Breaking News

Diduga Karena Berita dan Persoalan Pribadi

Teuku Dedi Iskandar Diserang Sekelompok Orang di Meulaboh

Teuku Dedi Iskandar Diserang Sekelompok Orang di Meulaboh
T. Dedi Iskandar (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Satu lagi, aksi kekerasan terhadap wartawan terjadi di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Belum lagi kasus yang dialami Aidil Firmansyah reda, justeru muncul aksi preman terbaru.

Teuku Dedi Iskandar, wartawan LKBN Antara Biro Aceh di Kabupaten Aceh Barat diserang sekelompok orang di Meulaboh, Senin hari ini. Akibatnya, Teuku Dedi terpaksa dirawat di rumah sakit setempat.

Pengeroyokan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di salah satu warung di Meulaboh, Aceh Barat. Peristiwa ini menambah daftar korban kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan dengan cara preman.

Sa'dul Bahri salah seorang wartawan di Meulaboh kepada antara.com membenarkan wartawan Teuku Dedi Iskandar dikeroyok sekelompok orang.

Katanya, saat ini Dedi sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Melauboh untuk dilakukan perawatan. "Belum tahu kronologinya bagaimana karena belum bisa kita konfirmasi yang bersangkutan," kata Sa'dul.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari korban sendiri karena masih dilakukan perawatan.

Sumber media ini di Aceh Barat mengungkapkan. Aksi premanisme terhadap Teuku Dedi, erat kaitannya dengan masalah pemberitaan dan persoalan pribadi.

Ungkap sumber tadi, sebagai Ketua PWI Aceh Barat dan wartawan, Teuku Dedi pernah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk aksi teror serta ancaman pembunuhan terhadap Aidil Firmansyah, wartawan MODUSACEH.CO, yang dilakukan Akrim, Direktur PT Tuah Akfi Utama, seorang pengusaha di sana.

Lalu, tak lama kemudian atau 15 Januari 2020, sekira pukul 16.52 WIB, melalui jejaring media sosial (medsos) seorang pendukung Akrim yaitu Fitriadi Lanta mengunggah kalimat; surat kuasa telah diserahkan ke pengacara. Mohon doa kawan-kawan. Selamat berkompetisi M. Saleh dan para penipu utang.

Nah, M.Saleh yang dimaksud adalah pimpinan redaksi MODUSACEH.CO dan kabarnya, para penipu utang tadi adalah Teuku Dedi Iskandar.

Memang antara Teuku Ded dan Akrim bukan sosok baru. Keduanya pernah bersama-sama mengurus PSSI Aceh Barat. Akrim sebagai ketua dan T. Dedi sebagai sekretaris. Selain itu, mantan istri Akrim masih memiliki pertalian saudara dengan Dedi. Jadi, antara keduanya memang sangat dekat.

Nah, hingga kini, tak jelas, hutang apa yang dimaksud Fitriadi Lanta? Sumber lain mengungkapkan. Saat itu Teuku Dedi bersama beberapa wartawan sedang berada di Warung El Nino Kupi, Jalan Gajah Mada Meulaboh.

Kehadirannya untuk wawancara kasus dengan Kabag Humas Polres Aceh Barat. Ini terkait batalnya gelar perkara Aidil di Polres setempat.

Saat itu, Dedi sedang duduk bersama Kabag Humas Polres Aceh Barat, menyusul Sa’dul Bahri, wartawan Harian Serambi Indonesia, liputan Aceh Barat dan beberapa orang anggota ForumTiga Wilayah atau Fortil, anak buah Akrim.

Seketika, orang tadi mengajak Dedi ke belakang warung dan meminta dia untuk menandatangani kwitansi hutang yang telah lama tak dibayar. “Lalu, terjadilah saling dorong hingga depan warung dan langsung di lerai Kabag Humas Polres Aceh Barat. Namun, sempat terjadi perkelahian antara Dedi dengan Heri,” kata sumber tadi.

Lantas, adakah peristiwa ini terkait atau dipicu oleh unggahan Fitriadi Lanta tentang para penipu utang? Jika pun benar, namun cara-cara tersebut tidaklah dibenarkan. Saatnya aparat Kepolisian di sana mengusut tuntas.***

Komentar

Loading...