Dijadwalkan 18 Oktober 2019 Rapat Penyusunan Tatib DPRA

Tiyong: Saya Kecewa dan Insya Allah Tidak Mengirim!

Tiyong: Saya Kecewa dan Insya Allah Tidak Mengirim!
Foto: Dok. MODUSACEH.CO

 

Banda Aceh | Dijadwalkan, 18 Oktober 2019, sejumlah fraksi di DPR Aceh akan duduk bersama. Tujuannya, menyusun dan membahas, Rancangan Peraturan DPR Aceh, tentang Tata Tertib (tatib).

Itu sebabnya, Ketua DPR Aceh sementara Dahlan Jamaluddin, mengirim surat resmi kepada sembilan Ketua Fraksi, yaitu; Fraksi Partai Aceh, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PPP, Fraksi PAN, Fraksi PNA, Fraksi PKS dan Fraksi PKB-PDA.

“Maka, kami minta kepada para Ketua Fraksi DPR Aceh, untuk mengirim nama-nama anggota yang akan ditugaskan,” tulis surat nomor: 161/230, tanggal 15 Oktober 2019 ini.

Nah, surat bersifat segera ini juga dikirim kepada Ketua Umum PNA versi KLB yang dipimpin Samsul Bahri alias Tiyong. Diduga, surat serupa juga di sampaikan kepada Ketua Umum PNA versi Irwandi Yusuf.

Lantas, bagaimana pendapat dan sikap Tiyong? “Insya Allah kami tidak mengirim. Sebab, hingga saat ini PNA belum ada fraksi di DPR Aceh,” tegas Tiyong pada media ini, Rabu sore di Banda Aceh.

Tiyong mengaku punya alasan terhadap sikapnya itu. “Saat Sidang Paripurna, Ketua DPRA Sementara Dahlan Jamaluddin tidak mengumumkan adanya Fraksi PNA. Bahkan, enam anggota DPR Aceh dari PNA juga tidak disebutkan. Hanya 75 orang,” ungkap Tiyong.

Padahal sebut Tiyong, saat pelantikan anggota DPR Aceh ada 81 orang. “Terus terang saya kecewa,” katanya singkat. Masih kata Tiyong, harusnya pimpinan DPR Aceh arif dan bijaksana dalam mensikapi masalah internal PNA.

“Harusnya wajib dibacakan 6 anggota DPR Aceh dari PNA dengan posisi satu fraksi. Soal kemudian siapa ketua fraksi, selanjutnya diserahkan kepada kami. Karena itu saya memilih untuk keluar sebelum sidang paripurna selesai,” jelas Tiyong.

Diakui Tiyong, sebelumnya Sekretariat DPR Aceh ada menerima dua surat tentang Ketua Fraksi PNA. Pertama dari pihaknya dan kedua dari kubu Irwandi Yusuf yang menunjuk Darwati A. Gani.

“Karena itu, sebelum paripurna saya sudah sampaikan kepada Dahlan agar diumumkan. Selanjutnya diserahkan kepada kami, untuk diselesaikan secara internal. Tapi itu tidak dilakukan,” ungkap Tiyong.

Dia menduga, apa pihak ketiga yang memang mensetting kondisi ini sehingga Dahlan Jamaluddin ragu untuk menyampaikan hal tersebut. “Saya dan Fahlevi sudah meminta kepada ketua untuk mengumumkan. Termasuk Ketua Fraksi PAN, Mukhlis. Tapi permintaan itu tidak digubris Ketua DPR Aceh sementara, saudara Dahlan Jamaluddin,” jelas Tiyong. (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...