Tradisi Meugang dan Rekayasa Sosial Orang Aceh

Tradisi Meugang dan Rekayasa Sosial Orang Aceh
Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

MODUSACEH.CO I Tradisi Meugang, merupakan memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu masyarakat Aceh. Ini merupakan tradisi menyembelih hewan kurban berupa kambing atau sapi dan dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri.

Khusus untuk menyambut bulan suci ramadhan, meugang ternyata memiliki korelasi kuat dengan ibadah pada bulan ampunan tersebut.

Maklum, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Aceh memiliki nilai-nilai adat dan budaya yang sangat kental dengan ajaran Islam. Dalam satu adagium Aceh disebut; “adat ngen hukum age sifet ngen zat, adat hana hukum tumpoi, hukum hana adat tabei” (adat dan hukum syariat laksana sifat dan zat AllaH, adat tanpa hukum syariat tumpul dan hukum syariat tanpa adat hambar). 

Pendapat ini disampaikan Dr. Mizaj Iskandar, LC., LL.M, akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin siang di Banda Aceh.

“Salah satu adat Aceh yang sarat nilai Islam adalah tradisi meugang. Tradisi ini dilakukan dengan memotong dan memakan daging sapi bersama menjelang puasa Ramadhan. Tradisi ini merupakan rekayasa social orang Aceh dalam mengimplementasikan larangan Nabi Besar Muhammad SW untuk berpuasa sunnah di akhir bulan Sya’ban,” ulas alumni Universitas Al-Azhari Kairo, Mesin ini.

Menurutnya, dalam pandangan fiqih, berpuasa di akhir bulan Ramadhan hukumnya makruh, karena dikhawatirkan menyambung puasa Ramadhan dengan sebelum Ramadhan. 

Tradisi Meugang di Aceh (Foto: google.com)

“Nah, untuk mensiasati ajaran Islam tersebut, orang Aceh menciptakan tradisi meugang, sehingga tidak ada muslim Aceh yang berpuasa di hari-hari akhir di bulan Sya’ban,” jelas Ustad Mizaj begitu dia akrab disapa.

Lantas, apa saja dalil lain dalam ajaran Islam terkait ibadah bulan suci ramadhan? Ikuti pembahasan SISI LAIN Spesial Ramadhan di Channel Youtube Shaleh Abdullah setiap hari; Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu pukul 18.00 WIB. Anda juga dapat mengirim pertanyaan melalui pesan WhatsApp (WA) pada nomor telpon seluler; 082218308784.***

Komentar

Loading...