Diduga Dendam Karena Hutang

Ternyata Ibu dan Anak di Aceh Timur Tewas Sengaja Dibunuh

Ternyata Ibu dan Anak di Aceh Timur Tewas Sengaja Dibunuh
R dan M, diduga pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak (Foto: Ist)

Biadab, pelaku juga memperkosa anak korban sebelum membunuhnya

Aceh Timur | Dugaan adanya kejanggalan, terkait tewasnya ibu dan anak, warga Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, akhirnya mencapai titik terang.

Ini sejalan dengan hasil kerja Tim Gabungan Polres Aceh Timur yang berhasil menangkap pelaku dalam waktu 35 jam paska kejadian.

Diduga, korban Siti Fatimah (56) dan anak perempuannya Nadatul Afraa (15) sengaja dihabisi R (46) dan M (37) karena alasan dendam, sebab keduanya terjerat hutang piutang kepada korban. 

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K,M.H, membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan kedua pelaku ditempat terpisah.

"Kami berhasil mengamankan R (46) dan M (37), keduanya warga Desa Simpang Jernih, Aceh Timur. R ini merupakan residivis, sedangkan M masih dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Idi terkait tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin,” ungkap Eko Widiantoro, Kamis siang.

Dijelaskanya, peristiwa pembunuhan ini berawal, Kamis, 11 Februari 2021, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu M hendak turun dari Desa Simpang Jernih. Di tengah perjalanan atau di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. M bertemu dengan R. Saat itulah R mengajak M untuk menemui seseorang.

"Selanjutnya, mereka pergi bersama dengan menggunakan sepeda motor milik M," sebut Kapolres.

Hari Jumat, 12 Februari 2021, sekira pukul 02.00 WIB. Kedua pelaku sudah tiba di desa tadi. Lalu, memarkirkan sepeda motor di dekat perkebunan sawit. Kedua pelaku kemudian menuju rumah korban.

Sambung Kapolres, M sempat bertanya kepada R, maksud dan tujuan ke rumah korban. Dijawab R;  sudah ikut aja! Kedua pelaku lalu mencongkel jendela yang terbuat dari kayu papan agar bisa masuk ke dalam rumah.

Pelaku R ini juga meminta kepada M untuk mencari alat yaitu sebilah kayu yang terletak di belakang pintu dan bersamaan ke kamar korban.

Seketika R memberi isyarat kepada M untuk menghabisi S yang saat itu sedang tertidur. Permintaan tersebut dilaksanakan.

"Dengan menggunakan kayu, M memukul S pada bagian, leher dan seputaran rahang. Usai menganiaya korban S, M menghampiri R yang sedang menganiaya N dengan menggunakan besi bulat. R juga meminta M untuk ikut menghajar N. Biadabnya, M juga N di bawah tempat tidur dengan keadaan mulut sudah berdarah darah akibat dipukul R," ulas Eko Widiantoro.

Lalu sambungnya, saat M sedang memperkosa N, pelaku R menghatamkan besi bulat yang ia pegang ke kepala S. Saat itu juga pelaku menyeret tubuh kedua korban dan didorongnya ke bawah kolong tempat tidur.

Para pelaku kemudian keluar melalui jendela yang mereka congkel serta menutupnya kembali. Sementara kayu dan besi yang digunakan untuk menganiaya S dan N dibuang di semak belukar di belakang rumah korban.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku M melarikan diri dengan bersembunyi di rumah kerabatnya di Besitang, Sumatera Utara, hingga akhirnya berhasil diamankan petugas, Rabu, 17 Februari 2021 pada pagi dini hari.

Lain halnya dengan pelaku berinisial R. Usai membunuh S dan N. Hanya selang beberapa jam, R kembali melakukan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman terhadap warga desa setempat yang berujung R dilaporkan ke Polsek Simpang Jernih.

Atas laporan tersebut, Jumat, 12 Februari 2021, sekira pukul 14.30 WIB. R akhirnya diamankan jajaran Polsek Simpang Jernih dan ditahan di sel tahanan Polres Aceh Timur dalam perkara tindak pidana pengrusakan yang disertai pengancaman.

Senin, 15 Februari 2021 sekira pukul 12.30 WIB, warga Desa Simpang Jernih digegerkan dengan penemuan mayat S dan N dalam kondisi mengenaskan.

Kedua korban ditemukan, Senin, 15 Februari 2021, oleh warga desa setempat. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyama dibawah kolong tempat tidur dalam rumahnya, dengan kondisi berlumuran darah.

Selain kedua pelaku, polisi mengamankan satu batang kayu berbentuk bulat dengan panjang lebih kurang 1,5 meter, 1 batang besi bulat dengan panjang lebih kurang setengah meter, dan 2 unit handphone.

Polisi juga mengamankan satu buah baju milik pelaku M yang digunakan saat melakukan pembunuhan, serta 2 unit sepeda motor dan satu celana pendek.

Kapolres juga turut mengungkapkan motif pembuhuhan ibu dan anak perempuannya itu.

"Dari keterangan pelaku R, ia melakukan perbuatan tersebut dilatarbelakangi dendam dan hutang piutang, namun demikian kami masih mendalami motif yang sebenarnya," ungkap Kapolres.

Atas perbuatanya, kedua pelaku dikenakan Pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Pelaku dikenakan Pasal 338 jo 340 KUHP dan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat (3) Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun," jelas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.***

Komentar

Loading...