Breaking News

Terkait Oknum PNS Tertangkap Mesum di Ulee Lheu

Ternyata Cinta Lama Bersemi Kembali

Ternyata Cinta Lama Bersemi Kembali
Penyidik Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh memintai keterangan AS (45), warga Sabang yang diciduk saat mesum dalam mobil dengan oknum PNS di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. Foto: Prohaba

Banda Aceh | Kasus mesum beberapa waktu lalu yang melibatkan oknum PNS laki-laki berinisial AG (48) asal Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar bersama perempuan berinisial AS (45) warga Kecamatan Suka Jaya, Sabang berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT), Kamis (14/1/2021) lalu, di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Aceh Besar.

Plt. Kasatpol PP WH Banda Aceh, Heru Triwijanarko saat dikonfirmasi media ini Sabtu (30/1/2021) mengatakan. Keduanya sudah berumah tangga. AG sudah punya istri dan AS bersuami.

Ia mengungkap fakta baru, ternyata pasangan ini dulu sudah saling kenal, yakni AS adalah adik kelas AG saat SMP di Sabang.

Setelah sekian lama tak jumpa, akhirnya bertemu pada acara reunian.

Nah sejak saat itulah mereka mulai saling tukar nomor telpon seluler dan terus menjalin hubungan selama dua tahun.

Cinta keduanya tak dapat dibendung meski sudah punya pasangan masing-masing, lautan luas disebrangi dari Balohan berlabuh ke Dermaga Ulee Lheu.

Ternyata AS sering ke Banda Aceh untuk menjenguk anaknya yang sedang menempuh pendidikan pada salah satu universitas di Banda Aceh.

Namun, AS memanfaatkan kesempatan itu untuk bertemu AG. Begitupun ketika hendak mau kembali ke Sabang, terjadilah perbuatan telarang itu. Naas keduanya digerebek petugas patroli Satpol PP WH Kota Banda Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya AG  adalah Oknum PNS, namun bukan dari lingkungan Pemeritah Aceh, dia dari PNS pusat,.

Kamis (14/1/2021) petugas Wilayatul Hisbah melakukan patroli rutin, sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Pantai Ulee Lheu, Saat itu petugas curiga dengan satu unit mobil Avanza.

"Karena kondisi mobil agak gelap dan saat itu mobilnya hidup. Ketika didekati petugas lapangan. Terlihat bapak dan ibu ini memang dalam keadaan gamang atau linglung serta salah tingkah seperti orang bersalah. Lalu disuruh turun dari mobil dan diintrogarsi petugas di TKP dan dibawa ke kantor untuk penyelidikan," ungkap Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Zakwan .

Zakwan menjelaskan, saat pemeriksaan BAP keduanya mengaku bercium-ciuman dan berpelukan bahkan lebih.

"Semua buktinya sudah lengkap dan mereka ditetapkan melanggar qanun jinayat pasal 23 ayat (1) tentang khalwat JO pasal 25 ayat (1) tentang ihktilat, dengan ancaman 30 kali hukuman cambuk," tegasnya.

Heru menambahkan, saat ini proses hukum keduanya masih dalam pemberkasan, kalau sudah selasai secepatnya kita limpahkan ke Kejaksaan.***

Komentar

Loading...