Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Usaha Galian C Ilegal di Paya Peuntet

Ternyata Hanya Bermodal Surat Izin dari Usaha Geusyik

Ternyata Hanya Bermodal Surat Izin dari Usaha Geusyik
Aktivitas galian c di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Selama ini, para pengusaha alat berat yang mengeksplorasi sektor galian C ilegal di Kecamatan  Muara Dua, Kota Lhokseumawe, ternyata hanya mengandalkan surat izin usaha tambang tanah timbun dari Geusyik Paya Peuntet. 

Hal itu terungkap dalam rekaman wawancara melalui telepon seluler dengan Saiful, Geusyik Paya Peuntet, terkait aktifitas eksplorasi sektor galian C yang tak pernah padam  di kawasan perbukitan Kecamatan  Muara Dua. 

Katanya, di Desa Paya Peuntet terdapat tiga titik aktifitas galian C tanah timbun. Salah satunya pada lokasi milik Saifuddin Idris. Dan dia telah mengurus surat izin resmi.

Sementara dua lainnya milik FPJ dan Man tapi tidak mengurus surat izin resmi pada Kantor Pelayanan Terpadu Propinsi Aceh di Banda Aceh. 

Geusyik Saiful menjelaskan, lokasi tambang galian C milik Saifuddin Idris sudah legal dengan mengantongi surat izin yang dikeluarkan tahun 2019.

Sedangkan dua tambang galian C lainnya belum mengurus surat izin resmi. Namun untuk dapat melakukan aktivitas tambang tanah timbun kedua pihak itu mengurus surat izin usaha tambang tanah timbun.

Surat izin usaha itu di buat pihak desa lantaran dalam pengajuan  mencantumkan tandatangan dan KTP sebagai tanda persetujuan warga lingkungan sekitar yang merasa tidak terganggu atau mendukung aktivitas eksplorasi sektor galian C jenis tanah timbun.

Akibatnya, dengan memiliki surat tersebut,  aktifitas galian C berjalan lancar dan setelah sekian lama beroperasi belum pernah tersentuh hukum.  “Karena pengajuan suratnya mencantumkan tandatangan dan KTP warga lingkungan,  maka tidak mungkin saya tolak dan kami mengeluarkan surat izin usaha untuk mereka yaitu galian C,“ ujarnya. 

Sementara itu,  Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan membenarkan adanya aktifitas galian C ilegal di Kecamatan  Muara Dua dan pernah ditertibkan polisi. 

Wakapolres menyebut, di Desa Paya Peunteut hanya ada satu lokasi galian C yang legal dan sudah mengurus surat izin resmi yaitu atas nama Saifuddin Idris.  Lainnya merupakan aktifitas galian C ilegal yang perlu ditertibkan dan akan ditindak. 

Camat Muara Dua Heri Maulana mengatakan, mengenai surat izin usaha yang dikeluarkan Geusyik Paya Peuntet sudah benar. Karena, sesuai permohonan yang mencantumkan tandatangan dan KTP warga lingkungan, Geusyik tidak boleh menolak serta harus memenuhinya. 

20200514-camat-muara-dua

Camat Muara Dua Heri Maulana (Foto: aceh.tribunnews.com)

Camat menjelaskan, perlu diketahui bahwa Geusyik hanya menjalankan tugasnya, memenuhi permohonan surat izin usaha.  Selanjutnya surat izin usaha itu dipergunakan untuk kepentingan orang terkait dan bukan kepentingan Geusyik.

“Geusyik sudah jalankan tugasnya.  Soal surat izin usaha oleh pengurus disalahgunakan pada tempat yang salah pula, itu diluar tanggungjawabnya ,” terang Heri Maulana.

Dia menyebut, surat izin usaha merupakan salah satu langkah awal untuk mengurus izin galian C dan masih perlu mengurusnya lagi pada tingkat Muspika, dinas satu atap Kota Lhokseumawe hingga ke Propinsi Aceh. 

Camat berharap galian C ilegal segera ditertibkan sebelum merusak lingkungan lebih parah lagi.***

Komentar

Loading...