Sidang Lanjutan Kasus Damkar

Ternyata Harga Mobil Hanya 13 Miliar

Ternyata Harga Mobil Hanya 13 Miliar
Modusaceh.co/Azhari Usman

Banda Aceh I Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Aceh tahun anggaran 2015. Kasus ini telah menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA), Siti Maryami, di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kampung Baru, Banda Aceh, Jumat, (25/8/17).

Jaksa penuntut umum (JPU) Cut Henny Usmayanti dan kawan-kawan menghadirkan tiga saksi untuk dimintai keterangan tentang keterlibatan Siti Maryami dalam kasus yang merugikan negara miliaran rupiah itu. Mereka adalah Agustian, Direktur PT Akanika--salah satu perusahaan perakit mobil damkar. Dalam kesaksiannya, Agustian mengakui, jika harga mobil damkar yang dijual kepada PT Dheza Karya Perdana selaku rekanan yaitu Rp 13 miliar. “Itu sudah termasuk PPN, namun di luar harga ongkos kirim dari Bandung (Jawa Barat) ke Aceh,” ulas Agustian menjawab pertanyaan JPU.

Sebenarnya, kata Agustian, harga mobil Damkar Rp 10,3 miliar. Namun, setelah ditambah tangga dan pompa menjadi Rp 13 miliar.  “Tangga kita beli dari Korea Selatan dan pompa kita beli dari Amerika Serikat. Kita rakit di situ, sehingga harganya Rp 13 miliar,” jelas Agustian.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menetapkan dan menahan empat tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mobil Pemadam Kebakaran senilai Rp 17,5 miliar. Empat tersangka tersebut adalah pejabat PPK Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Siti Maryami, Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh Syahrial, serta Dheni Okta Pribadi dan Ratziati Yusri selaku Direktur dan Komisaris PT Dheza Karya Perdana.

Kepala Kejari Banda Aceh, Husni Thamrin, mengatakan, keempat tersangka itu akan dikenakan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selanjutnya, sidang yang dipimpin T. Syarati SH, MH bersama Faisal Mahdi SH, MH dan Dr Edward SH, MH (anggota) diskors dan dilanjutkan Jumat, 8 September 2017.***

 

Komentar

Loading...