Tersangka M Akui Gunakan Narkoba Tapi tak Simpan di Rumah

Tersangka M Akui Gunakan Narkoba Tapi tak Simpan di Rumah
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers di Gedung Serba Guna, Jumat (19/3), menunjukkan barang bukti sabu seberat 1,12 gram yang disimpan oknum PNS berinisial M.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto; tim sempat manuver dengan melakukan penyelidikan dan pemantauan di seputaran lokasi rumah tersangka selama satu pekan, guna memastikan informasi dimaksud

Lhokseumawe | Tersangka M, oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemko Lhokseumawe mengaku, dirinya hanya mengunakan narkoba jenis sabu-sabu. Begitupun, dia menepis dugaan dan tuduhan ada menyimpan barang haram itu di dalam rumahnya.

Itu diungkapkan M saat dihadirkan tim penyidik Polres Lhokseumawe pada temu pers di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Jumat kemarin. Saat itu, tangan M diborgol dan mengenakan seragam tahanan.

Tersangka M memang beri kesempatan bicara kepada wartawan tentang kebenaran atas kejadian yang dialaminya, usai diciduk Satnarkoba Polres Lhokseumawe.

Selain itu, M mengaku terperangkap dalam jebakan yang sudah dipersiapkan sehingga dia seakan-akan menyimpan narkoba.

Menariknya,  M mengaku dengan jujur mengaku sejak bulan November 2020 hingga akhir Januari 2021, dia sering menggunakan narkoba jenis sabu-sabu bersama rekannya berinisial I di kamar tempat barang bukti ditemukan.

Lantas, siapa pria berinisial I? Diduga dia warga Gampong Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe yang berprofesi sebagai tukang bengkel.

Selama ini, I diminta M untuk membantu memperbaiki satu unit mobil jenis Fortuner dan pengecatan mobil warna hitam serta memperbaiki seluruh aksesoris dalam mobil tersebut.

Ironisnya, ketika polisi datang menggebrek M, rekannya I justru tidak berada ditempat dan hanya M yang sedang memperbaiki lampu di bagian belakang rumahnya.

Saat itu, M yang merasa tidak memiliki atau menyimpan sabu tetap menyambut polisi dengan baik. Tiba-tiba saja polisi melakukan pemeriksaan dan penggledahan badan dan juga rumah. Hasilnya ternyata tidak ditemukan barang bukti.

Tak lama kemudian, polisi memeriksa celana bekas pakai di sangkutan baju dan merogoh saku celana. Ternyata ditemukan bungkusan plastik. Rupanya benda itu adalah sabu-sabu seberat 1,12 gram dan diduga milik M.

Tapi, M langsung membantahnya dan merasa kalau dirinya sama sekali tidak tahu dan tidak menyimpannya dalam rumah. M juga menduga, barang bukti itu kemungkinan disimpan I dalam saku celana dan tanpa sepengetahuannya.

“Sampai saat ini saya tidak mengakui kalau barang bukti itu punya saya. Saya sudah lama tidak pakai. Saya cuma pakai selama dua bulan saja karena saya sedang sakit kaki bagian kiri. Tapi saya tidak menuduh polisi yang menjebak saya, mungkin ada kawan saya datang dan menaruh sabu dalam celana,” ungkap M.

Itu sebabnya, M meminta keadilan pada Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto agar dirinya dapat direhab karena baru memakai narkoba selama dua bulan.

M menerangkan, saat kejadian penangkapan, dirinya bersama isteri dan usai pasang lampu rumah hendak keluar membeli nasi goreng bersama anak-anak. Namun sebelum hal itu terwujud, ternyata justru polisi ke buru datang dan menggrebek rumah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers yang digelar di Gedung Serba guna Wira Satya Mapolres setempat, Jumat (19/3) mengatakan. Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika tersebut berkat informasi dari masyarakat, yang ditindaklanjuti tim Opsnal Satresnarkoba.

Ketika itu, tim sempat melakukan manuver dengan melakukan penyelidikan dan pemantauan di seputaran lokasi rumah tersangka guna memastikan informasi dimaksud.

Setelah sepekan dilakukan pemantauan, polisi langsung bertindak menggrebek kediaman M yang diduga memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu.

“Selanjutnya, dilakukan penangkapan dan penggeledahan ditempat, Tersangka M ditangkap di rumahnya di kawasan Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe," ujarnya.

Disebutkan, saat dilakukan penggeledahan tim Opsnal Satresnarkoba di rumah tersangka, petugas berhasil menemukan satu bungkus paket sabu-sabu dalam plastik transparan, satu buah celana jeans, satu kotak rokok gudang garam dan satu unit Hp merek iPhone X warna merah.

“Barang ini disimpan pada saku celana jeans dalam kotak rokok," ujarnya.***

 

Komentar

Loading...