Prihatin Kantor MODUS ACEH di Bom Molotov

Teuku Kemal Fasya: Kuat Dugaan, Ini Terkait Pemberitaan!

Teuku Kemal Fasya: Kuat Dugaan, Ini Terkait Pemberitaan!
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dosen dan antropolog dari Universitas Negeri Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya mengaku prihatin atas kejadian peledakan Kantor MODUS ACEH yang diduga dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab menggunakan bom molotov. Dia menduga, peledakan tersebut erat kaitannya dengan pemberitaan yang diberitakan MODUS ACEH dalam dua hari ini.

“Kalau saya lihat. Model–model seperti ini (peledakan bom), ini unsur dari pemberitaan MODUS ACEH yang membuat situasi kelompok-kelompok tertentu terancam. Tapi, prilaku semacam ini tidak dibenarkan dalam kebebasan pers,” tegas Kemal Fasya pada media ini, melalui saluran telpon, Sabtu (30/6/18).

Menurutnya, jika ada kelompok tertentu merasa dirugikan akibat pemberitaan, bisa ditempuh dengan kaidah-kaidah pers yang berlaku. Seperti memberikan hak jawab, melakukan somasi atau melaporkan pada dewan pers sebagai induk perkumpulan media. “Tapi, melakukan teror seperti ini, sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dalam proses demokrasi. Bagi saya, kejadian semacam ini malah bisa mengganggu situasi perdamaian Aceh,” ungkapnya.

Kemal Fasya melihat, aksi pemboman semacam ini adalah bentuk kebebasan pers yang coba diberangus dengan model-model kekerasan seperti melakukan ancaman dan aksi teror. Nah, biasanya, kelompok-kelompok yang melakukan aksi tersebut telah memberikan sinyal terlebih dahulu sebelum bertindak.

“Ini, persis memberikan sebuah pesan ancaman, bahwa kami jangan disorot karena melakukan sesuatu seenaknya. Tapi, apapun itu. Pemberitaan harus dibalas dengan pemberitaan. Bisa dilakukan respon dengan melakukan klarifikasi. Dan ada dewan etik pers yang bisa menentukan. Misalnya, apa pemberitaan melanggar kode etik atau tidak. Jangan, melakukan premanisme seperti ini,” tegasnya.

Dia menduga, aksi teror semacam ini juga bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak mengakui kebebasan pers. Itu sebanya, dia menilai pola-pola teror semacam ini adalah pola-pola teror yang dilakukan di masa konflik.

Kemal berharap, aparat kepolisian segera mengungkapkan kasus tersebut hingga tuntas, termasuk aktor intelektual yang berada dibalik aksi tersebut. ”Saya minta kasus ini segera diungkap secara tuntas. Termasuk, mengungkap aktor intelektual, seperti siapa orang yang membiayainya. Siapa yang menjadi otak. Yang dihukum bukan orang suruhan. Tapi, orang dibalik semua kejadian ini," jelasnya.

Sebelumnya, Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH, MODUSACEH.CO dan Majalah INSPIRATOR di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, diduga diledakkan menggunakan bom molotov Sabtu (30/6/18). Akibatnya, sebahagian kaca depan kantor hancur.

Kejadian itu dikehui Sabtu (30/6/18) pagi atau sekitar pukul 9.00 WIB, setelah sejumlah karyawan masuk kantor. Untungnya, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Pantauan media ini, sejumlah polisi dari unit INAFIS Polresta Banda Aceh terus melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Taufik juga belum bisa menyimpulkan pasti penyebab kejadian tersebut.***

Komentar

Loading...