Pemulangan TKI, ABK dan Jamaah Tablig Jadi Perhatian Komisi I DPR RI

Teuku Riefky Minta Pemerintah Tanggung Biaya Pemulangan

Teuku Riefky Minta Pemerintah Tanggung Biaya Pemulangan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya

Jakarta | Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya meminta perintah untuk membiayai pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI), anak buah kapal (ABK) serta jamaah tablig asal Indonesia yang kini masih berada di luar negeri.

Permintaan Sekertaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini, menanggapi penjelasan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi tentang upaya Kemenlu dalam penanganan tiga kluster besar warga negeri Indonesia (WNI) terdampak COVID-19 di luar negeri yaitu; WNI di Malaysia, Anak Buah Kapal (ABK) dan Jamaah Tablig.

“Pemerintah perlu menyediakan dana kontingensi untuk evakuasi pemulangan TKI, ABK dan Jamaah Tablig yang tidak mampu. Saat ini dapat dipastikan keuangan mereka sudah menipis dan entah berapa lama mereka bisa bertahan. Kami minta Pemerintah mengantisipasi hal ini segera,” katanya saat rapat kerja (Raker) Virtual Komisi I DPR RI, Selasa (7/4/2020) di Jakarta.

Di sisi lain Teuku Riefky memberi apreasiasi  atas upaya yang telah dilakukan Kemenlu RI terhadap pendampingan, bantuan shelter darurat, sembako dan obat-obatan yang diberikan melalui KBRI di berbagai negara.

Kemenlu mencatat hingga 6 April 2020, dari sekitar 1,2 juta WNI di Malaysia hanya 44.650 orang yang telah kembali, dari 16.863 ABK yang bekerja di 116 kapal hanya 4.496 orang yang kembali. Sementara dari 907 jamaah tablig yang tersebar di 8 Negara (mayoritas di India), hanya 10 orang yang telah kembali ke Indonesia.***

Komentar

Loading...