Maju Kembali Anggota DPR RI

Teuku Riefky Harsya Mendapat Dukungan dari Ulama Aceh

Teuku Riefky Harsya Mendapat Dukungan dari Ulama Aceh
Teuku Riefky Harsya bersilaturrahmi dengan Abu Mudi Samalangga (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)
Rubrik

MODUSACEH.CO | Haul atau peringatan wafatnya Teungku H. Abdul Aziz bin M. Shaleh atau lebih dikenal Abon Aziz Samalanga (Abon Mesjid Raya Samalanga) ke-30, 14 Februari 2019 lalu, tak hanya menjadi peringatan yang sarat nilai sejarah dan makna spiritual.

Lebih dari itu, para penerus  kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga serta para santri dayah tersebut,  juga semakin memperkokoh komitmen untuk terus maju dan berkembang. Mencetak generasi Islam (santri) di Bumi Serambi Mekah.

Begitupun, tak berarti mereka pasif dan tutup mata dengan hiruk pikuk suasana politik yang terjadi saat ini. Termasuk menyambut pesta demokrasi lima tahunan bertajuk: pemilihan calon legislatif, 17 April 2019 mendatang.

20190224-abuya-amran-waly

Teuku Riefky Harsya bersama Abuya Amran Waly (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Lazim terjadi, jelang kontestasi itu, sejumlah politisi dan pimpinan partai politik lokal serta nasional, pasti melirik para abon, teungku dan waled. Tujuannya, meraih simpati, mendulang suara. Itu sebabnya, walau ada puluhan atau ratusan caleg DPRK, DPRA, DPR RI dan DPD RI yang datang meminta restu serta dukungan. Pilihan maupun arus dukungan dari para pimpinan dayah serta pesantren di Aceh tidaklah sembarangan.

20190224-abu-kuta2

Teuku Riefky Harsya bersilaturrahmi dengan Abu Kuta Krueng (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Nah, kondisi itulah yang ditunjukkan Abu Hasanoel Basri (Abu Mudi), Pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, saat memberi sambutan pada Haul Ke-30 Abon Aziz Samalanga, pendiri LPI MUDI Mesra.

"Untuk kursi DPR RI Dapil 1 pada Pemilu kali ini, kita dukung bersama dan memilih H. Teuku Riefky Harsya dari Partai Demokrat, ” tegas Abu Mudi, di depan ribuan santri dan alumni serta ratusan pimpinan dayah dan Balai Pengajian Cabang Al Aziziyah (MUDI Mesra) se-Aceh.

Ajakan ini langsung disambut rasa syukur sejumlah guru atau pendidik di dayah tersebut. Termasuk ribuan santri yang sudah bisa mengunakan hak pilih mereka. “Amin,” ucap mereka singkat.

Selain itu, Abu Hasanoel Basri (Abu MUDI) juga mengajak para santri, alumni dan keluarganya untuk berpartisipasi aktif pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden RI, 17 April 2019, sekaligus menyampaikan beberapa nama calon anggota DPD RI dan DPR RI asal Aceh yang di rekomendasi untuk dipilih. “Untuk DPD RI Dan DPR RI Dapil 2, kita pilih dan dukung Tgk Fakhrurrazi Hamzah dan H. Ruslan M. Daud dari PKB,” sebut Abu MUDI.

Acara Haul ini juga dirangkai dengan kenduri, tausiyah, motivasi santri serta seminar nasional pengembangan ekonomi pesantren. Diakhiri dengan doa bersama, dipimpin ulama kharismatik Aceh Tgk H. Usman Bin Tgk Ali atau lebih akrab disapa Abu Kuta Krueng.

Sementara itu, Sekretaris Dayah Darussalam Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan yaitu Abi Hidayat Muhibbuddin Waly, mengaku sepakat dan mengaminkan ajakan Abu Mudi. Dihubungi terpisah beberapa hari lalu, Abi Hidayat mengaku, Teuku Riefky Harsya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan ulama di Aceh. Itu sudah berlangsung lama.

“Sepanjang yang kami tahu, Teuku Riefky memang mempunyai hubungan khusus dengan para ulama kharismatik Aceh, baik yang telah tiada maupun yang masih hidup seperti alm. Ne’ Abu Adenan Bakongan, alm. Abuya Prof. Muhibbuddin Waly, alm. Abuya Nasir Waly, alm. Abu Ibrahim Bardan (Panton Labu), alm. Abu Zamzami Syam (Singkil), alm. Abon Muktar Lutfi (Seulimum) dan alm. Abuya Sabirin (Kutacane) serta beberapa nama ulama lainnya,” ungkap Abi Hidayat.

20190224-abi-hidayat

Teuku Riefky bersama Abi Hidayat Muhibbuddin Waly (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Tak hanya itu lanjut Abi Hidayat Waly, sederet nama-nama ulama yang masih hidup saat ini, juga dekat dengan anggota DPR RI Partai Demokrat asal Aceh tiga periode ini. Diantaranya, Abu Usman Kuta Krueng, Abu Tumin, Abu Mudi, Waled Nu, Tu Sop (Ketua HUDA), Waled Marhaban Bakongan, Waled Huseini Seulimeum, Tu Bulqaini (Banda Aceh), Abu Musa (Gayo Lues), Abu Boihaqi (Aceh Timur), Umi Fatimah Cut (Lampoh Saka) dan Abu Abdurrahman Badar (Blangpidie) serta Abuya Amran Waly.

“Intinya, Teuku Riefky adalah politisi muda nasional asal Aceh yang selalu menghormati dan menjaga silaturahminya dengan para ulama Aceh. Ia sudah banyak berbuat serta merupakan aset Aceh saat ini dan masa depan,” tutur generasi ketiga  ulama kharomah Aceh, almarhum Syekh Muda Waly ini.***

Komentar

Loading...