Dugaan Korupsi di RSUD Langsa

Tersangka Kembalikan Kerugiaan Negara, Tim Kuasa Hukum Ajukan Tahanan Rumah

Tersangka Kembalikan Kerugiaan Negara, Tim Kuasa Hukum Ajukan Tahanan Rumah
Tim kuasa hukum tersangka mengembalian dana kerugiaan negara melalui Kejari Langsa (Foto: Ist)

Kota Langsa | Keluarga Azhar Pandapotan dan rekan, terdakwa kasus korupsi pengadaan genset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa, Kamis (7/11/2019) lalu, mengembalikan uang Rp 269.675.200.- kepada negara.

Pengembalian itu dilakukan tim kuasa hukumnya; H A Muthllib, Ibrahim, SE,.SH,.M.Si,. M.Kn, Safaruddin ,SH. Dr Darwis Anatami, SH,.MH. Fachrurrazi, SH dan Murhadi,SH  kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa.

Azhar Pandapotan dan rekan, dijerat aparat penegak hukum setempat, setelah BPK RI  Perwakilan Aceh, menemukan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan mesin gingset (mesin listrik) tahun 2016. “Ya, sebelumnya juga sudah di periksa BPK RI,” ujar HA Muthallib.

Begitupun, temuan tadi tidak ditindaklanjuti hingga berujung pada proses hukum lanjutan. Hasilnya, Azhar bersama rekannya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Karena itulah, keluarga Azhar beretikat baik dengan mengembalikan kerugiaan Negara tadi. Dan, niat baik ini perlu kita hormati dalam rangkaian penyelesaian proses hukum nantinya,” kata HA. Muthallib.

Sebelumnya atau hasil audit BPK RI Perwakilan Aceh, Banda Aceh 2017 lalu, menemukan adanya kerugian negara dalam pengadaan genset di RSUD Kota Langsa.

20191109-thalib2

Tim kuasa hukum tersangka H.A. Muthallib dan rekan (Foto: Ist)

Akibatnya, Kejaksaan Negeri Langsa menetapkan empat tersangka yaitu; Az, Wadir Rumah Sakit Umum ( RSUD) Langsa,  Ded (PTT) dan dua rekanan masing- masing, SN dan DS.

Mereka sudah di tahan tim penyidik Kejaksaan Negeri sejak 29 Oktober 2019.

Menurut HA Muthallib, pihaknya juga bersama 4 orang perwakilan keluarga, sudah mengajukan permohonan tahanan rumah/luar, dengan jaminan keluarga masing-masing.

“Permohonan alih tahanan kami lakukan dengan berbagai pertimbangan, mengingat semua unsur sudah terpenuhi dan tidak melarikan diri juga kerugian negara sudah dikembalikan,” ulas Haji Thalib, begitu dia akrab disapa.

Dia yakin, keempat tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti (BB). “Mana mungkin mereka lari karena penjamin adalah isteri dan anak mereka masing,” sebut H. Thalib yakin. Selain itu, kapan pun pihak pihak kejaksaan dan pengadilan membutuhkan mereka, tim kuasa hukum tersangka mengaku akan menjamin kehadiran mereka.

20191109-wadir

Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa berinisial AP, 52 tahun, bersama tiga rekannya saat ditahan oleh Kejaksaan Negeri Langsa. (Foto: Tagar/Ist)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa, Ikhwan Nul Hakim, SH melalui Kasi Pidsus M. Fahmi, SH, MH, membenarkan salah seorang pihak keluarga dari keempat tersangka dengan didampingi dua kuasa hukumnya, sekira pukul 10.00 WIB, mengembalikan dan menitipkan uang atas kerugian negara sesuai hasil audit BPK RI tadi.

Lanjut Fahmi, uang tersebut telah dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dan dititipkan pada rekening Kas Kajari Langsa. Namun demikian, proses hukum tetap berlanjut meski uang telah dikembalikan.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan akan segera kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, sesuai aturan peraturan perundang undangan yang berlaku,” jelas Fahmi.***

 

Komentar

Loading...