Terkait Putusan Kasasi Irwandi Yusuf, Prof Yusril: Benar, MA Menolak!

Terkait Putusan Kasasi Irwandi Yusuf, Prof Yusril: Benar, MA Menolak!
Prof Yusril (Foto: google)

Banda Aceh | Ketua Tim Kuasa Hukum Irwandi Yusuf, Prof Dr.Yusril Ihza Mahendra membenarkan jika Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Irwandi Yusuf yang diajukan pihaknya.

“Di WEB MA memang dinyatakan demikian. Putusan MA sepertinya menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Sebab di web tertulis “tolak perbaikan”. Karena baru diumumkan di WEB MA, kami belum membaca salinan putusan yang lengkap. Biasanya memakan waktu sekitar satu bulan baru dapat salinan putusannya,” kata Prof Yusril.

Itu disampaikan menjawab konfirmasi media ini, Kamis malam, 13 Februari 2020 melalui saluran telpon seluler. Menurut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut, dengan putusan MA tadi, maka upaya hukum yang dilakukan Irwandi Yusuf terhadap kasus yang menimpa dirinya berakhir sudah.

Diberitakan sebelumnya, upaya hukum Irwandi Yusuf kembali gagal. Maklum, permohonan kasasi yang disampaikan ke Mahkamah Agung (MA), terkait kasus korupsi dana Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018, di tolak.

Ini berarti, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta terhadap Irwandi yaitu, delapan tahun penjara dan mencabut hak politiknya selama lima tahun.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, memvonis Irwandi Yusuf selama 7 tahun tahun penjara, ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Merasa tak puas, Irwandi mengajukan banding ke PT Jakarta. Hasilnya, putusan PT Jakarta justeru menambah satu tahun penjara untuk Irwandi Yusuf.

Bukan Irwandi namanya jika cepat menyerah. Dia kemudian mengandeng pengacara terkenal Indonesia, Yusril Ihza Mahendara sebagai kuasa hukumnya dan mendaftarkan akta pernyataan kasasi melalui Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

Saat itu, surat kuasa diberikan Irwandi Yusuf, kepada tim kuasa hukumn yang dipimpin langsung Prof Yusuf Ihza Mahendra dan beranggotakan 15 lainnya. Termasuk Sayuti Abubakar SH, MH yang selama ini mendampingi Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar mengatakan, tim kuasa hukum juga sudah mendaftarkan akta pernyataan kasasi Irwandi Yusuf ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Saya sendiri yang mendaftarkan akta pernyataan kasasi tersebut. Ini saya baru pulang dari Pengadilan Tipikor," kata Sayuti Abubakar ketika itu.

Langkah berikutnya, kata Sayuti, timm kuasa hukum menyusun memori kasasi yang harus diserahkan ke pengadilan maksimal 14 hari kerja sejak pendaftaran. "Memori kasasi itu akan disusun Prof Yusril Ihza Mahendra bersama tim kuaaa hukum," jelasnya.

Irwandi Yusuf mendaftarkan peryataan akta kasasi setelah kalah di pengadilan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dan memvonis Gubernur Aceh nonaktif Itu selama 8 tahun penjara, dan mencabut hak politiknya selama 5 tahun.

Putusan ini lebih berat dari putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, menghukum Irwandi dengan hukuman 7 tahun penjara mencabut hak politik selama tiga tahun setelah selesai menjalani hukuman kurungan.

Irwandi dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan gratifikasi sejumlah Rp 8,717 miliar.

Irwandi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) junctoPasal 64 ayat 1 KUHAP.

Kini, langkah hukum Irwandi selesai sudah. Upaya kasasi ke Mahkamah Agung, ditolak. Informasi yang beredar di website mahkamahagung.go.id, dengan nomor perkara: 444 K/PID.SUS/2020 menyatakan, menolak perbaikan atas termohon atau terdakwa Irwandi Yusuf.

Selain itu, tim CB yang memeriksa berkas Irwandi Yusuf yakni Mohamad Askin, Krisna Harahap, Surya Jaya. Salinan putusan Irwandi Yusuf yang terlampir di website Mahkamah Agung dengan Panitera pengganti Achmad Rifai. Perkara ini masuk tanggal 28 Januari 2018 dengan tanggal ditribusi 12 Februari 2020.***

Komentar

Loading...