Breaking News

Dugaan Pemerasan Terdakwa Kasus Kadar Emas

Tiga Oknum Penyidik Dicopot, Razman Apresiasi Polda Aceh

Tiga Oknum Penyidik Dicopot, Razman Apresiasi Polda Aceh
Razman Arief Nasution Pengacara terdakwa Sunardi alias Apun. (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Razman Arief Nasution, pengacara terdakwa Sunardi alias Apun, Pemilik Toko yang terlibat kasus dugaan penipuan kadar emas di Banda Aceh, mengapresiasi kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, terkait laporannya kepada Inspektur Pengawas Daerah (Irswada) Polda Aceh beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Razman melaporkan adanya dugaan pemerasan Rp 200 juta, yang dilakukan tiga oknum penyidik Polda Aceh terhadap klienya.

"Hari ini saya mengapresiasi kinerja Kapolda Aceh, Irwasda, Kabid Propam, yang telah menindaklanjuti laporan kami terhadap prilaku oknum-oknum penyidik yang melakukan pemerasan, melanggar etika penyelidikan dan juga melanggar KUHP, yang telah menonaktifkan tiga penyidik. Saya mengucapkan terima kasih," ucap Razman Senin (8/11/2021) di Banda Aceh.

Tentang seperti apa dan apa hukumannya, Razman menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwewenang dalam hal ini Polda Aceh.

"Karena itu yang paling pokok adalah, ada indikasi tentang apa yang kami laporkan," kata Razman.

Menurut Razman, dengan di-non-aktifkan tiga penyidik Polda Aceh,  jelas artinya ada indikasi pemerasan.

Ia berharap apa yang selama ini terjadi, sama-sama dikawal sampai kasus ini benar-benar tuntas, sesuai dengan harapan. Yang bersalah dihukum, bukan yang tidak bersalah.

Sebelumnya tiga anggota polisi diperiksa Propam Polda Aceh karena diduga memeras pemilik toko emas. Ketiga penyidik itu telah dicopot dari jabatannya.

"Propam sudah mengambil tindakan, tiga orang yang diindikasikan sudah dilepas tugaskan sebagai penyidik untuk proses pemeriksaan. Jadi, pendalaman dilakukan oleh Propam," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, SH, SIK, MSi, kepada wartawan, Senin (1/11).

Winardy mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk membuktikan benar tidaknya ketiga polisi tersebut memeras pemilik toko emas. Winardy menyebut ketiganya dicopot dari penyidik sejak beberapa hari lalu.

"Ini masih proses ya, indikasi ada, tapi belum bisa kita tentukan bahwa yang bersangkutan memang terbukti atau tidak. Sementara ini kita masih menunggu proses propam," jelas Winardy.

"Nanti kalau Propam sudah menyatakan terbukti atau tidak akan kita sampaikan," tutup Winardy.***

Komentar

Loading...