Terkait Polemik SKT, Dua Kontraktor Simeulue Berdamai

Terkait Polemik SKT, Dua Kontraktor Simeulue Berdamai
Tatang Sutardi dan Suhardi. Dok/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Indra BN/Koresponden Simeulue

Simeulue | Setelah sempat menjadi polemik akibat munculnya kesamaan Sertifikat Keterampilan Teknis (SKT) yang dimiliki dua perusahaan berbeda, dalam lelang proyek Normalisasi Sungai Suak Buluh Kecamatan Simeulue Timur, dengan pagu  Rp 932 juta, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dan memicu kesalah pahaman.

Akhirnya dua perwakilan tadi sepakat menempuh jalan damai.

Keputusan itu dilakukan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Hal itu disampaikan Tatang Sutardi, kuasa Direktur CV Kana Rezeki dihadapan sejumlah wartawan di Kantor Polres Simeulue, Kamis, 31 Mei 2018.

Dalam penjelasanya, pria paruh bayah itu mengakui kesalahannya atas pernyataan terkait SKT yang dimiliki CV Indatu Devayan, selaku pemenang proyek.

Saat itu Tatang mengklaim sebagai pemilik SKT asli, seperti yang disampaikanya pada MODUSACEH.CO Desember 2017 lalu.

"Atas nama pribadi dan kuasa Direktur CV Kana Rezeki, saya meminta maaf atas munculnya kisruh menyangkut masalah keaslian SKT, yang sempat heboh saat proses dan pengumuman lelang paket normalisasi Sungai Buluh. Permintaan maaf bukan hanya saya tujukan kepada saudara Suhardi selaku pemilik perusahaan Indatu Devayan, tapi juga pada semua pihak yang terkait dalam masalah ini," tutur Tatang Sutardi.***

Komentar

Loading...