Breaking News

Lakukan Klarifikasi

Tokoh Bintang Dua Sunda Empire Aceh Datangi Polres Bener Meriah

Tokoh Bintang Dua Sunda Empire Aceh Datangi Polres Bener Meriah
Ismail (Foto: Din Pasee

Klarifikasi 

Bener Meriah | Karena sudah terlanjur viral dan ingin mengklarifikasi masalah, Jumat (24/1/2020), Ismail tokoh berpangkat bintang dua juga pengurus Sunda Empire Aceh mendatangi Polres Bener Meriah.

Tujuannya, memberi keterangan seputar kegiatan merekrut anggota di Keude Gedong  Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara tahun 2019.

Hal itu diungkap Ismail kepada koresponden media ini melalui telepon seluler, Jumat. Dia membenarkan bahwa dirinnya yang bertanggung jawab atas kegiatan Sunda Empire di Aceh.

Ismail mengaku ia mendatangi Polres Bener Meriah untuk memberi keterangan dan meluruskan masalah Sunda Empire yang sudah terlanjur viral.

"Benar, saya Ismail yang gelar acara Sunda Empire di Keude Gedong. Saat ini saya sedang memberi keterangan kepada polisi. Saya mendatangi Polres Bener Meriah untuk klarifikasi masalah Sunda Empire Aceh yang sekarang sudah viral," ujarnya.

Ismail memaparkan, dirinya perlu meluruskan tayangan video yang viral dalam dua hari terakhir ini terkait kegiatan lembaga itu di Aceh Utara.

Ismail, salah satu pengurus Sunda Empire Aceh yang ikut viral dalam tayangan video kegiatan pada Agustus 2019, di salah satu tempat di Geudong, Kecamatan Samudera Aceh Utara.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut hanyalah bersifat silaturrahmi dan isunya tidak sepanas berita yang saat ini sedang viral.

Ismail mengaku merasa sangat kecewa dan menyesal atas viralnya video itu, bertepatan dengan moment penangkapan Raja Toto Santoso dari Kerajaan Keraton Agung Purwokerto hingga kemunculan Sunda Empire yang berseragam ala militer.

Sehingga Sekarang melahirkan berbagai persepsi negatif terhadap kegiatan tersebut, dan dikaitkan dengan keraton agung sejagat.

“Waktu itu ada wartawan yang meliput. Kami mempersilahkan. Namun kenapa tidak ditayangkan pada saat itu, kenapa mesti disaat kondisi sedang riuh seperti ini. Apalagi isi beritanya juga ditambah-tambah hingga terkesan seakan-akan kami sudah melakukan kejahatan luar biasa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Ismail juga merasakan dampak huruk akibat video viral itu, bukan hanya membuat dirinya terancam, namun juga istri dan anak-anaknya ikut merasa trauma berat.

“Seharusnya wartawan meminta izin terlebih dahulu, bila ingin ditayangkan saat ini, jangan seperti ini lah, sehingga suasana menjadi riuh,” katanya lagi.

Ketika ditanyai soal undangan wartawan dan tujuan visi dan misi Sunda Empire di Aceh. Ismail menjawab, saat ini sedang memberi keterangan kepada polisi.

Namun setelah selesai, Ismail akan menghubungi awak mefia pers lagi untuk membahas lebih jauh.***

Komentar

Loading...