Breaking News

Penyuludupan Narkoba Sindikat Malaysia-Aceh

Tim Bersinar Berhasil Gagalkan Paket Rp 18 Miliar Siap Edar di Aceh

Tim Bersinar Berhasil Gagalkan Paket Rp 18 Miliar Siap Edar di Aceh

Penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu jaringan International, Malaysia-Indonesia (Aceh) kembali berhasil digagalkan Tim Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar), yaitu Bea Cukai Aceh dan BNN Aceh, Selasa, 24 Maret 2020. Berikut laporan wartawan MODUSACEH.CO, Aidil Firmansyah dan Cut Mery.

Simaklah, jumlahnya tidak sedikit, ada 12 kilogram barang haram ini yang berhasil diamankan petugas. Tim juga membekuk terduga pemilik berinisial S (28) di rumahnya, daerah Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan. Tim mengejar kapal pengirim sabu tersebut sempat dikelabui, dari informasi yang didapatkan tim yang bertugas, mereka telah mengepung jalur yang akan dilewati.

Entah ada kebocoran informasi, mereka malah melewati jalur lain dan berhasil bersandar di pelabuhan tanpa diketahui.

“Awalnya, tim menindaklanjuti informasi kiriman narkotika, tim dibagi dua laut dan darat. Tim Laut menindaklanjuti dengan melakukan patroli laut, di seputaran lokasi yang diduga akan dilalui kapal target. Namun, diduga kapal tersebut melewati jalur lain dan telah sandar di pelabuhan tertentu. Tim Darat langsung bergerak menuju pesisir pantai sekitar Seunuddon. Namun, tim tidak menemukan kapal target dan diduga telah bongkar muatan,” kata Isnu, Rabu (25/3/2020).

Petugas lalu kembali menjaring informasi dari berbagai sumber, hingga narkotika golongan I itu diketahui keberadaannya dan berhasil diamankan. Tim menemukan barang bukti (BB) sabu yang dikemas dalam 12 bungkus isi 1 kg per bungkus yang seluruhnya dimasukkan dalam satu buah jerigen biru dan ditanam dalam tanah.

Pengembangan kasus dilakukan.Hasilnya, tidak berselang lama, seorang pemuda asal Kecamatan Seneudon, M (33), yang diduga sebagai pengendali pengiriman ikut dibekuk. Ditaksir nilai juga 12 Kg barang haram tersebut mencapai Rp 18 miliar, yang rencananya akan diedarkan di wilayah Provinsi Aceh.

Perbuatan para tersangka dapat diancam hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

“Setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 24 ribu jiwa anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Kita harap masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan mencurigakan khususnya terkait peredaran gelap narkotika,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Bea Cukai Kanwil Aceh dan BNN juga telah berhasil mengamankan narkotika jenis sabu-sabu asal Malaysia seberat 18,87 Kg di Idi Rayeuk, Aceh Timur, 13 Februari 2020. Aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan continue dan pengembangan untuk menguak dalang di balik masuknya narkoba ke Aceh.

Hasilnya, Selasa, 24 Maret 2020, Ditresnarkoba Polda Aceh menggelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil Operasi Antik Rencong I 2020, di halaman belakang Mapolda Aceh.

Dari hasil pelaksanaan operasi antik rencong selama 20 hari tersebut, polisi telah mengamankan 23 tersangka. Diduga, tersangka tadi sebagai pengedar dan pemakai.

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan tersebut meliputi ganja kering 1.072,9 kilogram  (1 ton), sabu 41.296,41 gram (41 kilogram), ekstasi (2.644 butir) dan pohon ganja 1.041 batang.

Barang bukti narkotika sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara dimasukkan dalam mesin Icinerator. Sedangkan barang bukti jenis ganja (ganja kering dan pohon ganja) dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, menegaskan. Pemerintah sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Saat ini, Aceh adalah pintu masuk utama narkoba ke Indonesia, selain jalur timur Sumut dan Riau.

Itu sebabnya, untuk penanganan narkoba tidak bisa hanya dilakukan aparat, tetapi peran semua pihak, termasuk ulama dengan memberi tausiyah kepada generasi muda, agar tak terpengaruh dan terjerat barang haram ini, kata Kapolda.

"Mari kita singkirkan pelan-pelan dengan tanaman lain yang memberi nilai positif, kata Kapolda. Selanjutnya mari kita bersama-sama berkolaborasi dan pintar-pintar memiliki teman sehingga kehidupan kita jauh dari pengaruh narkoba," himbau Kapolda.***

Komentar

Loading...