dipasok para mafia (jaringan) narkoba ke Aceh dari Thailand dan negeri jiran Malaysia.

Bisa jadi, karena penghasilan dari tangkapan ikan tak seberapa, sehingga mengoda Ibnu Sahar (37), Muhammad Arazi (26), Hamdan Syukranillah (25), dan Irwandi (27). Untuk “menangkap dan memancing” narkoba. 

20191014-ujong-blang2
Boat nelayan yang digunakan untuk memasok narkoba (Foto: pelita8.com)

 

Menariknya, Ibnu Sahar, Muhammad Arazi dan Hamdan Syukranillah, merupakan saudara kandung (abang dan adik). Ketiganya berasal dari Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Beda dengan Ibnu Sahar, berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dia beralamat di Gampong Runtoh, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

Namun, sepandai-pandai menyimpan bangkai, baunya pasti menebar kemana-mana. “Operasi dan bisnis haram” mereka akhirnya dapat dipatahkan Tim Fleet One Quick Response (F1QR), Lanal Lhokseumawe.

Hasilnya, dari para “bajak laut narkoba” ini, berhasil didapat 50 kilogram narkoba jenis sabu dan senjata api, yang dipasok melalui 2 (dua) kapal nelayan di perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, Banda Aceh,  Senin, 18 Maret 2019.

Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal menjelaskan. Penangkapan sabu-sabu dan senjata api ini berawal dari informasi dari Tim Intel Lanal Lhokseumawe.

Dikabarkan, akan masuk 2 kapal yang terindikasi membawa narkoba ke wilayah Kota Lhokseumawe melalui jalur laut perairan Ujong Blang. Namanya, Kelompok Ferry Cs.

Bergerak cepat, Tim Intel Lanal Lhokseumawe, dipimpin Pasintel Lanal Lhokseumawe, mengatur rencana penangkapan. Caranya, dengan membagi tugas dan berkoordinasi dengan Staf Operasi Lanal Lhokseumawe serta melaporkan rencana tersebut kepada Komandan Lanal Lhokseumawe.

Setelah mendapat arahan dari Komandan Lanal Lhokseumawe, Tim Intel Lanal Lhokseumawe, kemudian menuju lokasi sasaran di perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, dilakukan pemantauan dan pengejaran dengan menggunakan perahu nelayan.

Setelah dipastikan target operasi terpantau, Pasintel Lanal Lhokseumawe menghubungi Pasops Lanal Lhokseumawe untuk menggerakkan Sea Rider yang telah stand by, melakukan pengejaran dan penangkapan.

Hasilnya, mereka menangkap 2 kapal nelayan yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu serta mengamankan 4 orang nelayan.

Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan didapat barang bukti berupa 50 bungkus (50 kg) narkoba jenis sabu, 1 (satu) pucuk senjata api pistol jenis Baretta,  dan 7 butir amonisi.

Selanjutnya 2 buah kapal nelayan beserta 4 orang ABK dan barang bukti di adhoc ke pelabuhan Asean Kreung Geukuh, Lhokseumawe dan diamankan ke Mako Lanal Lhokseumawe, untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara 1 Regu Tim Intel Lanal Lhokseumawe terus melakukan pengejaran terhadap F, yang merupakan pemilik narkoba jenis sabu ini yang sedang menunggu di Pantai Loskala Ujong Blang, kota Lhokseumawe, Banda Aceh.

***

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Keempat mereka akhirnya duduk di kursi persakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

Sidang perdana dimulai, Kamis, 8 Agustus 2019. Dan kini telah masuk pada pembelaan (pledoi) atas dakwaan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe yaitu, Fakhrillah, S.H., M.H., Helfandra Busrian, S.H., Al-Muhajir, S.H, dan Doni Sidik, S.H.

Keempatnya dijerat melanggar Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Ancamannya: Hukuman Mati!

Dalam dakwaan, JPU turut menguraikan kronologi penangkapan empat tersangka perkara sabu tersebut.

Tim F1QRL Lanal Lhokseumawe Lantamal I Koarmada mengamankan Ibnu Sahar, Muhammad Arazi, Hamdan Syukranillah, dan Irwandi, yang diduga sindikat sabu jaringan Thailand-Aceh. Mereka ditangkap di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, Senin, 18 Maret 2019, sekira pukul 13.00 WIB.

20191014-ujong-blang3
Terdakwa di PN Lhokseumawe (Foto: Dok. Kejari Lhokseumawe).

 

Hamdan Syukranillah dan Ibnu Sahar diamankan di atas boat (kapal) pertama saat menyerahkan 50 bungkus sabu jumlah total 53.430 gram (sekitar 53,4 Kg) kepada Muhammad Arazi dan Irwandi yang berada di kapal kedua.

Barang bukti lainnya diamankan empat bungkus plastik warna hitam di dalamnya terdapat aluminium foil sebagai sarana untuk membungkus shabu, empat handphone termasuk sebuah handphone satelit, sebuah GPS, sepucuk pistol merek Bareta serta tujuh butir peluru, dan dua boat.

Gawat, benar-benar siap dan pemain profesional!***

 

Komentar

Loading...