LHP BPK RI Perwakilan Aceh Tahun Anggaran 2018

Ternyata Pemerintah Aceh Kelola Sumbangan Gempa Lombok tak Sesuai Ketentuan

Ternyata Pemerintah Aceh Kelola Sumbangan Gempa Lombok tak Sesuai Ketentuan
Kepala BPBA saat dijabat Teuku Ahmad Dadek menerima sumbangan dari Baitul Mal Aceh (Foto: mediaaceh.com)
Rubrik

Banda Aceh | Data itu terungkap, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, terhadap Pemerintah Aceh, Tahun Anggaran (TA) 2018.

Disebutkan, berdasarkan Neraca TA 2018, Pemerintah Aceh menyajikan kas lainnya pada Bendahara Pengeluaran, Rp98.767.044.075,96. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp71.298.167.165,24 atau 259,56 persen dari nilai yang tersaji pada Neraca TA 2017, Rp27.468.876.910,72.

Nah, pada neraca unaudited TA 2018, Pemerintah Aceh menyajikan saldo kas lainnya pada Bendahara Pengeluaran sebesar Rp95.127.887.336,00. Nilai tersebut, belum termasuk sisa dana sumbangan dari masyarakat se-Provinsi Aceh untuk korban gempa Lombok, Palu, dan Tsunami Selat Sunda yang disimpan Bendahara Pengeluaran Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Ketika itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dipimpin Teuku Ahmad Dadek yang kini menjadi Asisten II Pemerintah Aceh.

Masih sebut LHP BPK RI Perwakilan Aceh. Tanggal 13 Agustus 2018 Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengirimkan surat Nomor: 360/22067, perihal Bantuan Donasi Gempa Lombok kepada para Bupati/Walikota se-Aceh.

Isinya, Pemerintah Aceh menghimbau untuk menggalang bantuan di masing-masing daerah dan dapat disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nomor Rekening 205601000905534 a.n. Bantuan Donasi Gempa Lombok.

Selanjutnya, 4 Oktober 2018 Plt. Gubernur Aceh mengirimkan surat Nomor: 360/25225, perihal Himbauan kepada para Bupati/Walikota se-Aceh, Kepala Perwakilan BPK-RI Provinsi Aceh, Para Kakanwil Kementerian/Non Kementerian Provinsi Aceh, para Kepala SKPA, para Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat se-Aceh, dan para Ketua Organisasi Kemanusiaan se-Aceh.

Surat tersebut menindaklanjuti Kawat Menteri Dalam Negeri Nomor: 361/7675/SJ, tanggal 28 September 2018, Plt. Gubernur Aceh menghimbau untuk mengumpulkan bantuan berupa barang atau uang yang dikumpulkan melalui BPBA, untuk disalurkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bantuan uang disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Peunayong, nomor rekening 205601000365302 a.n. Gempa dan Tsunami Palu.

Tanggal 31 Oktober 2018, Gubernur Aceh telah menetapkan Keputusan Gubernur Aceh, Nomor 360/1269/2018, tentang Pembentukan Tim Aceh Peduli Nusa Tenggara Barat dan Keputusan Gubernur Aceh, Nomor 360/1270/2018, tentang Pembentukan Tim Aceh Peduli Sulawesi Tengah.

Kedua tim tersebut merupakan Tim Penggalangan Bantuan Bencana (TP2B) yang berisi gabungan pihak Pemerintah Aceh dan masyarakat. Tim Aceh Peduli Nusa Tenggara Barat maupun Tim Aceh Peduli Sulawesi Tenggara.

Tim ini  memiliki tugas menggalang dana dan barang dari seluruh masyarakat Aceh untuk membantu, meringankan beban masyarakat yang dilanda bencana.

Melakukan kerjasama dan perikatan perjanjian untuk melakukan pembangunan fisik yang dananya berasal dari masyarakat Aceh, baik dengan cara swakelola ataupun perikatan perjanjian dengan pihak ketiga; dan membuat laporan baik penerimaan maupun pengeluaran kepada Gubernur Aceh.

Sementara rekening dana sumbangan dari masyarakat se-Provinsi Aceh untuk korban Gempa Lombok dan Palu tersebut dibuka dan dikelola Bendahara Pengeluaran BPBA, berdasarkan instruksi dari Kepala Pelaksana BPBA.

Tanggal 22 April 2019, Bendahara Pengeluaran BPBA menyerahkan salinan rekening koran kepada pemeriksa BPK. Bendahara Pengeluaran juga membuka dua rekening untuk menampung sumbangan dari masyarakat se-Provinsi Aceh untuk korban Tsunami Selat Sunda pada Bank Aceh Cabang Neusu dan BRI KCP Peunayong.

Namun bukti pembukaan seluruh rekening tersebut belum diserahkan sampai dengan berakhirnya pemeriksaan tanggal 9 Mei 2019.

Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengelolaan sumbangan dalam bentuk uang maupun barang pada BPBA, ditemukan beberapa permasalahan yaitu.      Sisa dana sumbangan dari masyarakat per 31 Desember 2018, senilai Rp2.862.890.117,00, tidak dilaporkan oleh Bendahara Pengeluaran BPBA.

Selanjutnya jumlah donasi untuk korban Tsunami Selat Sunda per 31 Desember 2018 sebesar Rp52.473.717,00. Saldo tersebut terdiri dari saldo akhir di rekening Bank Aceh dengan nomor 015.01.02.000003-4 a.n. Aceh untuk Tsunami Selat Sunda dengan saldo akhir per 31 Desember 2018 sebesar Rp43.773.717,00.

Selain itu, saldo akhir di rekening BRI dengan nomor 205601000371303 a.n. Aceh Untuk Tsunami Selat Sunda dengan saldo akhir per 31 Desember 2018 sebesar Rp8.700.000,00.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bendahara Pengeluaran BPBA diketahui, masyarakat dapat memberikan sumbangan berupa uang tunai secara langsung ke BPBA maupun transfer ke rekening Gempa Lombok, Palu, dan Tsunami Selat Sunda.

Selain mengelola uang di rekening tersebut, Bendahara Pengeluaran BPBA juga bertugas menyetorkan sumbangan masyarakat berupa uang tunai yang diterima melalui Kepala Subbagian Perencanaan BPBA atau pejabat lainnya di BPBA.

Namun, bendahara pengeluaran BPBA tidak memiliki catatan nama-nama pejabat BPBA yang menerima dana dan jumlah penerimaannya. Berdasarkan keterangan dari Bendahara Pengeluaran BPBA diketahui, mutasi kredit (penerimaan) pada rekening Bantuan Donasi Gempa Lombok dan rekening Bantuan Donasi Gempa dan Tsunami Palu terdiri dari sumbangan dari masyarakat se-Provinsi Aceh dan jasa giro.

Berdasarkan data-data tadi diketahui, jumlah sumbangan dari masyarakat untuk gempa Lombok, Palu, dan Tsunami Selat Sunda per 31 Desember 2018 sebesar Rp3.679.592.078,00 (Rp1.327.189.600,00+Rp2.299.928.761,00+ Rp52.473.717,00).

Selanjutnya terdapat pendapatan jasa giro dengan total nilai per 31 Desember 2018 sebesar Rp4.156.924,00 (Rp4.152.089,00+Rp4.835,00). Namun, Bendahara Pengeluaran BPBA tidak melaporkan kedua pendapatan tersebut sehingga Pemerintah Aceh kurang catat lain-lain, pendapatan daerah yang sah Rp3.683.749.002,00, pada LO dan LRA unaudited TA 2018, karena tidak dianggarkan dalam APBA.

Tak hanya itu, pengeluaran Kas atas Penerimaan Dana Sumbangan dari masyarakat per 31 Desember 2018 sebesar Rp820.858.885,00. Ternyata belum dicatat dalam APBA. Ini berdasarkan keterangan dari Bendahara Pengeluaran BPBA diketahui, mutasi debet (pengeluaran) pada rekening Bantuan Donasi Gempa Lombok dan rekening Bantuan Donasi Gempa dan Tsunami Palu, terdiri dari penarikan oleh Bendahara Pengeluaran BPBA, biaya pajak, dan biaya administrasi bank lainnya.

Duh! Kok bisa ya?***

Komentar

Loading...