Dibalik Kasus Pembunuhan di Lambaro

Ternyata Am Sudah Lima Bulan Mengendus Hubungan Terlarang Kh dan Istrinya

Ternyata Am Sudah Lima Bulan Mengendus Hubungan Terlarang Kh dan Istrinya
Kapolresta Banda Aceh mengelar temu pers (Foto: M. Yusrizal)

Banda Aceh | Am (40) warga Dusun Cot Jumpa, Gampong Teubang Phui, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Kh (42), seorang warga Desa Dusun Lapoh Ilip, Gampong Cot Malem, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, akhirnya menyerahkan diri, Selasa, 17 November 2020.

Sebelumnya, Am sempat dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Kota Banda Aceh, paska peristiwa berdarah, Kamis, 12 November 2020 malam di Pasar Lambaro, Aceh Besar.

Nah, kepada penyidik, Am mengaku sudah lima bulan sebelumnya menginggatkan korban Kh agar jangan menganggu istrinya ST (35). Namun, sumber media ini menyebut, antara Kh dan ST memang ada menjalin cinta terlarang alias selingkuh. Begitupun, media ini belum berhasil memperoleh konfrimasi dari ST, terkait hubungannya dengan korban Kh.

Baca: Diduga Selingkuhi Istri, AM Tebas Kha Hingga Bersimbah Darah

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH didampingi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Ryan Citra Yudha dalam jumpa pers Kamis, 19 November 2020, di Banda Aceh menjelaskan. Sejak lima bulan lalu pelaku telah mengendus kecurigaan terhadap korban yang diduganya menjalin hubungan asmara dengan istri sahnya.

Hingga pada malam naas tersebut, istri pelaku meminta izin untuk keluar menuju Aneuk Galong, Aceh Besar, bersama teman perempuannya.

Temu pers di Polresta Banda Aceh (Foto: M. Yusrizal)

Tanpa sepengetahuan istri, AM dengan mengganti nomor polisi sepeda motornya membuntuti pergerakan sang istri menuju Lambaro. Di sanalah AM memergoki istrinya bersama Kh masuk dalam mobil jenis Panther milik korban.

“Tanpa sepengetahuan istri, si suami telah ada di Aneuk Galong. Suami mengintai dengan sepeda motor yang telah diganti plat, dan sama-sama menuju ke Lambaro. Tiba di Lambaro dekat Kantor BRI, istrinya menemui Kh yang kemudian masuk dalam mobil Panther,  lalu pergi bersama,” ungkap Riyanto.

Riyanto berterimakasih lantaran pelaku telah sadar hukum dan mengapresiasi sikap AM yang menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Kini kasus tersebut ditangani Satreskrim Polresta Banda Aceh, dengan mendapati berang bukti berupa sebilah parang, satu sepeda motor jenis metik, dan baju korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijeratPasal 355 Ayat 2 KUHP tentang, Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun kurungan.***

Komentar

Loading...