Musda XI Partai Golkar Aceh

Ternyata T. Husen Banta "Bukan Petarung"

Ternyata T. Husen Banta "Bukan Petarung"
T. Husen Banta (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Nama Teuku Husen Banta yang sempat mencuat dan disebut sebagai rival kuat TM Nurlif, sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh, ternyata tak terbukti.

Ternyata dia "bukan petarung" handal pada Musyawarah Daerah (Musda) XI partai politik warisan Orde Baru ini.

Berdalih demi menjaga kesolidan partai, T. Husen Banta akhirnya urung maju sebagai calon.

“Sebenarnya kita sudah putuskan untuk tidak lagi berkompetisi, demi solidaritas Partai Golkar, setelah bertemu dengan DPP saya mempertimbangkan kiri kanan, atas bawah, untuk mengedepankan kepentingan partai yang jauh lebih penting dari kepentingan pribadi,” kata Banta Husen kepada wartawan usai pembukaan Musda ke XI, Rabu (4/3/2020) malam di Banda Aceh.

Kabarnya, sikap cari aman tersebut, membuat sebagian pendukung Husen Banta kecewa. 

"Kalau begini akhirnya lebih baik jangan minta dukungan pada kami. Lebih baik dari awal jangan bilang maju kita aklamasi saja," kata salah satu unsur DPD II Partai Golkar di Aceh pada media ini, Rabu malam di Banda Aceh.

Dia mengaku kecewa dengan sikap Husen Banta yang terkesan selalu cari aman.

"Itu sebabnya, tak sesuai dengan apa yang dikabarkan, azas mufakat dan musyawarah menjadi landasan agar pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi saja. Ini sebabnya, nama Nurlif mencuat dan kembali menduduki kursi pimpinan DPD I Golkar Aceh," ungkap sumber itu. Karena alasan etika, dia minta namanya tak ditulis.

Musda Golkar Aceh, 4-5 Maret 2020, dibuka Wakil Ketua Umum, DPP Golkar, Aziz Syamsudin, dihadiri seluruh Pengurus DPD I dan II, anggota DPRA dan perwakilan Pemerintah Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh.

Musda Golkar Aceh (Foto: Aidil Firmansyah)

 

Sebelumnya, T Husen Banta sendiri mengebu-gebu, mencalonkan diri dan mengklaim telah memiliki dukungan lebih dari 17 DPD tingkat II. Sayangnya, usai pembukaan Musda, keterangan berbalik diberikan kepada awak media.

“Jadi bukan mundur sebelum bertarung tetapi tidak mendaftar, demi menjaga solidaritas. Selama ini hubungan dengan TM Hanif baik, kami sama sama kader, kalau dukungan yang sudah ada saya kira nanti diselaraskan,” ungkap Husen.

Padahal, sebelumnya dia siap mencalonkan diri sebagai sebagai salah satu kandidat, apalagi tokoh Golkar Aceh, mantan Bupati Aceh Selatan Macksalmina Ali telah melirik dirinya untuk maju dengan persiapan dan dukungan yang cukup matang.

Termasuk dari Andi Sinulingga, salah satu politisi Golkar asal Aceh Tenggara dan menetap di Jakarta.

Waketum DPP Golkar, Aziz Syamsudin juga mengarah pada hal serupa. Agar tak ada kompetisi yang membuat sesama kader bertarung untuk memperoleh kursi pimpinan DPD tingkat I Golkar Aceh.

“Mudah-mudahan aklamasi, harapan kita demikian, selalu mengedepankan azas yang terkandung dalam Pancasila. Kita selalu menjaga simbol partai, mengutamakan azas mufakat dan musyawarah,” ujarnya.

DPP sendiri kata dia, juga tidak memberikan tekanan apapun untuk proses pemilihan ketua pada Musda ini.

“Kita lihat perkembangan nanti di dalam, saya tidak mau menjustifikasi hal yang belum pasti. Tanya saja ke daerah ada penekanan atau tidak, saya tidak merasa menekan. Lakukan sebisa mungkin dengan cara musyawarah,” terang Aziz.

Diantara dua nama yang muncul sebagai calon ketua, Aziz akan berkonsultasi kembali ke Ketua Umum di Jakarta, baginya yang mempunyai hak suara itu adalah pimpinan tertinggi DPP Golkar.***

Komentar

Loading...