Breaking News

Terkait Pengamanan Pilkada, Polda Aceh Terima Personel dari Mabes Polri

Terkait Pengamanan Pilkada, Polda Aceh Terima Personel dari Mabes Polri

Banda Aceh |  Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) mengirim 1.254 personil Brimob bawah kendali operasi (BKO) ke Aceh. Tujuannya, untuk pengamanan Pilkada Aceh 2017. Upacara penerimaan personel tersebut dilakukan di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Jumat 20 Januari 2017. Acara itu disaksikan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Ridwan Hadi, Ketua Pengawas Pemilihan (panwaslih) Samsul Bahri, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dalimi, serta Unsur Forkopimda Aceh.

Kapolda Aceh Brigjen. Pol. Rio S Djambak menjadi pimpinan upacara dan menyampaikan selamat datang kepada seluruh personel Brimob di tanah rencong  serta mengucapkan terima kassih kepada Mabes Polri yang telah memperbantukan 1.900 personel dari Mabes Polri, yang terbagi dua tahap. Pertama, pada 17 Desember 2016 (646 personel), terdiri dari 446 personel Korps Brimob Polri dan 200 Personel dari Brimob Polda Sumatra Utara (Sumut) dan langsung melaksanakan tugas kemanusiaan dalam rangka penanganan gempa Pidie.

Tahap kedua 1.254 personel dan telah diterima pada Kamis 19 Januari 2017, terdiri dari 100 dari Polda Kepulauan Riau (Kepri), 200 dari Polda Bengkulu, 100 dari Polda Sumatera Barat (Sumbar), 300 dari Polda Sumatera Selatan (Sulsel), 300 dari Polda Jawa Timur(Jatim), serta 254 dari Polda Sumatera Utara (Sumut). Rio S Djambak melanjutkan, personel Brimob itu akan bertugas selama 56 hari untuk mengawal tahapan Pilkada, meliputi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 16 Kanupaten dan juga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 4 Kotamadya.

“Perkembangan Situasi Kamtibmas Polda Aceh sampai sekarang masih sangat kondusif, meskipun beberapa daerah sudah mulai timbul gejolak sebagai pengaruh dari dinamika politik yang sangat sarat persaingan, dan itu biasa dalam proses demokrasi” kata Kapolda. Untuk itu ia mengharapkan tambahan personel Brimob dapat bersinergi dengan dengan pemerintah daerah (Pemda), serta stakeholders yang ada serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap rangkaian kegiatan Pilkada, sehingga masyarakat Aceh merasakan manfaat yang besar dalam pesta demokrasi sehingga tidak takut memberikan hak suaranya secara bebas tanpa intimidasi," kata Jendral bintang dua itu.*** 

Komentar

Loading...